Aku, Tidak Pandai…

Penilaian Pengunjung: / 7
TerjelekTerbaik 
Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda." Yer.1:6. Kita banyak menjumpai ayat-ayat dalam Alkitab yang membicarakan bagaimana manusia menolak panggilan Tuhan dengan cara apapun. Yang penting bisa menghindar dari panggilan Tuhan. Kita juga menjumpai bagaimana Tuhan memanggil Yeremia. Tuhan sangat membutuhkan peran Yeremia untuk membebaskan Israel dari negeri perbudakan Babel. Bangsa Isreal hampir 70 tahun ada dalam penjajahan Babel yang begitu kejam. Sekarang sudah waktu-Nya, Israel harus kembali dari pembuangan. Tuhan membutuhkan Yeremia ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan yang besar, yaitu membawa umat-Nya kembali ke tanah Perjanjian. Namun, sekali lagi kita melihat bahwa panggilan Tuhan tidak selalu mulus! Panggilan Tuhan senantiasa mendapat penolakan! Tidak semua orang yang dipanggil-Nya selalu siap sedia dan berangkat untuk bekerja bagi Tuhan. Memang hal ini adalah hal yang wajar, kalau manusia menolak panggilan Tuhan. Ada beberapa alasan yang memang benar-benar dapat menjadi alasan! Bukan alasan yang dibuat-buat, tetapi benar-benar alasan yang bisa dipertanggung jawabkan. Apa itu? Misalnya, ada orang yang memang merasa gentar, takut, dan tidak berani mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan! Dia merasa sebagai orang yang berdosa, yang tidak layak untuk mengerjakan tugas dari Tuhan. Kedua, memang tidak mampu menghadapi jemaat Tuhan yang begitu berat. Ada perasaan takut kalau tidak diterima, karena memang tidak mudah menggembalakan umat Tuhan itu. Maka tidak heran kalau Musa dan Yeremia mempunyai penolakan yang sama, yaitu “Aku tidak pandai berbicara”. Satu alasan yang memang mereka tidak berani. Sekalipun bagi Musa, sebenarnya alasan itu kurang tepat, karena Musa telah dilatih di Mesir sebagai seorang sarjana yang bukan saja pandai, tetapi juga mampu berdialog, berdiskusi dan berdebat. Karena pada waktu itu Mesir juga sudah mempunyai perguruan tinggi yang terkenal. Musa salah satu alumni dari perguruan tinggi Mesir. Maka Tuhan hanya memberi tanda-tanda bagi Musa agar Musa percaya akan pimpinan Tuhan. Berbeda dengan Yeremia, Tuhan langsung menyentuh mulut Yeremia, sehingga Yeremia menjadi orang yang pandai berbicara. Pengakuan Yeremia, “Tidak pandai bicara” memang benar, dia kurang mampu berbicara. Dan Tuhan perlengkapi Yeremia menjadi orang yang pandai berbicara.

Kita dapat menemukan bahwa bagi Tuhan tidak ada alasan untuk menolak panggilan-Nya. Tuhan mampu mengubah diri kita sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan dapat memperlengkapi kita dengan sempurna agar pekerjaan Tuhan tetap berjalan dengan baik. Pertanyaannya, “Maukah kita diperlengkapi-Nya?” Amin. (NC).
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Leon   |202.152.243.xxx |28-09-2010 19:27:22
Kalau Tuhan sudah memanggil, kita harus menerima panggilanNYA tanpa alasan.
Pencipta memanggil ciptaanNYA,yang diciptakan akan dibentuk
sesuai dengan keinginan Penciptanya.Jadi tidak ada alasan untuk
keberatan menerima panggilan LORD GOD who is the CREATOR of universe.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."