• PDF

Waktu Yang Cepat Berlalu…

Penilaian Pengunjung: / 11
TerjelekTerbaik 
  • Jumat, 06 Agustus 2010 15:38
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 4747 kali
Dua anak remaja yang bersahabat sangat akrab. Mereka sekolah dari Taman Kanak-Kanak sampai lulus SMA. Pada waktu Remaja, mereka mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani. Pada waktu itu Firman Tuhan diberitakan begitu jelas sekali, bagaimana Allah mengasihi manusia sampai DIA rela menderita bahkan mati di atas kayu salib. Setiap orang yang percaya ditebus dan diselamatkan menjadi anak-anak Allah yang dikasihi-Nya. Kita menjadi kawanan domba Allah dan Allah menjadi Gembala Agung kita. Maka sebagai anak-anak Allah, kita dipanggil untuk menjadi rekan kerja Allah. Banyak orang yang belum mendengarkan berita anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Siapakah diantara anak-anak yang bersedia menjadi seorang hamba Tuhan yang membawa berita Injil kepada semua orang? Pertanyaan itu sangat mendebarkan salah satu hati anak remaja itu. Dengan spontan dia berdiri dan mengatakan “Tuhan ini aku utuslah aku”. Jiwanya begitu hancur ketika mendengar masih banyak jiwa-jiwa yang belum menerima berita anugerah keselamatan Allah. Sedangkan sahabatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat keputusan yang diambil sahabatnya. Dia sama sekali tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh sahabatnya itu. Padahal mereka berjanji setelah lulus SMA akan mengambil bidang bisnis…

Waktu terus berjalan dengan cepat. Mereka berpisah karena masing-masing mengambil studi lanjutan yang berbeda; satu ke urusan bisnis dan yang satu ke sekolah teologia. Sekolah dan tempat kerja memisahkan mereka, yang dulunya sahabat akrab. Bahkan sampai kematian, membuat mereka lebih tidak bisa bertemu lagi. Berita kematiannya membuat rekan bisnisnya begitu terpukul sekali. Pada saat kebaktian pemakaman, sahabatnya dibawa dari luar negeri menuju ke kampung halamannya. Bukan itu saja, jenasahnya disemayamkan di sebuah Gereja yang paling besar di kota itu. Ribuan orang ikut merasakan duka atas kepergian hamba-Nya yang setia, bahkan bukan saja ribuan tetapi jutaan orang, karena seluruh dunia merasa duka atas kembalinya seorang hamba Tuhan yang setia melayani mengabarkan Injil. Sahabatnya begitu berduka, dia menangis begitu rupa, sampai semua orang heran. Ada apa dengan bapak ini? Apakah sama-sama sebagai seorang penginjil? Setelah ditanya, ternyata bukan! Justru dia sangat kecewa dengan waktu yang berjalan begitu cepat, tetapi dia belum berbuat apa-apa untuk Tuhan. Seperti Pemazmur berkata: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.  Maz. 90:12. Amin.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Oyizt Ian  - ckckckckck.....   |Author |07-08-2010 03:04:43
keren banget..
aku jadi langsung merinding setelah baca ini...
Puji Tuhan...
sutrimo   |202.93.37.xxx |10-08-2010 22:18:47
perjalanan kehidupan adalah rahasia Tuhan makanya kita jangan menyia-nyiakan
waktu.Kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita.
rini  - waktu yg cepat berlalu   |125.164.8.xxx |14-08-2010 12:06:12
thx utk renungannya,membuat sy review kmbali ''sdhkah sy temukn sweet spot alias
panggilan tuhan dlm hidup ini?''
nety  - waktu cepat berlalu   |117.103.174.xxx |18-08-2010 18:43:21
sungguh luar biasa...hamba Tuhan yang selalu setia, meskipun ia telah tiada tapi
pelayanannya masih begitu terasa hingga ia tiada. GBU
maria   |Registered |13-09-2010 01:22:37
haleluya
Anonymous   |125.161.52.xxx |15-10-2010 16:15:25
Puji Tuhan!
artikel ini mengingatkan saya untuk tdk menyianyiakan waktu yg ada,
selagi ada kesempatan kita melayani Tuhan sesuai talenta kita. GBU all!
stella rumambi  - shyahdu     |210.24.110.xxx |27-12-2010 15:44:49
sbrapapun pjg pdknya sbuah khidupan adlh misteri alam yg maha kuasa.sbg mnusia
kita tak penah tau kpn wktu kita berakhir tapi jika disetiap penggal waktu yg
kita punya dedikasi untk melakukan yg terbaik serta mampu bertanggung jawab ats
kehidupan kita sendiri apalagi bermanfaat bagi org lain niscaya tiap hari yg
kita jalani adlh hari yg penuh gembira optimis
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."