• PDF

Aku, Kamu Dipilih Tuhan

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 04 Desember 2009 09:50
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 3457 kali

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Yoh. 15:16.

Di senja di mana langit mulai gelap, sinar matahari masih menyisihkan sedikit pancarannya, awan kemerah-merahan, datanglah sepasang suami isteri yang masih muda. Mereka datang dari luar kota yang cukup jauh, karena lintas propinsi. Petang itu juga mereka minta diantar dan ditemani ke Panti Asuhan Anak Kristen. Mereka datang bukan saja mau menjadi donatur yang baik, tetapi juga mau mengadopsi anak. Pergumulan sudah cukup matang dan mantap untuk mengambil anak yang menjadi buah hati mereka. Maka meluncurlah kami menuju tempat Panti Asuhan Anak tersebut. Kedatangan kami disambut dengan begitu hangat dan penuh kasih. Bukan saja oleh Pengurus Panti, tetapi juga seluruh Yayasan dan anak-anak yang begitu banyak, ikut menyambut dengan penuh sukacita, bahkan dengan kehausan kasih yang mereka butuhkan. Setelah berbincang-bincang cukup lama, karena membahas bagaimana proses adopsi dan juga masalah-masalah komitmen dan kasih orangtua kepada anaknya, serta tanggung jawab sepenuhnya kepada anak yang diadopsi, karena anak itu juga mempunyai hak yang sama sebagai anaknya sendiri yang menjadi ahli warisnya. Semua sudah dibicarakan dengan baik. Lalu kita masuk dalam Persekutuan Doa, untuk meminta Tuhan sendiri yang menolong dan menetapkan anak mana yang akan dipilih dari puluhan anak yang berbaring di tempat tidurnya. Begitu masuk ke ruang bayi, setiap anak tidur di boksnya masing-masing. Ada yang tertawa, menangis, memandang dengan mata yang bulat, sipit, dan sebagainya. Setiap anak dilihat dengan cermat, penuh perhatian dan haru. Sepertinya calon orangtua asuh mau melihat hatinya dengan hati sang bayi. Mau mencoba ada kontak hati dan getaran nurani, yang mengatakan: “Ini dia, yang akan kuangkat dan kuambil dari tempat tidurnya, lalu aku bawa pulang!” Sang bayi pun memandang dengan mata kepolosan, karena dia tidak tahu “mengapa dia lahir di dunia ini; mengapa dia ada di boksnya yang hanya dirawat para juru rawat dan bukan orangtua kandungnya.”

Akhirnya tiba saatnya untuk memutuskan: “Ini dia anakku!”. Bayangkan betapa sukacitanya anak itu! Diangkatnya dia dan dipeluk seraya sanak famili yang ikut sama-sama saling menggendong dan men-ciumi anak itu! Dia dipilih untuk pindah dari panti menuju rumah yang “layak” sebagai seorang anak yang mempunyai papa dan mama. Itulah kita sekalian! Tuhan Yesus mengatakan: “Bukan kamu yang memilih AKU, tetapi AKUlah yang memilih kamu”. Kita salah satu orang yang dipilih dari milyaran orang untuk dikasihi-Nya. Amin.(NC)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."