• PDF

Itu Urusanmu Sendiri!

Penilaian Pengunjung: / 9
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 09 Februari 2011 09:05
  • Ditulis oleh Nathanael Channing
  • Sudah dibaca: 4087 kali

Setiap orang pasti mempunyai kekuatan untuk membela diri sendiri. Itu wajar dan memang harus demikian, bukan? Apalagi kalau dalam keadaan terancam, pasti kekuatan untuk membela diri sendiri begitu menonjol. Orang yang tidak pernah berkelahi, ketika diperhadapkan pada hal-hal yang mengancam dirinya, tiba-tiba dia bisa mempunyai kekuatan untuk berkelahi, bahkan dapat mengambil barang-barang apapun yang didekatnya untuk menjadi senjata bagi dirinya. Pembelaan terhadap diri sendiri hanya dengan tujuan untuk mengamankan diri. Ada tantangan dan ancaman yang dinilai bahaya, maka dia mulai berusaha untuk melindungi diri agar tidak mengalami kesusahan di kemudian hari. Maka pada umumnya banyak orang memakai caranya sendiri untuk mengamankan dirinya. Bisa dengan cara yang benar dan bisa juga dengan melakukan segala cara, yang penting saya terhindar dari ancaman dan bahaya.

Hal yang sama dialami oleh Pilatus, pada waktu dia mengadili Tuhan Yesus. Dia berdiri di tengah-tengah, antara Tuhan Yesus dan orang banyak yang menginginkan DIA disalibkan. Sebenarnya dari dasar hatinya yang terdalam, Pilatus sudah memihak kepada Tuhan Yesus. Mengapa? Karena ada dasar-dasar yang kuat untuk memihak kepada Tuhan Yesus. Pilatus mempunyai data yang legkap bahwa Tuhan Yesus tidak bersalah, dan tidak pantas untuk dijatuhi hukuman salib. Hukuman salib itu diperuntukan kepada penjahat kelas berat. Penjahat yang memang benar-benar jahat dan tidak mau bertobat. Penjahat yang sudah melewati hukuman cambuk, sebagai salah satu hukuman yang dapat membawa kepada penderitaan dan kematian. Jika dicambuk atau disesah, belum mati, dan kemudian dipenjarakan lagi dan tidak bertobat, maka salib menjadi hukuman yang terakhir. Tetapi di sisi lain, orang banyak menginginkan Tuhan Yesus disalibkan! Teriakkan mereka benar-benar mengerikan!!! Masa jika sudah bergerak, maka tidak ada satu pun yang bisa mengendalikannya. Kemarahan yang emosional dan tidak rasional, sudah menguasai massa yang mengarah kepada kebringasan dan tindakan kekerasan. Matius mencatat apa yang dilakukan oleh Pilatus. Apa yang terjadi? “Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" Mat. 27:27. Tindakan yang paling sederhana untuk melemparkan tanggung jawab yang besar adalah dengan mengatakan: “Itu urusan kamu sendiri!” Saya tidak ikut-ikut, itu tanggung jawabmu! Jadi kalau ada apa-apa saya selamat dan kamu yang harus memikul tanggung jawab itu! Jelas sikap ini adalah sikap seorang pengecut! Kita dipanggil untuk berani menanggung resiko apa lagi untuk kebenaran. Amin.

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
cathy  - itu urusanmu sendiri.   |182.4.92.xxx |18-02-2011 04:47:57
menurut saya setiap manusia memiliki pertahanan diri yang kuat untuk
menghadapi masalah dalam kehidupannya,sehingga kita tidak sadar ada kekuatan
Tuhan yang lebih besar dari kekuatan kita,sehingga kita harus tetap mengandalkan
Tuhan Yesus dalam segala hal (yeremia 17:5). Amin........
sugas  - Itu Urusanmu sendiri   |110.138.210.xxx |04-03-2011 14:19:05
"Pilatus jaman sekarangpun" masih ada dan kadang diri kita ketika dalam
posisi terjepit bisa seperti Pilatus. Mau nya minta selamat sendiri, padahal
iman kesetiaan kita kepada Tuhan Yesus sedang diuji. Kalau dunia membenci kita
itu wajar sebab kita bukan berasal dari dunia, tapi ingat penyertaan Tuhan tak
terhalang oleh apapun juga dari dunia. Doa kita .... tetap setialah kepada Tuhan
Yesus. Sebab seperti pohon yg tumbuh dekat air, akan tetap bertumbuh dan yg
diperbuatnya senantiasa berhasil. Nah hebatkan Tuhan Yesus..!
Noel  - Itu urusanmu sendiri   |203.130.192.xxx |16-03-2011 14:09:56
Prinsip sehidup-semati, satu hidup satunya mati, itu tanpa disadari sudah
menjadi kebiasaan bagi umat manusia, mana ada manusia yang mau susah, baik itu
orang yang percaya sekalipun kalau bisa selalu menghindari masalah. Tinggal
bagaimana kita menyediakan hati yang rela berkorban untuk menanggung masalah
yang datang...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."