• PDF

Aku, Dendam Mereka…

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 06 November 2009 15:39
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 3411 kali

Setiap orang mempunyai pengalaman-pengalaman hidup yang unik. Tidak ada seorang pun yang bisa mempunyai pengalaman hidup yang sama; seperti air sungai yang terus mengalir, maka dasar sungai itu terus berubah dan berubah. Pengalaman hidup yang terjadi sangat bervariasi, dari yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, terus silih berganti dan terus berubah. Kita bisa berjumpa dengan orang yang sangat peka, tetapi kita juga bisa bertemu dengan orang yang tidak berperasaan; sehingga dia bisa mengatakan apa saja yang sangat menyakitkan hati, tetapi dia tidak pernah merasa sakit hati! Ada orang yang selalu menyakiti hati orang lain dan dirinya tidak pernah merasa bersalah; tetapi juga ada orang yang sangat hati-hati untuk berbicara, karena takut kalau menyakitkan hati orang lain. Itulah keunikan manusia yang diberikan Tuhan perasaan. Ya, perasaan itu bisa acuh tetapi juga bisa membara dalam hati kita sendiri, sampai kita menajdi orang yang stress bahkan bisa depresi, karena suara perasaan yang tidak terbendung. Perasaan yang terluka itulah yang membuahkan perasaan dendam. Ketika dendam ada dalam hati, maka yang ada hanyalah perasaan kebencian dan sikap yang terus ingin membalas. Tidak ada belas kasihan, apa lagi memberikan pertolongan. Pikirannya selalu berusaha untuk menghancurkan atau paling tidak membiarkan mereka dalam penderitaan atau kesulitan mereka. Malah berharap agar mereka mengalami kecelakaan, dan Tuhan menghukum mereka!

Pengalaman pahit itu juga dialami oleh Yunus. Tidak dijelaskan apa yang menyebabkan Yunus mempunyai dendam atau sakit hati dengan penduduk Niniwe. Bisa juga Niniwe bangsa yang pernah menjajah dengan kejamnya atau selalu merugikan Israel, sehingga mengalami penderitaan yang berkepanjangan atau masalah-masalah pribadi Yunus. Pengalaman yang tidak enak, yang terjadi dalam diri Yunus, bisa kesalahan orang-orang Niniwe, tetapi bisa juga karena kepekaan Yunus, sebagai orang yang sangat berperasaan. Sikap-sikap itu yang pada akhirnya membuat Yunus dendam dengan orang-orang Niniwe. Yunus tidak mau diutus Tuhan untuk membawa berita keselamatan dari Allah. Yunus lebih baik menghindar dan pergi ke tempat lain. Dia merasa lebih aman ke tempat lain, daripada melayani di Niniwe. Namun, rencana Tuhan tetap berjalan dan tidak bisa dibatalkan oleh siapapun! Tuhan menghajar Yunus dengan pengalaman yang sangat mengerikan! Akhirnya Yunus harus pergi ke Niniwe dan kotbah di sana. Banyak orang yang bertobat dan percaya kepada Allah. “Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.” Yun.4:1. Tuhan menegur Yunus dan mengingatkan bahwa dendam itu harus dibereskan dengan pengampunan dan kasih. Tuhan menyatakan anugerah-Nya kepada orang yang dikasihi-Nya. Amin.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
yosua tan  - jangan dendam     |202.156.8.xxx |09-11-2009 13:53:39
[coya lor=red][/color][size=medium][/s ize]


yah susah lah,saya
rasakan sendiri,mungkin saya bedah2 tipis sama yunus .21thn yang lalu saya
bertobat ,di usia 26 thn ,kotor papa,sakit,miskin tdk punya,15thn kemudian saya
kurang melayani lagi,dulu saya rasa kurang baik dlm cara2 melayani,jadi saya
berhenti dulu,cuma kawan menganggap saya tdk melayani lagi,jujur aja,saya
dendam,dgn hambah tuhan,masih mudah,tiba2 dtg digerja jadi gembala
sidang,mengatur sangat kasar sekali,dan emosi sekali,saya mundur total dlm
pelayan membuang dendam tdk mudah,kini umur saya 47thn fisik kurang juga
mendukung jika melayani,seperti dulu lagi,cuma kawan atau jemaat/hambah
Tuhan(hambah tuan) terus minta saya seperti dulu lagi mana bisa sudah tua
ini,saya masih dendam sama beberapa hambah tuhan,mereka datang dugerja
saya,melayani,menyuruh saya dan kawan melayani,lantas hambah tuhan(hambah
tuan2)1sampai 5 thn pergi,dan meninggalkan segalah...
jef   |118.137.246.xxx |10-11-2009 03:43:22
bapak yosua,
ijinkan sy u memberi sdkt sharing ..maafkan..

sy mkg tdk pernah
mengalami hal yang begitu menyakitkan spt anda tapi stdknya sy pernah mengalami
hal yg serupa spt anda ketika melayani di gereja dimana org di gereja menilai sy
negatif krn tanpa melihat kebenaran yg sebenarnya dan sy sempat menjadi sakit
hati...tapi sy ingat suatu hal ketika mendengar suatu khotbah bhw sy bukan
melayani manusia tapi sy sedang melayani Tuhan. Hamba Tuhan srg manusia shg mrk
pasti akan pernah bikin kesalahan dan kita akan pasti merasa kecewa apabila
selalu berharap kepada mrk.


Yesus kristus jg ditolak, sejak lahir di dunia
(tdk ada rumah yg mau menerima Maria yg mau melahirkan Yesus) sampai matipun di
kayu salib kmd terangkat ke sorga, DIA tetap ditolak oleh org2 termasuk yang
paling dekat yaitu murid2nya...krn murid2Nya masih tak mengenal DIA krn masih
berharap Yesus mendirikan kerajaan di dunia. S/d skrg pun org Israel masih
aprijanti     |202.147.241.xxx |09-11-2009 14:58:31
Terima kasih, saya dibukakan kembali mengenai keunikan manusia dengan berbagai
karakternya sehingga bisa menjadi bekal untuk lebih memahami dalam berhubungan
dengan banyak orang. Dan yang terpenting di atas semuanya itu adalah saya harus
memiliki sikap yang mau mengampuni dan mengasihi.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."