• PDF

Doa yang Salah!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 14:12
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 3401 kali
Banyak orang kristen enggan bila diminta untuk memimpin doa. Alasan-alasan yang mereka kemukakan antara lain: malu atau grogi. Alasan yang lain adalah mereka takut salah berdoa. 

Sebetulnya adakah doa yang salah? Bagaimana doa yang salah itu? Apakah doa kita dikatakan salah bila kita kurang tepat menyebutkan nama atau hal ikwal yang akan kita doakan? Apakah doa dikatakan salah bila kita menggunakan kata-kata yang kurang indah atau puitis? Atau doa kita salah bila kata-katanya tidak cukup panjang? Sebetulnya salah atau tidaknya sebuah doa tidak tergantung pada panjang-pendek, puitis-biasanya sebuah doa. Tetapi yang menjadi batu ujian bagi sebuah doa adalah motivasi. Ada dua hal yang menjadi standar untuk mengukur benar tidaknya motivasi sebuah doa.


Yang pertama, apakah doa kita sesuai dengan Firman Tuhan. Ada contoh doa yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Seperti seorang pelajar yang berencana untuk menyontek, lalu memanjatkan doa agar sang guru mengantuk sehingga tidak bisa mengawasi ujian dengan baik. Atau seorang ibu rumah tangga yang berdoa supaya suaminya menceraikan dia, karena ia sudah tidak lagi mencintai suaminya. Semua doa yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan adalah doa yang salah! 

Ukuran yang kedua adalah apakah doa itu untuk kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus bersabda, “… dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak (Yoh. 14:13). Tapi kenyataannya seringkali kita berdoa untuk kepentingan diri kita sendiri (Yak. 4:3). 

Ada seorang pendeta tua di Swiss, bernama Samuel Zeller. Ia dipakai Tuhan secara luar biasa dalam menyembuhkan banyak orang. Setiap mendoakan orang sakit, ia selalu mengakhiri doanya dengan kalimat, “jika hal itu memuliakan Tuhan.” Baginya doa untuk memperoleh mujizat bukanlah cara untuk menghilangkan kesengsaraan melainkan cara untuk memuliakan Tuhan. Dia sering berdoa, “kalau justru lebih memuliakan nama-Mu, maka biarlah mereka tetap sakit; berilah kekuatan kepada mereka untuk memuliakan nama-Mu melalui sakit mereka.” 

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 26 September 2003
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."