• PDF

Aku, Belum Berpengalaman…

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 25 September 2009 14:32
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 2689 kali

Berkatalah Yosua, demikian: "Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini; Jos.1:12,13. Itulah yang selalu dikatakan oleh Yosua kepada bangsa Israel: “Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu!” Padahal Musa sudah dipanggil Tuhan, dia sudah ada di Sorga bersama dengan Bapa, yang telah menyelamatkan dia. Yoh.1:1. Yosua adalah hamba Musa, atau anak buah dari Musa. Dia orang yang setia dalam pelayanan. Hamba itu mengikuti kemauan tuannya dengan baik. Yosua juga memiliki iman yang sama seperti Musa. Apa yang dilakukan oleh tuannya, dipelajari dengan baik dan kemudian diikuti dengan saksama. Ketika Yosua dan Kaleb di utus Musa untuk mengintai Tanah Perjanjian, hanya dua orang yang bertahan melawan 10 suku atau 10 utusan yang menentang masuk ke Tanah Perjanjian. Dua orang itu adalah Yosua dan Kaleb. Mereka tetap mengatakan bahwa Tanah Perjanjian itu sudah disediakan bagi kita. Mari kita tetap masuk ke tanah yang sudah Allah berikan kepada kita! Maka Yosua dan Kaleb diberkati Allah karena dia berjalan dalam kehendak-Nya. 10 utusan yang lain menerima hukuman dari Allah, karena mereka menghasut saudara-saudaranya melawan Musa, bahkan mereka mengatakan tanah Mesir makmur dan lebih enak kembali ke sana. Masuk tanah Kanaan adalah “bunuh diri”, karena mereka lebih kuat dari kita dan lebih berpengalaman. Kita semua akan mati di tangan orang-orang Kanaan. Tetapi Yosua dan Kaleb menguatkan bangsa Israel, bahwa Tanah Perjanjian adalah tanah yang berlimpah susu dan madu. Tanah itu sudah dijanjikan Allah sejak zaman Abraham, Ishak dan Yakub. Tanah itu adalah tanah yang sudah ditetapkan Allah untuk bangsa Israel. Maka Yosua dan Kaleb mendorong seluruh bangsa Israel tetap maju masuk ke tanah Perjanjian. Mereka tidak ragu-ragu akan janji Tuhan. Mereka benar-benar memegang janji Tuhan. Mereka percaya, bahwa Allah bukan Allah yang asal berjanji! Allah yang sudah menetapkan Tanah Perjanjian itu akan diberikan kepada keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Tanah Perjanjian itu adalah tanah yang nantinya akan melahirkan Mesias, Juruselamat umat manusia!

Sekarang tiba waktunya bagi Yosua untuk memimpin bangsa itu masuk ke Tanah Perjanjian. Namun Yosua sadar, bahwa dirinya masih jauh dari tuannya, yaitu Musa. Yosua masih muda dan belum berpengalaman. Tetapi Yosua tidak minder dan tidak menolak panggilan Tuhan. Yosua mau belajar dan terus belajar. Maka Yosua masih “meminjam” otoritas Musa, sekalipun dia sudah mati. “Otoritas Musa” itu yang memberikan kekuatan bagi Yosua untuk melayani Allah. Modal utama Yosua hanya taat pada Firman Allah. Amin.

 

 

”PENGALAMAN SANGAT PENTING UNTUK DAPAT BELAJAR MENJADI LEBIH BERPENGALAMAN”

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
charles   |125.164.211.xxx |15-10-2009 16:01:59
Thanks pak nathanael. Tuhan pasti akan memebri pengalaman-pengalaman iman bagi
setiap anak-anakNya yang rindu mencari wajahNya.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."