Berani (Menjalani) Hidup Bersama-sama

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Belum genap satu minggu setelah berita bunuh diri yang dilakukan oleh seorang anak SD dimuat, koran-koran kembali “dihiasi” dengan berita serupa. Eriani Andriani, seorang perempuan yang sedang hamil 4 bulan, nekat menggantung diri dalam kamar mandinya. Daripada dililit hutang sebesar 2,9 juta rupiah ia lebih memilih melilit lehernya sendiri sampai tewas. Peristiwa-peristiwa bunuh diri, yang menurut saya amat tragis itu, membuat saya tergerak untuk mengulas kembali topik mengenai bunuh diri.

Paulus Wirutomo, sosiolog UI, menyampaikan beberapa hasil survey tentang tindakan bunuh diri di dunia.
Berdasarkan gender, kaum pria lebih banyak melakukan bunuh diri daripada wanita. Alasannya karena para perempuan lebih terbuka untuk membagikan problem mereka kepada orang lain daripada para lelaki. Kemudian, negara-negara yang lebih individualistik memiliki angka bunuh diri yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara yang tinggi kekeluargaannya. Satu lagi, negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama yang mengajar pentingnya hubungan yang akrab (baca: persekutuan) dengan sesama pemeluk agama memiliki angka bunuh diri yang lebih rendah dari negara yang mayoritas penduduknya mempraktikan keagamaan yang melulu menekankan hubungan vertikal dengan Tuhannya.

Dari pemaparan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hubungan antar manusia yang akrab, penuh keterbukaan dan saling membantu adalah peredam yang baik bagi depresi yang dapat berujung kepada tindakan bunuh diri. Hubungan yang semacam itu seyogyanya kita rasakan di dalam gereja karena gereja adalah keluarga Allah (1 Timotius 3:15) Namun sayang tidak banyak orang kristen yang merasakan hubungan yang seperti itu. Oleh sebab itu, baiklah kita menjalankan perintah Tuhan, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus” (Galatia 6:2). 

Berani menjalani hidup? Siapa takut? Karena kita menjalaninya bersama dengan saudara-saudara seiman! 

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 09 September 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."