• PDF

ALKITAB: Buku Kuno yang Relevan

Penilaian Pengunjung: / 10
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 04 November 2009 15:00
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 10895 kali

Dari sisi usia, Alkitab tergolong buku kuno. Namun, kesan kuno tidak berarti Alkitab tidak relevan. Sejarah mencatat, Alkitab adalah buku abadi yang relevan sepanjang abad. Apa buktinya?

 

Fakta menunjukkan, tidak ada satu buku pun yang selalu relevan sepanjang masa. Buktinya, banyak buku yang harus diturunkan dari rak karena teorinya dianggap usang—tidak sesuai zaman. Buku yang dahulu dipandang hebat, namun seiring perputaran zaman, buku itu menjadi kuno. Mengapa kuno? Ternyata, telah ditemukan teori baru yang dinilai lebih tepat.

Akan tetapi, tidak demikian dengan Alkitab. Alkitab adalah buku kuno dengan pesan yang selalu baru. Pesan yang tidak usang ditelan usia. Pesan yang senantiasa menjawab kebutuhan manusia. Kebutuhan sepanjang abad. Bila Anda mendalami Alkitab, kedalamannya sungguh tak terduga. Semakin didalami, semakin kaya, tak terselami. Di seluruh dunia, dikala banyak percetakan gulung tikar, namun percetakan Alkitab selalu eksis. Fakta berbicara, Alkitab selalu diperlukan.

Di tengah hujatan dan kritik yang menghunjam, Alkitab tak tergoyahkan. Kebenarannya melintasi zaman. Dan, kebenaran itu berdiri kokoh seteguh batu karang. Mengapa demikian? Apa yang membuat Alkitab berbeda dengan buku-buku sejarah yang pernah ditulis?

WAHYU ALLAH.
Alkitab adalah firman Allah. Maksudnya, wahyu Allah yang tertulis bagi manusia. Bila kita membuang Alkitab dari dunia kita, berarti sedang memutuskan jalur kehidupan kita dengan Allah. Dalam wahyu umum (alam atau ciptaan) kita mengenal Allah sebagai sang Pencipta. Namun, melalui wahyu khusus (Alkitab) kita dapat mengenal Allah sebagai Penyelamat.

Bila kita berbicara tentang Alkitab, sebenarnya kita sedang berbicara tentang bagian dari paket diri Allah sendiri. Alkitab merupakan transkrip suci karakter-Nya. Dr. W. Gary Crampton, Ph.D., dalam The Bible: God´s Word (Verbum Dei) mengatakan: “Seseorang tidak dapat memisahkan firman Allah dari Allah Firman tersebut.“ Artinya, Allah dan firman-Nya adalah satu. Bila kita mengatakan bahwa Allah itu kekal, maka firman-Nya pasti kekal. Karena itu, berabad-abad Alkitab selalu relevan. Firman itu selalu hadir dengan pesan mendalam mulai dari abad permulaan hingga postmodern.

KRITIK NEGATIF.
Kritik terhadap Alkitab sebagai firman Tuhan terus bergulir. Sejak lama telah berkembang ajaran yang mengatakan Alkitab bukan firman Allah seutuhnya. Atau, Alkitab bukan firman Allah secara hakikat. Alkitab hanya berisi firman Allah. Maka, tugas manusia adalah memilih dan memilah, mana yang firman dan mana yang bukan. Dalam hal ini, Alkitab menjadi obyek manipulasi manusia. Alkitab bukan lagi sebagai firman yang mengajar dan menuntut manusia untuk menaatinya. Jelas, pemahaman seperti ini berbahaya dan menggerogoti iman Kristen.

Demikian pula pemahaman bahwa Alkitab baru menjadi firman bila berkesan dan menyentuh perasaan hati. Pandangan ini menjadikan obyektivitas firman diganti dengan suatu kesan subyektif yang sifatnya sangat relatif. Ini berarti, posisi otoritas dialihkan dari Alkitab kepada manusia. Penilaian datang dari manusia berdasarkan kesan yang ia dapatkan. Kalau menyentuh perasaan, maka disebut firman. Namun, bila tidak, maka dianggap bukan firman. Dengan pemahaman yang demikian dipastikan akan menjadi kacau. Maksudnya, pendapat masing-masing orang bisa bervariasi. Yang satu berkata ini firman. Sebaliknya, yang lain menolak mentah-mentah.

Belum lagi, pemahaman Alkitab yang dilepaskan dari konteks. Ayat-ayat dicomot dari konteksnya serta dipertentangkan satu sama lain. Lalu, seenaknya mengatakan Alkitab bukan firman Allah. Fenomena ini hendak menunjukkan bahwa sebagian orang tidak menghargai firman Allah. Mengapa bertindak demikian? Salah satu alasannya, kebenaran Alkitab dianggap relatif. Dan, relativisme terhadap kebenaran merupakan salah satu ciri pemikiran postmodern.

TERUJI OLEH ZAMAN.
Sejak zaman Perjanjian Lama (PL), raja-raja telah membuktikan bahwa firman Allah selalu relevan. Relevan untuk menjawab persoalan yang terjadi pada masa itu. Bahkan, pemimpin yang menuruti firman Tuhan dibela dengan cara yang unik (2Raj. 19:14-20; 35). Maka, ketika Kitab Taurat ditemukan kembali pada zaman Raja Yosia (2Taw. 34:14), ia melakukan reformasi besar-besaran. Yosia menata pemerintahannya berdasarkan firman Allah. Ia memulai dari dirinya sendiri. Saat mengetahui bahwa yang ia lakukan berlawanan dengan firman Allah, tak segan-segan Yosia merendahkan diri di hadapan Tuhan. Bagi Yosia, Kitab Taurat—firman Allah adalah hal yang utama. Baginya, firman Allah diperlukan secara mutlak dalam segala aspek, termasuk pemerintahan.

Dalam Perjanjian Baru (PB), di masa tuanya, Paulus pun menyadari pentingnya firman Tuhan. Ketika berada di penjara, ia meminta Timotius membawakan kitab-kitab, terutama perkamen (2Tim. 4:13). Perkamen itu dalam bahasa Yunani disebut sebagai membrana, dalam bahasa Inggris disebut parchment. F.F. Bruce menerjemahkan perkamen itu sebagai let it be especially the Bible. Perkamen biasanya dibuat dari kulit binatang, misalnya kulit kambing, antope, dan sebagainya. Umumnya perkamen lebih tahan lama dan lebih mahal harganya.

Paulus meminta Timotius membawakan perkamennya dari Troas. Mengapa? Agar dalam kesedihan, kesepian,dan pengap ia mendapat kekuatan. Kekuatan yang bersumber dari firman Tuhan. Mungkinkah firman Tuhan mampu memberi kekuatan? Dalam Apakah Inerrancy Alkitab Itu?, Pdt. Arnold Tindas, M.Div, menyitir pendapat Dr. John Calvin. Calvin berkata, ...keyakinan kita mengenai kebenaran Alkitab diperoleh dari satu sumber yang lebih tinggi daripada perkiraan-perkiraan, pendapat-pendapat, atau pertimbangan-pertimbangan manusia; yaitu kesaksian suci dari Roh Kudus. Sesungguhnya adalah benar... bahwa jika Allah berada di surga, maka Kitab-kitab Hukum, Kitab Nabi-nabi, dan Injil berasal dari Dia...menjadi bukti yang jelas bahwa hal-hal yang dikemukakan di dalam Alkitab adalah diucapkan oleh Allah dan sebagai konsekuensinya, semua itu menjadi ajaran surgawi dari Dia.

Tanpa ragu, Calvin meyakini bahwa hal-hal yang terdapat dalam Alkitab benar adanya. Tidak perlu mencari-cari mana yang firman dan mana yang bukan firman. Implikasi dari pemahaman ini berarti Alkitab adalah firman Allah yang selalu relevan, dahulu, sekarang, bahkan sampai selama-lamanya. Alkitab telah teruji oleh zaman, membuktikan bahwa Allah dan firman-Nya kekal.

OTORITAS TERTINGGI.
Alkitab adalah titik awal dari semua bidang studi. Alkitab sendiri yang menyatakan demikian. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2Tim. 3:16-17). Terlihat jelas bahwa hanya Alkitab yang merupakan standar untuk mengevaluasi dan memahami segala sesuatu yang lain. Seperti yang ditulis Dr. W. Gary Crampton, Ph.D., Alkitab berdiri sebagai hakim dari segala sesuatu dan tidak pernah dihakimi oleh sumber lain apa pun.

Karena Alkitab adalah firman Allah, maka tidak mungkin ada otoritas lain yang lebih tinggi. Integritasnya tak perlu diragukan karena bersumber dari wahyu Allah yang Mahatinggi. Maka, mutlak dipercayai karena Alkitab benar dan kekal (Mzm. 119:89; 160), isinya sempurna (Mzm. 19:7), suci, benar, dan baik (Rm. 7:12). Alkitab, wahyu Allah bagi manusia sepanjang zaman. Sejarah telah membuktikan kebenarannya.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tutun  - Buku Terlaris Di Dunia   |61.30.105.xxx |06-11-2009 17:52:05
"Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk
setiap perbuatan baik". Ketika ada manusia yang meragukan kebenaran isi
Alkitab cuma satu jawabannya, dia tidak menaruh hidupnya di dalam Allah, dia
bukan milik kepunyaan Allah, seperti kata 2 Tim 3 di atas. Alkitab terbukti
adalah buku paling laris di seluruh dunia. Rugi kalo kita tidak memilikinya.
Semoga banyak yang di berkati lewat artikel ini. Terimakasih Pak Manati, tulisan
Bapak sungguh memperkaya pemahaman kami tentang keberadaan Alkitab yang adalah
Firman Allah yang Hidup.
shany  - alkitab, buku yang paling baik   |202.182.163.xxx |08-11-2009 05:42:30
alkitab adalah sebuah buku dimana aku dapat mengetahui segala kesalahan juga
dosa-dosa yang telah aku perbuat, Alkitab pula yang mengajarkan betapa firman
Tuhan lebih baik dari segalanya, walau aku jarang membaca alkitab, tapi ketika
aku membacanya aku mendapat keyakinan yang baru tentang Dia. Benar alkitab tidak
dapat diselami ceritanya,tiap hari ada hal baru yang dapat kita baca
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."