Sekolah Orangtua

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Untuk menjadi seorang dokter, ada sekolahnya. Untuk jadi insinyur, ada sekolahnya. Untuk jadi akuntan, ada sekolahnya. Bahkan untuk jadi seorang koki, juga ada sekolahnya. Tapi untuk menjadi orangtua, adakah sekolahnya? Pernahkah Anda menjumpai sekolah dengan papan nama: Sekolah Menjadi Orangtua (SMO) atau Sekolah Tinggi Ilmu Menjadi Orangtua (STIMO)? Saya sih belum pernah melihatnya. Mengapa ya, tak ada sekolah menjadi orangtua? Padahal, menjadi orangtua itu sulit loh. Saya yakin, menjadi orangtua lebih susah daripada menjadi dokter. Membangun akhlak yang baik pada anak jauh lebih sulit daripada membangun sebuah bangunan yang paling megah sekalipun. Mengatur anak lebih rumit daripada mengatur keuangan sebuah perusahaan raksasa. Dan tentunya, “mencetak” karakter yang baik pada anak jauh lebih ribet daripada mencetak sebuah kue bolu.

Kebanyakan orangtua belajar menjadi orangtua dari orangtua mereka sendiri. Para orangtua yang demikian meniru pola pendidikan anak yang diterapkan oleh orangtua mereka dulu. Sehingga tak jarang, pola pendidikan anak yang salah menurun begitu saja kepada generasi-generasi berikutnya. Sebagian kecil orangtua belajar menjadi orangtua dari buku-buku. Dan sisanya belajar dari orang lain. Melalui bincang-bincang, dan curhat antar orangtua mereka saling belajar menjadi orangtua.

Sebetulnya dari mana kita dapat belajar menjadi orangtua? Sebagai orang percaya pertama-tama kita harus belajar dari Firman Tuhan. Firman Tuhan berkata, “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan ” (Efesus 6:4). Sebagai orangtua, kita wajib mendidik anak-anak kita dengan ajaran Firman Tuhan. Tetapi kita mesti ingat bahwa yang dimaksud mendidik di sini harus diikuti dengan teladan hidup yang sesuai dengan yang diajarkan (Yak. 3:1). Menjadi orangtua yang baik berarti kita dapat menjadi contoh yang dapat diteladani oleh anak-anak kita.

Jadi, di manakah tempat belajar menjadi orangtua, jawabannya adalah di dalam sekolah kehidupan. Artinya sepanjang hidup, kita harus terus belajar, memperbaiki kesalahan-kesalahan, dan meningkatkan keberhasilan-keberhasilan kita, sebagai orangtua. Selamat belajar! 

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 22 Oktober 2004
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."