Finding Nemo

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
Alkisah hiduplah seekor ikan badut (clownfish) yang bernama Nemo bersama ayahnya, Marlin yang sangat protektif kepadanya. Mereka berdua tinggal di perairan Geat Barrier Reef. Ayah Nemo berlaku sangat protektif kepada anaknya karena Nemolah satu-satunya anggota keluarganya yang masih ada, sebab istri dan ratusan telur anaknya telah dimakan ikan Baracuda. 

Suatu hari, Nemo hanyut tersapu gelombang dan akhirnya ditangkap oleh penyelam pencari ikan hias.
Tapi Marlin tidak tinggal diam. Ia terus mencari Nemo sampai ketemu, sekalipun banyak bahaya menghadang. Marlin harus mengarungi seramnya laut dalam, menghindari sengatan ubur-ubur listrik, sergapan monster bawah laut dan hiu yang kelaparan demi menemukan anaknya. 

Sebuah kisah yang dramatis! Namun sayang, kisah yang mengharukan itu tidak dapat Anda temui di dunia nyata selain di sebuah film animasi yang berjudul “Finding Nemo.” Mengapa demikian? Menurut Daphne Fautin, zoologis invertebrata dan peneliti clownfish di University of Kansas, sebenarnya tidak ada ikatan sama sekali antara ikan badut dengan induknya. Film itu hanya sebuah rekaan yang mengingatkan kita akan kasih ayah kepada anaknya. 

Kisah Nemo yang hilang ini mengingatkan saya kepada beberapa perumpamaan di dalam Alkitab. Perumpamaan-perumpaan tersebut adalah Domba yang hilang, Dirham yang hilang, dan Anak yang hilang. Ketiga perumpamaan yang semuanya terdapat dalam Lukas 15 itu sedikitnya memiliki 4 persamaan. 

Yang pertama ada seseorang yang kehilangan sesuatu/seseorang yang dia miliki. Kedua hal yang hilang itu bukan satu-satunya yang dimiliki. Orang yang kehilangan seekor domba masih punya 99 ekor domba yang lain. Yang kehilangan dirham juga memiliki 9 dirham. Dan bersama-sama Sang Bapa masih ada anak sulung yang tidak memberontak seperti adiknya. Ketiga, orang yang kehilangan itu terus mencari hal yang hilang itu sampai ketemu. Keempat, mereka sangat bersukacita (digambarkan dengan pesta pora) setelah menemukan yang hilang itu. Ketiga perumpaan di atas merupakan isi hati Allah. 

Meski manusia telah berdosa, namun Allah masih memandangnya berharga. Oleh sebab itu Allah terus mencari, melalui nabi-nabi, sampai Ia sendiri yang datang bahkan mati disalib agar manusia yang dicintai-Nya kembali. 

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 11 Juli 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
maria syuhada   |119.252.132.xxx |04-03-2010 01:45:40
kok ceritanya pendek n gx lngkap sih??
nak degra  - pembaca kecewa   |125.164.236.xxx |14-05-2010 18:18:25
kok ceritanya pendek gitu.
jadi bingung gimana maksudnya
nomi cantikkkk   |222.124.3.xxx |12-11-2010 00:41:09
duuuuuuuhhhhhhhhh..............adegan yang menarik kan ko ngak ada.?????????
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."