• PDF

Sombong Rohani

Penilaian Pengunjung: / 8
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 17 September 2009 10:23
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 5859 kali

Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri (2 Korintus 12:7).

 

Bacalah 2 Korintus 12:7-10

Dalam sebuah pertemuan rohani awal 2009, ketika menjadi pengkhotbah tamu di sebuah gereja, seseorang mengajukan pertanyaan yang menggelitik. Ia bertanya, "Pak Zega, lancar berbahasa Roh?". Sepanjang pelayanan saya, baru kali ini seorang jemaat berani bertanya seperti itu. Saya hanya tersenyum. Pun, tidak menanggapinya berlebihan. Namun, karena ia tahu sikap saya, maka ia terus bercerita ke sana kemari. Ia berkata punya kemampuan mengusir setan. Sebelum ia datang, setan sudah lari tunggang langgang. Ia juga punya karunia kesembuhan. Siapa pun yang menderita sakit boleh datang kepadanya. "Saya pasti bisa menyembuhkan," tandas pria paroh baya itu.

 

Terkadang banyak orang menjadi sombong karena memiliki karunia ini dan itu. Seolah-olah karunia tersebut miliknya. Ia lupa bahwa karunia hanyalah anugerah Allah baginya. Namun berbeda dengan rasul besar dalam Perjanjian Baru (PB). Paulus tidak menganggap terlalu hebat karena berulang kali menyaksikan penyataan Roh. Dari ayat 1-6, Paulus berkisah tentang penglihatan-penglihatan yang ia terima dari Tuhan. Namun, pada ayat ke-7, Paulus berkata dengan tegas. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri (ay.7). Terlihat jelas bahwa Paulus seorang yang dewasa secara iman. Ia tahu, bahwa karunia rohani bukanlah miliknya. Karunia rohani hanyalah pemberian Allah.

Kita perlu berhati-hati agar tidak terjebak dalam kesombongan rohani. Kalau Allah mengaruniakan karunia ini dan itu, hendaknya tidak membuat kita sombong. Sebaliknya, tetap rendah hati. Bila Anda bermegah, bermegahlah karena Anda memiliki Kristus. Bukan karena yang lain. Bukankah demikian?


Kesombongan Awal Kejatuhan.

 

 

Yogyakarta, 10 Agustus 2009

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
edwin  - Aombong Rohani   |222.124.144.xxx |18-09-2009 23:07:28
Disitu kadang kadang agak bermasalah karena sering pada kebaktian kita di beri
waktu untuk bersaksi. Dalam keasksian kita yang berapi api dan memang karena
mujizat yang kita rasakan. Apa bisa kita jamin diantara sekian banyak orang yang
mendengar atau yang melihat pola pikir mereka menuduh kita jadi sombong
shaggy  - sombong rohani 2   |202.182.163.xxx |16-10-2009 07:20:55
betul,sombong rohani tidakbaik karena dapat membiaskan arti karunia tersebut.
Hendaklah kita bijak menerima dan menggunakan karunia tersebut.




salam

Shaggy
Luna  - Sombong Rohani     |125.163.248.xxx |20-10-2009 16:35:50
Orang farisi begitu sombong ketika dtg beribadah, Tuhan katakan ibadahnya tidak
dibenarkan.

Salam,
Luna
Febli  - Akibat Sombong Rohani   |202.70.51.xxx |22-10-2009 21:58:12
Kesombongan seseorang bisa berdampak kepada orang lain. Jangan kita menjadi batu
sandungan tetapi biar jadi berkat. GBU.
Elisa  - Waspada   |86.93.211.xxx |23-10-2009 00:29:20
Orang yang bercerita tentang karunia
yang dia miliki,belum tentu
sombong
rohani.mungkin juga dgn hati yang tulus
dia cerita,apa yang Tuhan
percayakan dlm dirinya.jadi sdr/sdri yang sdh dengar cerita spt itu, waspada
juga jangan jadi hakim dan iri hati.Gbu
Anny  - Sombong Rohani.   |60.35.190.xxx |28-10-2009 16:36:32
Sombong pada dasarnya adalah benih dari kebanggaan yang terungkapkan, sedangkan
kebanggaan yang tak terungkapkan menjadikan minder.(Ingin diungkapkan tapi
melihat situasi keadaan)

Kesombongan Rohani bukan hanya bermasalah dalam
karunia saja, lebih tertuju pada orang yang merasa dirinya "BENAR"
sehingga paling sulit untuk bertobat, karena tidak menyadari dirinya
sombong.Seperti orang Faris mereka merasa dirinyalah yang benar, karena ketaatan
pada hukum, tidak pernah berkelakuan jahat,seperti : membunuh,
berzinah,mencuri(Masalah kriminil) seringkali tanpa sadar mudah menilai keadaan
orang lain dari pada merangkul orang yang sedang jatuh dalam kesalahan. GBU.
Anny  - Sombong Rohani     |60.35.190.xxx |28-10-2009 17:01:07
Shalom.
Sombong Rohani bukan berdampak hanya pada karunia, justru Sombong
Rohani itu ; Orang yang merasa dirinya "BENAR"
dan Lebih baik dari
Orang lain. ini sering terjadi pada : *Bpk /Ibu pdt, (keluarga),majelis yang
sudah lama melayani di gereja,orang-orang yang punya kedudukan dalam gereja dan
kelamaan dalam gereja yang tidak menjadi kristen yang Kristiani.

Seperti
orang Farisi mereka taat akan pengajaran hukum dll tanpa adanya hubungan
pribadinya dengan Allah.

Kita harus selalu waspada akan terjadi juga pada
diri kita sendiri, perhatikan bila hubungan kita dengan Tuhan renggang
seringkali kita berbuat kesalahan, menjadi batu sandungan buat orang lain.(
Iblis selalu mencari celah-celah untuk masuk dalm akal budi kita)

OK. GBU
John  - Kesombongan Rohani   |114.79.49.xxx |07-04-2014 02:52:15
Terima kasih untuk Renungannya. Sangat menginspirasi & memberkati.. Gbu All
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."