Bubur Ayam Spesial

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Kata orang penyesalan itu selalu datang terlambat. Dan biasanya penyesalan hadir mengikuti kesalahan yang kita buat. Misalnya kesalahan karena kita telah mengambil keputusan dengan gegabah sehingga rencana kita berantakan. Atau kita baru berucap atau bertindak salah sehingga mencederai relasi dengan orang lain. Juga kita kurang sungguh-sungguh dalam menggapai sebuah tujuan, sehingga kegagalan yang kita raup. Atau kesalahan itu adalah sebuah dosa. Dalam penyesalan kerap kali saya, dan mungkin juga Anda, berkata kepada diri sendiri, “Ah... seandainya waktu ini dapat diputar kembali... pasti aku tidak akan mengulangi kesalahan yang konyol itu.” Kalau sudah begini kita seringkali mengutip peribahasa, Apa lagi mau diperbuat? “Nasi sudah menjadi bubur.” Lalu hati ini diselimuti awan penyesalan sehingga semua menjadi gelap. Pekat.

Tapi ngomong-ngomong siapa sih yang tak pernah melakukan kesalahan? Orang bilang ada dua macam manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Macam pertama adalah manusia yang belum lahir dan macam kedua yang sudah mati. Jadi, semua orang (yang masih hidup), tanpa terkecuali, pasti pernah melakukan kesalahan! Abraham pernah berbohong, bahkan dua kali. Musa pernah melanggar perintah Tuhan sehingga ia dicekal masuk ke tanah Kanaan. Daud pernah melanggar tiga perintah Allah sekaligus. Ia mengingini istri orang lain, berzinah dengannya dan membunuh suaminya. Petrus pun pernah menyakiti hati Yesus, malahan sebanyak tiga kali. 

Jika demikian, apa yang dapat kita teladani dari mereka, toh mereka melakukan kesalahan juga? Yang pasti kita harus belajar dari sikap mereka menghadapi kesalahan. Saat itu mereka tidak terpuruk ke dalam lubang penyesalan tanpa ujung, dan seolah-olah inilah the end of the world. Namun sebaliknya, mereka melihat kesalahan adalah sebuah pelajaran berharga, dan modal untuk terus maju. Misalnya Petrus, meski ia begitu menyesali kesalahannya tapi ia datang kembali kepada Yesus. Dan ia menjadikan kegagalan sebagai momen penting baginya untuk memperbaharui komitmennya dalam mengikut dan melayani Yesus. 

Bila saat ini Anda sedang dirundung penyesalan karena kesalahan yang Anda telah buat, petiklah pelajaran dari kesalahan itu. Ayo bangkit dan terus menjalani hidup ini! Bila nasi sudah menjadi bubur, toh kita dapat mengisinya dengan cakue, daging ayam, daun bawang, telor, kacang dan cabai. Mari kita memasak semangkok bubur ayam spesial! (Pancha Wiguna Yahya)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."