Cacat Dosa

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Banyak orang kristen lebih merasa terganggu bila berat badannya naik daripada kalau melakukan dosa. Atau banyak wanita kristen lebih senewen bila rambutnya semakin memutih atau kulit wajahnya mulai berkeriput daripada kalau mereka berbuat dosa. Mengapa demikian? 

Seandainya dosa yang kita lakukan membuahkan perubahan-perubahan yang negatif pada tubuh kita, tentu ceritanya akan lain. Misalnya, sewaktu kita berbohong, seketika itu juga hidung kita akan bertambah panjang seperti Pinokio,
maka kita akan lebih berhati-hati menjaga bicara kita. Atau misalnya, jikalau kesombongan yang kita diungkapkan atau kita dipikirkan mengakibatkan volume kepala kita makin bertambah tentu kita akan berusaha setengah mati (atau tiga perempat mati) untuk tidak tinggi hati lagi. Atau seandainya di kepala kita akan muncul tanduk bila kita iri hati, maka kita akan sungguh-sungguh bertobat supaya tanduk di kepala kita tidak makin membesar, atau bahkan menghilang dari kepala kita.

Tapi sayang, dosa tidak membuahkan cacat atau kelainan fisik sehingga membuat kita harus mengerem dosa-dosa kita. Bahkan dosa tidak mengubah sedikit pun bentuk tubuh kita, dan akibatnya kita bisa leluasa berbuat dosa tanpa merasa malu sedikit pun. Tapi apakah memang benar demikian? Banyak orang kristen mengabaikan dosa dengan dalih kasih karunia dan pengampunan Tuhan yang berlimpah-limpah. 

Rasul Paulus pernah berkata, “Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?“ (Rom. 6:1-2). Di dalam bagian lain Paulus mengatakan bahwa perbuatan dosa yang dilakukan orang yang telah ditebus dengan darah Yesus adalan tindakan mendukakan Roh Kudus (Ef.4:30), karena kita telah melecehkan Roh Kudus yang diam di dalam diri kita. 

Meskipun dosa tidak mengakibatkan cacat fisik, tapi marilah kita menjauhkan diri dari perbuatan dosa karena dosa menjauhkan kita dari Tuhan. Dan sesungguhnya, dosa memiliki akibat yang jauh lebih fatal dari cacat fisik. 

Jakarta, 14 Maret 2003

Pancha W Yahya
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."