Tidak usah Melayani!

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 

Memang ada banyak alasan yang dapat kita berikan untuk mendukung pernyataan seperti pada judul di atas. Alasan yang paling klise adalah karena kita tidak ada waktu. Apalagi dalam kehidupan yang penuh persaingan seperti ini, kita menjadi manusia yang super sibuk. Pergi pagi-pagi benar dan pulang ketika mentari sudah kembali ke “kandangnya.” Belum lagi kalau jalanan macet, dan jarak dari tempat kerja ke rumah kita sangat jauh. Jangankan waktu untuk melayani, waktu untuk diri sendiri dan keluarga saja hampir tidak ada.


Bagi para pelajar, tuntutan belajar jaman sekarang jauh lebih berat daripada masa 10-20 tahun yang lalu. Itu membuat pelajar masa kini mesti meluangkan waktunya untuk belajar (di sekolah) dan belajar (di rumah). Belum lagi kalau ada ekstra kulikuler atau les-les tambahan. Jadi, bagaimana? 

Jelas tidak ada waktu buat yang namanya pelayanan. Buat ibu-ibu muda, waktu adalah suatu yang sangat berharga. Apalagi sekarang susah banget mencari pembantu rumah tangga yang bisa awet. Alhasil, semua pekerjaan rumah tangga harus ditangani sendirian, plus beban karena kenakalan anak-anak sekarang yang katanya, berlipat-lipat kali dari anak-anak jaman doeloe. 

Jadi kesimpulannya? 

Buat para pria, buat para remaja dan pemuda, buat ibu-ibu tidak usah melayani karena tidak ada waktu untuk melayani!

Alasan lainnya untuk “tidak usah melayani” adalah karena pelayanan tidak memberi keuntungan apa-apa buat kita. Betul, khan? Yang namanya pelayanan pasti banyak ruginya daripada untungnya! Sudah rugi waktu, rugi tenaga, rugi pikiran, pokoknya rugi segalanya deh! Belum lagi ada orang yang memberi komentar yang negatif atas pelayanan kita, wah nyebelin banget! 

Tapi buat Tuhan Yesus tidak ada dalih yang Ia sampaikan ketika Ia melayani manusia yang berdosa. Kalau Ia mau memberikan alasan, Ia punya 1001 alasan untuk tidak melayani. Karena Ia Allah, penguasa surga dan dunia, pencipta manusia, mulia dan Maha kuasa, Ia tidak perlu repot-repot menjadi manusia hina yang akhirnya disalib untuk menggantikan Saudara! Tetapi Ia mau melayani kita! 

Bagaimana dengan kita, masih tidak mau melayani? 

Jakarta, 07 Maret 2003

Pancha W Yahya
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."