• PDF

Sukacita Natal

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 16:58
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 2655 kali
“Apa yang ada di belakang dan di depan kita adalah persoalan kecil, dibanding dengan yang ada di dalam hati kita.” Demikian untaian kata yang dirangkai oleh Oliver Wendell Holmes (1809-1894), sang penyair sekaligus dokter dari negeri Paman Sam. Pernyataan tersebut mengingatkan betapa seringnya kita mengalami hal-hal negatif justru karena faktor di dalam bukan di luar diri kita. Contohnya banyak orang mengalami ketakutan yang berlebihan. Tapi setelah dicermati ternyata itu hanya perasaan takut yang tidak berdasar. Atau ada sebagian orang lagi yang tidak pernah merasakan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak memiliki hal-hal yang cukup membuat mereka bahagia. Sebaliknya meski mereka mempunyai banyak alasan untuk berbahagia mereka selalu merasa diri mereka orang yang paling malang. Memang sikap hati dan cara pandang lebih menentukan ketimbang apa yang kita alami.

Tokoh-tokoh natal adalah pribadi-pribadi yang patut diteladani, karena mereka memiliki sikap hati dan cara pandang yang benar sehubungan dengan natal. Yusuf, Maria, para gembala, dan para Majus penuh dengan sukacita ketika mereka menyembah Bayi Yesus meski sosok Yesus jauh dari konsep Mesias yang diidam-idamkan oleh sebagian besar orang Israel. Meski Maria harus melahirkan Sang Mesias di kandang yang kumuh dan bau, namun ia tetap bersukacita. Walau Raja di raja dibaringkan dalam palungan yang kotor tapi para gembala itu tetap penuh bahagia selepas menyembah-Nya (Luk. 2:20). Orang Majus yang telah menempuh perjalanan nan panjang tetap bergembira ria meski menjumpai Yesus bukan di istana mewah tapi rumah bersahaja (Mat. 2:10). Mereka, para tokoh natal pertama, memiliki sukacita natal meski berhak kecewa karena Sang Bayi Natal tak lahir dalam situasi yang glamor dan megah. Sikap itu mereka miliki karena mereka percaya bahwa Bayi itulah Mesias yang dijanjikan, Sang Juru Selamat umat manusia.

Mungkin di antara Anda ada yang melewati natal tahun ini dalam suasana yang kurang menyenangkan. Mungkin Anda sedang dirundung masalah rumah tangga, atau Anda sedang terbaring lemah karena sakit. Atau pun Anda sedang dililit persoalan keuangan, atau baru ditinggalkan orang yang dikasihi. Meski demikian, mari kita tetap merayakan natal dengan penuh sukacita. Sebab persoalan natal bukanlah di luar diri kita, tapi di dalam diri kita. Yaitu Kristus, Sang Juru Selamat yang lahir di hati kita telah memberikan keselamatan dan kedamaian. Oleh sebab itu tiada hal yang menghalangi kita untuk bersukacita. (Pancha Wiguna Yahya)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."