• PDF

Mari Merayakan Paskah!

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 13:41
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 2013 kali
Peristiwa yang paling berkesan saat merayakan Paskah di masa kanak-kanak adalah berburu telur Paskah. Ketika kebaktian Minggu Paskah sedang berjalan, pikiran saya tertambat di halaman gereja, “di sebelah mana ya telur itu disembunyikan?”. Kami tahu ketika kami sedang mengadakan kebaktian, saat itulah sebagian guru sedang sibuk menyembunyikan telur-telur Paskah di sela-sela rerumputan. Begitu kebaktian selesai, kami berhamburan memburu telur-telur itu. Ah… betapa menyenangkannya saat-saat itu.

Namun, seindah-indahnya perayaaan Paskah, masih lebih indah perayaan Natal. Pengalaman Natal saya bertabur dengan kenangan-kenangan indah. Ada hadiah Natal dan kue-kue Natal. Pengalaman yang berkesan ketika saya ikut berpentas dalam tarian, operet dan paduan suara pada acara natal anak-anak maupun orang dewasa. Nampaknya Natal lebih berkesan dari Paskah, tidak hanya bagi saya tapi bagi Anda juga. 

Jujur, kita lebih mendambakan kehadiran Natal daripada Paskah. Terus terang, gereja lebih mementingkan Natal daripada Paskah. Coba tengok anggaran Natal yang jauh lebih besar dari anggaran Natal. Dan acara-acara Natal lebih meriah dari Paskah. Hal yang sebaliknya berlaku pada orang-orang kristen mula-mula. Kalau kita perhatikan, tidak semua penulis Injil mencatat peristiwa natal, tetapi peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus diulas dalam keempat Injil. 

Bahkan gereja mula-mula tidak pernah merayakan natal sampai abad keempat ketika kekristenan menjadi agama negara Romawi. Tetapi sebaliknya mereka merayakan Paskah, bahkan setiap minggu, dengan mengganti waktu ibadah dari Sabtu (Sabat Yahudi) ke hari Minggu (hari Paskah) (Kisah Para Rasul 20:7; 1 Korintus 16:2). 

Mengapa mereka begitu bersemangat untuk merayakan Paskah? Rasul Paulus berkata, “Andaikan Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-saialah juga kepercayaan kamu” (1 Korintus 15:14). Jika Yesus lahir dan mati tanpa mengalami kebangkitan maka Ia tidak berbeda dengan tokoh-tokoh agama manapun. Mari kita merayakan Paskah, bukan dengan kemeriahan dan pesta pora namun dengan hati kita. 

Selamat Paskah 2003, Tuhan memberkati!

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 21 April 2003

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."