• PDF

Kabar Baik Tak Usah Diwartakan?

Penilaian Pengunjung: / 8
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 16 Desember 2009 13:35
  • Ditulis oleh Manati I. Zega
  • Sudah dibaca: 4726 kali

Mewartakan Kabar Baik adalah perintah Tuhan Yesus yang berlaku sepanjang abad. Perintah itu belum diubah. Maka, yang perlu dijawab adalah metodologi yang tepat sesuai konteks budaya bangsa kita. Kultur dan adat istiadat berbeda-beda. Tugas Pewarta adalah menemukan celah hingga Kabar Baik dapat diterima.

Masing-masing pribadi mengambil sikap yang berbeda-beda terhadap Pewartaan Kabar Baik. Sebagian orang berpendapat bahwa tindakan pewartaan Kabar Baik sudah cukup dengan kegiatan-kegiatan sosial. Mendirikan rumah sakit, membangun sekolah, atau lembaga sosial lainnya. Lalu, mereka menyebut tindakan itu sebagai pewartaan Kabar Baik. Namun, sebagian lain berkata bahwa tindakan itu belum termasuk dalam tindakan mewartakan Kabar Baik. Bagi kelompok ini, Kabar Baik mutlak disampaikan secara verbal, diwujudkan dalam kata-kata.

DEFINISI
Pewartaan Kabar Baik (evangelization) adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kristiani. Kata evangelization berasal dari kata evangelion. Menurut V. Becker dalam Gospel, Evangelize and Evangelist, ada beberapa kata yang menjadi bentuk dasar kata Kabar Baik dalam bahasa Yunani. Kata itu adalah, pertama, evangelion yang berarti Kabar Baik atau Injil. Kedua, kata evangelistes yang berarti pemberita Kabar Baik atau penginjil. Ketiga, evangelisdzo yang berarti memberitakan Kabar Baik, proklamasi atau khotbah.

Kata evangelion memberi penekanan tentang suatu berita yang hendak disampaikan. Kata ini berasal dari kata benda angelos yang berarti malaikat atau utusan dari Allah. Kata ini berhubungan erat dengan kata angello yang berarti membawa suatu berita atau memberitakan. Maka, menurut Edward R. Dayton and David A Fraser dalam Planning Strategies for World Evangelization, kata evangelion berarti Kabar Baik dari Allah yang hendak disampaikan kepada semua orang.

Injil adalah suatu berita untuk diakui; suatu realitas yang disaksikan oleh seorang saksi. Injil adalah berita yang dari Allah yang disampaikan dengan penuh keyakinan bahwa si pendengar atau si penerima diyakinkan, dinasihatkan dengan serius, dingatkan, dan, diyakinkan. Dalam Planning Strategies for World Evangelization, Edward R. Dayton mengatakan berita Injil disampaikan bukan hanya kepada mereka yang belum pernah mendengar Kristus tapi kepada mereka yang sudah percaya, kepada seluruh dunia.

SEIMBANG
Bagaimana Kabar Baik harus diwartakan? Inilah masalah dasar yang harus dijawab. Bila kita berbicara tentang pewartaan Kabar Baik, figur yang sangat sentral adalah Tuhan Yesus sendiri. Yesus adalah penggagas sekaligus pelaku utama. Yesus memberi Amanat Agung, dan Dia sendiri yang pertama kali mempraktikkannya. Selama pelayanan-Nya di muka bumi ini, Yesus mewartakan Kabar Baik secara verbal di rumah-rumah ibadah (Luk. 4:16). Dia pun mengajarkan firman Tuhan secara verbal. Dia menunjukkan kebobrokan dan memberi solusi. Namun, pada kesempatan lain, Dia memakai jalur sosial untuk mewartakan Kabar Baik tersebut. Di Kapernaum misalnya, Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Mrk. 2:1-5). Setelah itu, Dia mewartakan Kabar Baik tentang pengampunan dosa. Inilah inti berita Kabar Baik. Manusia berdosa beroleh pengampunan dosa. Itu pula yang pernah diserukan Nabi Yesaya kepada bangsa Yehuda yang dalam pembuangan. Delapan Abad sebelum Masehi, Yesaya yang sering dijuluki nabi Injili menyerukan pentingnya pengampunan. Hendaklah orang jahat memperbaiki hidupnya, dan mengubah jalan pikirannya. Biarlah ia kembali kepada TUHAN, supaya mendapat belas kasihan-Nya. Hendaklah ia berpaling kepada Allah kita, sebab TUHAN mengampuni dengan murah hati. (Yes. 55:7—BIS)

Yesus adalah pelaku pewartaan Kabar Baik. Dan, bagi-Nya hal ini amatlah penting. Maka, sebelum naik ke surga Amanat Agung diberikan agar para murid dan gereja sepanjang masa selalu mengingat hal ini. Yesus berkata: Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk (Mrk. 16:15). Ayat ini terkenal sebagai ayat Amanat Agung.

Yesus mewartakan Kabar Baik secara verbal, namun tidak mengabaikan perbuatan baik (sosial). Yesus adalah figur yang sangat tepat untuk diteladani. Dalam diri-Nya, sisi keseimbangan terlihat sangat jelas.

METODOLOGI
Dalam teologi Paulus, pewartaan Kabar Baik menjadi isu sentral. Menurut Paulus, Kabar Baik adalah berita bahwa Allah telah bertindak untuk keselamatan umat manusia melalui inkarnasi, kematian, dan, kebangkitan Yesus Kristus.

Apakah pewartaan Kabar Baik itu? D.T. Neils seorang teolog dari Sri Lanka mengatakan bahwa pewartaan Kabar Baik seperti one beggar telling onother beggar where to get food (ibarat seorang seorang pengemis yang menceritakan pengemis yang lain di mana mendapatkan makanan, red). Sementara itu, John Stott seorang pemikir kristiani yang disegani berkata bahwa pewartaan Kabar Baik adalah usaha membagikan atau mengabarkan berita Injil kepada orang lain. Apakah Kabar Baik dimaksud? Menurut Stott, Kabar Baik tersebut adalah berita tentang Yesus Kristus. Kabar Baik itu adalah Yesus telah mati untuk dosa kita dan untuk dosa isi dunia. Dia telah dibangkitkan dari kematian oleh Bapa menurut Alkitab (PL dan PB), dan, melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Dia menawarkan pengampunan dosa dan memberikan Roh Kudus kepada semua orang yang percaya.

Pada hakikatnya, pewartaan Kabar Baik adalah partisipasi umat kristiani dalam menyampaikan Kabar Baik bahwa Yesus adalah Mesias dan Juruselamat dunia. Pewartaan Kabar adalah usaha untuk membagikan berita tentang Yesus dan mengajar agar menjadi murid sejati. Hal ini sesuai dengan Amanat Agung-Nya. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:19-20).

JAMINAN PENYERTAAN
Karena pewartaan Kabar Baik merupakan mandat Tuhan Yesus, maka Dia pun memperlengkapi. Dia tidak menyuruh tanpa bekal memadai. Ibarat seseorang yang pergi bertempur, ia harus punya selengkap senjata untuk mengalahkan musuh. Tuhan Yesus tahu hal itu. Maka, Dia memberi pewarta Kabar Baik senjata yang tak terkalahkan. Senjata itu adalah kuasa Allah sendiri. Alkitab mencatat segala kuasa di surga dan di bumi dilimpahkan kepada mereka yang mewartakan Kabar Baik. Mengapakah kuasa itu diberikan? Tentu, agar pewarta Kabar Baik mampu menembus kemustahilan. Mampu melumpuhkan tembok raksasa yang dibangun oleh keangkuhan manusia.

Tatkala mewartakan Kabar Baik dengan kekuatan manusia, dipastikan tidak membawa dampak apa pun. Mengapa? Rasio manusia makin sukar ditaklukkan. Apalagi, terlintas pemikiran tidak butuh Tuhan. Mereka yang menuhankan ilmu pengetahuan, merasa bahwa pengetahuan adalah jawaban atas segala sesuatu. Namun, fakta membuktikan tidak selamanya ilmu pengetahuan mampu menjawab persoalan, terlebih persoalan manusia yang mendasar, yakni masalah dosa. Ilmu pengetahuan gagal memberi solusi. Ilmu pengetahuan tidak mampu menyelesaikan masalah dosa. Yang dapat menjawabnya adalah Allah sendiri. Maka, penyertaan Allah mutlak diperlukan agar Kabar Baik menjadi berita yang efektif. Berita yang membawa pada keselamatan kekal.

 

Yogyakarta, 09 Agustus 2009

 

 

-Manati I Zega-

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
marloyati rohi  - Kristus datang kedunia membawa damai   |202.70.58.xxx |18-12-2009 14:53:27

selamat Hari Natal 2009 & menyongsong Tahun Baru 2010, Tuhan Yesus
pembawa damai yang akan memelihara hati kita dengan
menghindarkan diri dari perdebatan yang sejuk dan hati tentram, semoga
kita dapat mewartakan kabar baik dengan bijak, tulus seperti
merpati.....JBU
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."