Tempayan yang Retak

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Di India, ada seorang bapak tua yang pekerjaannya setiap hari membawa air dari mata air menuju ke rumah majikannya yang kaya. Setiap pagi bapak ini memikul dua tempayan yang besar di kanan dan kirinya. Dari dua tempayan yang dimiliki oleh bapak ini salah satunya yakni tempayan yang sebelah kanan retak. Akibatnya, jika tempayan yang sebelah kiri selalu membawa air penuh sepanjang perjalanan ke rumah majikannya, tempayan sebelah yang retak hanya dapat membawa air setengah penuh sampai ke rumah majikan bapak tua itu.

Hal itu berjalan setiap hari, selama dua tahun. Hal itu membuat tempayan yang tidak retak itu merasa bangga dengan prestasi yang dibuatnya. Namun tempayan yang retak itu merasa malu dan sedih sekali dengan ketidak sempurnaannya sebab ia hanya bisa membawa setengah dari porsi yang seharusnya dapat ia lakukan. 

Suatu hari, tempayan yang retak itu berbicara kepada bapak tua itu dengan nada sedih, "Bapak tua, aku sangat malu dengan diriku karena selama dua tahun ini, aku hanya dapat membawa setengah dari porsi yang seharusnya aku bawa." 

Si bapak tua itu merasa kasihan kepada tempayan yang retak itu dan berkata, "Besok ketika kita membawa air seperti biasa coba perhatikan di sisi sebelah kananmu, di situ terhampar bunga-bunga yang indah, yang mungkin dapat menghiburmu." 

Benar, ketika dalam perjalanan mereka pagi itu, tempayan yang retak itu memperhatikan bunga-bunga yang indah dan ia sedikit terhibur. Tetapi ketika ia melihat air yang menetes dari dirinya, ia kembali sedih, dan meminta maaf kepada bapak tua itu.

Kemudian bapak tua itu berkatanya, "Tidakkah engkau memperhatikan bahwa bunga-bunga itu hanya ada di sisi kananmu saja, tidak ada di sisi yang lain? Itu karena aku sengaja menaburkan bibit-bibit bunga di sebelah kananku, sehingga engkau bisa menyirami bunga-bunga itu dan sekarang aku bisa memetik bunga itu untuk menghiasi rumah majikan. Tanpamu, majikan kita tidak bisa menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap kita adalah tempayan yang retak, karena kita punya cacat dan kelemahan. Tetapi Tuhan memakai kita yang cacat ini untuk pelayanan bagi-Nya. Oleh sebab itu kita harus melayani Tuhan dengan segala kerendahan hati dan ungkapan syukur.

Jakarta, 28 Februari 2003

Pancha W Yahya
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."