• PDF

Dicari: Seorang Manusia

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 16:56
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1987 kali
Di Athena, sekitar 2400 tahun yang lalu, hiduplah seorang filsuf yang eksentrik. Konon, filsuf tersebut tak punya rumah. Ia hidup di dalam sebuah tong. Ia pun tak memiliki apa-apa selain sebuah mantel, sebatang tongkat, dan satu kantung roti. Siapakah nama filsuf itu? Ia adalah Diogenes. Gurunya adalah Antisthenes, seorang filsuf yang pernah menjadi murid Socrates, sang begawan Filsafat Yunani.

Suatu hari, dengan menenteng sebuah lentera yang menyala, Diogenes menyusuri jalan-jalan di kota Athena. Padahal, saat itu siang hari bolong. Sebagian orang yang mengenal keeksentrikan Diogenes, tidak menghiraukan tindakannya itu. Tetapi beberapa orang dipenuhi rasa ingin tahu dan bertanya kepadanya. “Diogenes, apa yang sedang Engkau lakukan?” Mendengar itu, Diogenes pun berhenti sejenak lalu menjawab, “Aku sedang mencari seorang manusia.” Setelah berkata demikian, ia pun bergegas meninggalkan mereka, lalu menghilang di ujung jalan.

Apa makna tindakan Diogenes itu? Pada siang bolong, ia menjinjing sebuah lentera menyala untuk mencari seorang manusia. Namun tak seorang “manusia” pun telah ia temukan. Padahal di sepanjang perjalanan, banyak manusia yang telah ia temui. Lalu manusia seperti apakah yang dicari oleh Diogenes? Yang dicarinya tentu adalah manusia yang bermartabat. Manusia yang berbudi luhur. Manusia yang berakhlak. Manusia yang peduli dengan sesamanya. 

Sindirian Diogenes merupakan luapan kegelisahannya yang mendalam terhadap perilaku manusia pada jamannya. Namun, andaikan Diogenes hidup di jaman ini, pastilah ia juga punya kegelisahan yang sama. Sangat menggelisahkan memang. Jaman ini tidak lagi terjadi homo homini socius (manusia menjadi sahabat bagi sesamanya). Tetapi yang jamak ialah homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi sesamanya). Manusia saling menerkam satu sama lain. Saling menghancurkan. Manusia hidup dengan mental EGP (Emang Gue Pikirin). Yang penting saya sukses dan bahagia peduli amat orang lain hancur dan menderita. Manusia telah kehilangan kemanusiaannya. Oh, malang nian dikau manusia! Semoga di jaman ini masih ditemukan seorang “manusia.” Atau Andakah salah seorang yang dicari oleh Diogenes?

Pancha Wiguna Yahya

Jakarta, 12 November 2004
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."