• PDF

Aku Mau Bersyukur…

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 16 Desember 2009 13:26
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 2629 kali

Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan ada orang yang berhutang sepuluh ribu talenta, lalu tuan itu tergerak hatinya oleh rasa belas kasihan pada orang itu, karena dia tidak mampu membayar hutangnya. Maka tuan itu membebaskan hutangnya. Maka bersukacitalah orang itu, dia pulang dengan hati yang sangat bergembira. Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, dia bertemu dengan orang yang berhutang kepadanya. Hutang itu sebesar 10 dinar, orang itu juga sama-sama tidak punya, kondisinya tidak juga tidak mampu. Tetapi dia yang baru saja dibebaskan dari hutang sepuluh ribu talenta, marah besar, sampai mencekik orang itu. Dia harus segera membayar utangnya yang sepuluh dinar. Jika kita membandingkan hutang orang yang pertama kira-kira sepuluh juta dan orang yang kedua sebesar sepuluh ribu. Itulah kira-kira perbandingan antara orang yang berhutang pertama dan kedua. Dengan cerita itu kira-kira kita akan memberikan penilaian apa terhadap orang yang pertama, yang dibebaskan oleh tuannya, karena memang dia tidak mampu untuk membayar. Pasti kita akan menilai bahwa orang itu sangat keterlaluan! Dia orang yang sama sekali tidak tahu diri dan tidak pernah berterima kasih terhadap apa yang dia alami dan orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Padahal orang itu juga mengalami kesulitan yang sama, tidak bisa membayar hutangnya. Ketika tuan yang membebaskan orang pertama itu mendengar, maka dia sangat marah sekali. Tuan itu memanggil orang yang pertama hutang kepadanya, dan kemudian menghukumnya Mat. 18:23-35.

Sikap hati yang sama sekali tidak pernah memberikan rasa terima kasih atau syukur atas segala berkat dan anugerah yang diterimanya. Pertama orang itu tidak mengenal siapa dirinya sendiri dan situasi kondisi yang sedang terjadi. Kalau dia datang kepada tuannya dan menceritakan keadaannya yang tidak mampu, lalu tuan itu melunaskan segala hutangnya. Maka seharusnya dia semakin menyadari bahwa dia adalah orang yang sangat dikasihi oleh tuannya. Dia tidak perlu membayar hutang lagi! Kedua, orang itu tidak mau mengerti keadaan orang lain. Maka dia adalah orang yang sangat egois sekali; sangat mementingkan dirinya sendiri dan tidak peduli orang lain. Orang yang hanya melihat penderitaan diri sendiri dan tidak mau melihat penderitaan orang lain. Orang yang demikian biasanya kalau mengalami kerugian dia akan berteriak sekeras-kerasnya, tetapi kalau mendapatkan keuntungan maka dia menjadi orang yang bungkam seribu bahasa! Berbeda dengan Pemazmur, ketika menikmati berkat Tuhan, dia berkata: “Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib; Maz.90:2. Ketika beban hidup kita diangkat Tuhan, maka kita harus bersyukur dan mengasihi sesama kita. Amin. (NC).

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."