• PDF

Lebih Berbahagia Memberi

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 13:52
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1648 kali
Suatu malam, seorang pria datang ke rumah Ibu Teresa untuk memberitahukan bahwa ada sebuah keluarga Hindu dengan delapan anak, sudah berhari-hari tidak makan sedikit pun. Lalu Ibu Teresa mengambil beras secukupnya dan membawa ke rumah keluarga itu. Kemudian, ibu dari keluarga itu menerima beras dari tangan Ibu Teresa, membaginya menjadi dua bagian, lalu pergi. Beberapa saat kemudian setelah ibu itu kembali, Ibu Teresa bertanya kepadanya, “Ke mana saja Engkau pergi? Apa yang Engkau lakukan? Lalu ia menjawab “mereka juga kelaparan” sambil menunjuk ke tetangga sebelah rumahnya, yaitu sebuah keluarga Muslim yang memiliki jumlah anak yang sama dengannya dan yang juga tidak memiliki makanan sedikit pun (dikutip dari buku Ungkapan Hati Ibu Teresa, hal. 16).

Sesungguhnya ibu tadi, meskipun ia bukan seorang kristen, tetapi ia telah mempraktikkan apa yang ditulis dalam Alkitab, “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kis. 20:35). Mengapa lebih berbahagia memberi daripada menerima? Bukankah memberi berarti kita kehilangan milik kita? Jika kita menerima yang berbahagia hanya diri kita seorang. Tetapi jikalau kita memberi maka sedikitnya ada dua orang yang berbahagia yaitu diri kita dan penerima pemberian kita. Ketika kita bisa berbuat sesuatu yang berarti untuk orang lain itu adalah kebahagiaan yang melampaui kebahagiaan karena mendapat sesuatu dari orang lain. 

Dalam sebuah film Perancis yang berjudul Amelie, dikisahkan seorang gadis yang dilahirkan dalam keluarga yang kurang memberikannya kasih sayang. Ayahnya seorang yang kaku, dan ibunya meninggal ketika Amelie masih kecil. Amelie merasa kehidupannya tidak berarti dan kosong. Tetapi itu semua berubah ketika Amelie memberi pertolongan pada orang lain, dengan mengembalikan barangnya yang hilang selama lima puluh tahun. Amelie menemukan makna hidupnya ketika ia melihat bahwa ia bisa berbuat sesuatu untuk orang lain, bahwa ia bisa membahagiakan orang lain. Itulah kebahagian memberi yang tidak dapat diukur dengan uang dan materi. Maukah Anda lebih berbahagia? 

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 20 Juni 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."