Ketika Yesus Berdoa ...

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Bagi Tuhan Yesus, doa tidak hanya sesuatu yang penting tetapi menjadi prioritas utama di dalam hidup-Nya. Kitab-kitab Injil memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai hal itu. Markus menulis bahwa pada pagi hari ketika langit masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke luar. Untuk apa Yesus pergi keluar? Bukan untuk olah raga pagi. Tetapi Yesus pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mark.1:35). Tuhan Yesus pun tidak menghiraukan kepenatan-Nya setelah seharian berjalan dari kota ke kota untuk mengajar dan melayani. Ia tidak mengambil waktu istirahat tapi berdoa semalam-malaman (Luk. 6:12). 

Bagi Tuhan Yesus, doa bukanlah persiapan untuk suatu pekerjaan melainkan pekerjaan itu sendiri. Buat Anak Allah berdoa tidak sekedar ritual untuk memulai suatu pelayanan tetapi berdoa adalah pelayanan itu sendiri. Bagi-Nya doa bukan persiapan untuk berperang melainkan peperangan itu sendiri. 

Di manakah Tuhan Yesus ketakutan? Bukanlah di atas bukit Golgota ketika Ia melihat paku yang menghujam tangan dan kaki-Nya. Di manakah Tuhan Yesus merasa mau mati? Bukan di depan kerumunan orang banyak yang haus akan darah-Nya berteriak-teriak menuntut hukuman mati atas-Nya! Bukan pula saat para serdadu bengis menampar dan mencambuki-Nya. Tetapi Yesus merasa mau mati dan gentar menjelang saat Ia berdoa. 

Seandainya saya duduk di sebelah Tuhan Yesus di taman yang sunyi pada Kamis malam itu. Ketika saya melihat Tuhan berdoa dengan tersungkur dan muka-Nya menghadap ke tanah karena pergumulan-Nya yang berat. Terlihat sekilas wajah-Nya penuh ketakutan dan kening-Nya berpeluh bercampur darah. Maka pikir saya, sanggupkah Yesus menghadapi salib, baru berdoa saja sudah begini apalagi nanti kalau disalib betulan? 

Tetapi semua perkiraan saya itu meleset! Seusai berdoa Yesus bangkit dengan keberanian menuju salib. Dari Getsemani ke pengadilan-pengadilan manusia yang tidak adil, sampai ujung ajal-Nya di bukit Golgota, tidak setitik pun ketakutan dan kekuatiran menghinggapi diri Tuhan Yesus karena Ia telah menuntaskan peperangan-Nya di saat Ia berdoa. Apakah doa menjadi tempat bagi Anda untuk menuntaskan semua pergumulan Anda? 

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 22 Agustus 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
maulidya  - ini keren banget   |125.160.137.xxx |17-02-2011 02:53:47
semua benar dan saya jadi tau betapa pentingnya berdoa.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."