• PDF

Roh yang Terhilang dari Semangat Kemerdekaan

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Sabtu, 15 Agustus 2009 09:52
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 2910 kali

Meraih kemerdekaan bukan hal mudah. Tidak segampang membalik telapak tangan. Sejarah telah mencatat, nyawa dan darah taruhannya. Maka, merupakan kekeliruan fatal bila bangsa ini melupakan fakta sejarah tersebut. Ada baiknya kita mengingat pernyataan seorang filosof yang bernama William Durant. Filosof berkebangsaan Perancis ini berkata bahwa orang yang melupakan sejarah adalah orang yang kehilangan identitas. Bahkan ia menegaskan orang itu pula sedang menghancurkan masa yang akan datang.

NILAI-NILAI LUHUR

Karena itu, setiap kali merayakan HUT RI, sebaiknya kita perlu mengingat nilai-nilai luhur yang pernah mewarnai perjuangan para pahlawan bangsa. Salah satu nilai luhur itu adalah sikap rela berkorban. Nilai luhur yang itu, kini mulai memudar. Pada zamannya, para pejuang kemerdekaan tidak segan-segan mempertaruhkan jiwanya demi kemerdekaan RI. Bahkan, harta benda yang ia punya dikorbankan demi kepentingan perjuangan. Padahal, mereka tahu bahwa perjuangan mereka tidak mungkin dinikmati saat itu. Yang menikmati hasil perjuangan itu adalah generasi berikutnya. Namun, mereka tidak mau peduli kepentingan diri. Mereka melakukan yang terbaik bagi Indonesia. Seperti yang pernah dikatakan John F. Kennedy. Kennedy berkata jangan bertanya apa yang akan negara berikan kepadamu. Namun, tanyakanlah apa yang akan engkau berikan kepada negara.

Jiwa berkorban kian terkikis dari para penguasa di negeri ini. Buktinya, mereka tidak berkorban melainkan mengorbankan orang lain demi kepentingan diri, kelompok, dan golongan. Berapa banyak rakyat kita merintih tak berdaya. Rintihan ekonomi yang terus mendera. Tapi, ironi sekali. Uang negara dikorupsi demi kepentingan diri. Hasrat keserakahan telah merajai hidup mereka.

Pejuang sejati tidak bisa lepas dari sikap berkorban. Sepanjang sejarah dunia, Yesus Kristus patut diteladani. Yesus hadir, mengorbankan diri demi manusia yang dikungkung oleh dosa. Dia hadir memberi kemerdekaan sejati. Kemerdekaan yang tidak mungkin diberikan oleh dunia. Kemerdekaan dari hukum dosa. Yesus adalah teladan mulia dalam melakukan perjuangan yang hebat.

TANYAKAN SENDIRI

Bila suatu saat engkau & saya menghadap Tuhan, nilai apakah yang engkau tinggalkan bagi negeri ini? Korupsikah? Kebohongankah? Kemunafikankah? Atau, apa? Sungguh memalukan bila kita meninggalkan nilai-nilai yang berlawanan dengan firman Tuhan. Namun, saya berharap kita meninggalkan nilai-nilai luhur yang memberkati negeri kita. Nilai kejujuran, integritas, dan kasih. Bagaimana dengan Anda? Nilai apa yang akan Anda tinggalkan? Selamat menyambut HUT RI ke-64. Tuhan menyertai kita. Amin!



Yogyakarta, 11 Agustus 2009

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."