• PDF

Buruan Tolong Gue!

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 16:56
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1576 kali
Sore itu Charles (bukan nama sebenarnya), mengalami peristiwa kurang enak. Di dalam perjalanannya pulang dari kantor, sepeda motor yang dikendarainya ditabrak oleh sepeda motor lain. Tak ayal lagi Charles pun terpental dan tubuhnya terhempas di atas aspal. Kepalanya terbentur jalanan. Untung helm yang ia pakai lumayan bagus, sehingga otaknya terhindar dari cidera. Namun benturan itu cukup membuat Charles pingsan beberapa saat. Selama puluhan menit Charles tergeletak di bahu jalan. Tak ada seorang pun yang menolong. Tak ada yang membawa Charles ke rumah sakit, atau setidaknya klinik terdekat. Meski jalanan itu ramai, namun orang-orang yang lalu-lalang itu cuek saja melihat Charles tergeletak di pinggiran jalan. Mereka tak mau ambil resiko. Atau tepatnya mereka tak mau repot. Akhirnya, Charles pun siuman. Dengan sempoyongan, ia menuntun sepeda motornya yang ringsek menuju ke bengkel. 

Kejadian yang dialami oleh Charles adalah potret kehidupan di perkotaan jaman kini. Di kota semua orang sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka tak mau peduli dengan urusan orang lain. 

Tapi benarkah kehidupan individualistis itu hanyalah milik jaman ini? Ternyata, dua ribu tahun yang lampau, fenomena seperti ini telah ada. Kalau tidak percaya, bacalah di dalam Alkitab. Tepatnya dalam Injil Lukas 10:30-37. Memang cerita itu adalah sebuah perumpamaan, namun banyak penafsir sepakat cerita itu adalah kisah nyata. 

Dikisahkan ada seorang yang dirampok habis-habisan. Hartanya dirampas, ia pun dikeroyok sampai hampir mati. Orang-orang yang lalu-lalang di jalan itu tidak berbuat apa-apa. Mereka hanya melihat sang korban, lalu pergi. Ironisnya, mereka adalah imam dan orang Lewi, yang notabene adalah para pemuka agama. Untunglah ada seorang Samaria yang lewat di jalan itu. Meski ia hanyalah Samaria yang dipandang rendah dan tidak layak oleh orang Yahudi, namun justru dialah yang mempraktikkan kasih. Ia turun dari keledainya, mengobati korban itu. Ia membawa orang itu ke penginapan terdekat sekaligus membayar ongkos penginapan itu. 

Memang kasih bukanlah untaian kata yang indah. Atau sekadar konsep yang muluk-muluk. Namun ia merupakan tindakan nyata, yang lahir dari hati yang mengasihi. Jadi tunggu apa lagi, buruan tolong mereka yang membutuhkan uluran tangan Anda! (Pancha Wiguna Yahya)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."