• PDF

INRI

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 13:40
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1910 kali
Identitasnya tidak jelas. Namanya tidak diketahui. Jangankan namanya, atau siapa orangtuanya, kebangsaannya pun tidak kita kenal. Meskipun demikian, keberadaannya disebutkan dalam semua Injil dengan reputasi yang jelas. Seorang penjahat. Ia adalah salah satu penjahat yang disalib bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Meskipun pada awalnya ia turut mencemooh Tuhan Yesus bersama-sama dengan penjahat yang disalibkan bersamanya serta para prajurit dan orang banyak, tapi hidupnya diakhiri dengan happy ending. Akhirnya ia bertobat dan mengucapkan sebuah kalimat kepada Tuhan Yesus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Mengapa penjahat itu mengucapkan perkataan demikian? Mengapa ia tidak berkata, “Yesus kasihanilah aku orang berdosa ini.” Atau mengapa ia tidak memohon pengampunan dari Tuhan? Darimana ia tahu bahwa Yesus akan datang sebagai raja? Padahal ia tidak bersama-sama dengan para murid Tuhan Yesus, ketika Ia berkata” Anak Manusia (akan)datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya” (Matius 16:28)? Juga tidak ada seorang pun yang pernah memberitahu kepadanya tentang hal itu? 

Jawabnya adalah dari tulisan yang ditancapkan pada salib di atas kepala Tuhan Yesus. Injil Yohanes 19:19-20 mencatat bahwa Pilatus menyuruh memasang tulisan yang berbunyi, “Yesus orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Tulisan itu ditulis dalam tiga bahasa, yaitu: Ibrani bahasa orang Israel, Latin bahasa orang Romawi yang kita kenal dengan INRI (Iesus Nazarenus Rex Iudaerom) dan terakhir bahasa Yunani, bahasa Internasional waktu itu (semacam bahasa Inggris pada masa kini). Jadi tidak ada seorang pun yang tidak bisa membaca tulisan itu termasuk penjahat itu. 

Pilatus menempelkan tulisan itu bukan supaya penjahat itu bertobat. Tulisan seperti itu memang biasa ditempel pada salib sebagai alasan mengapa orang itu harus dihukum. Tetapi Tuhan memakai Pilatus dan tulisannya untuk menyelamatkan seorang penjahat. Tuhan memang bisa memakai apa saja, ikan besar untuk Yunus, keledai untuk Bileam dan burung gagak untuk Elia. Meski Allah bisa memakai apa saja, syukurlah Ia tetap mau memakai anak-anak-Nya untuk mewujudkan rencana-Nya di bumi. Maukah Anda?

Jakarta, 11 April 2003

Pancha W Yahya

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."