• PDF

Semakin Kenal Allah, Semakin Kenal Diri

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 14:06
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 2643 kali
Setiap orang kristen pasti mengenal siapa Rasul Paulus. Meskipun ia bukanlah rasul yang dipilih langsung oleh Tuhan Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang meragukan kredibilitas kerasulannya. Ia memenangkan banyak jiwa dari golongan orang non Yahudi. Ia menulis separuh dari Perjanjian Baru (13 surat dari 27 kitab Perjanjian Baru). Ia juga banyak menderita bagi Kristus (daftar penderitaan Paulus dapat dibaca di 2 Korintus 11:23-27). Ia mengalami pengalaman rohani yang sangat spektakuler yaitu diangkat sampai surga tingkat ke-tiga (2 Kor. 12:1-6). 

Meskipun Paulus memiliki kemampuan dalam berfilsafat dan berdebat serta segudang kehebatan lainnya, Paulus adalah seorang yang tahu diri. Ia sangat mengenal bahwa dirinya hanyalah seorang berdosa yang mendapat kasih karunia dari Tuhan. Bahkan semakin lama ia menjadi pengikut Kristus, semakin dalam ia mengenal Allah dan semakin ia mengenal dirinya tidak layak karena ia seorang yang berdosa. 

Dalam Surat 1 Korintus 15:9, yang ditulis kira-kira tahun 55, ia mengatakan bahwa, “… aku adalah yang paling hina dari semua rasul”. Tetapi sejalan dengan bertambahnya waktu dan pengenalannya akan Allah, kira-kira 5 tahun kemudian Paulus menyatakan pernyataannya bahwa dirinya adalah “yang paling hina di antara segala orang kudus (orang Kristen)” (Ef. 3:8). 

Dan pada puncaknya setelah Paulus menjadi orang kristen sekian lama, pada kira-kira tahun 64, ia berkata, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1 Tim. 1:15). Sungguh mengagumkan, Paulus seorang yang dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa tetapi justru merasa dirinya paling berdosa dari semua orang berdosa.

Semakin kita mengenal Allah, seharusnya kita semakin mengenal bahwa diri kita seorang yang berdosa yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Tapi yang seringkali kita saksikan justru semakin lama orang menjadi kristen, dan semakin giat dalam melayani Tuhan, semakin orang itu merasa dirinya hebat dan orang lain tidak sesaleh dirinya. Apakah kita mau meneladani Paulus dalam kerendahan hatinya?

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 25 Juli 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."