• PDF

Potret

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:05
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1935 kali
Sudah lama saya ingin menulis tentang potret, namun baru kali ini terwujud.  Bagi saya potret, terutama potret manusia, adalah fenomena yang menarik. Betapa tidak? Saya amati orang begitu antusias tatkala mereka melihat potret. Tak peduli itu potret hitam putih atau berwarna meriah.  Entah itu potret kerabat, teman bahkan orang yang tak dikenal sekalipun.  Pokoknya orang selalu senang melihat potret. Sebaliknya orang gemar memamerkan potret. Mereka membingkai potret dengan pigura indah lalu menggantungnya pada dinding atau meletakkan di dalam bufet.  Ada juga yang menyusun potret dengan apik dalam album nan mewah.   Di jaman ini orang biasa mengirim potret melalui surel (surat elektronik) atau pesan layanan multimedia (MMS).

     Segala macam potret dipertontonkan orang. Mereka yang baru menikah suka menunjukkan potret pernikahan mereka. Pasutri muda senang memperlihatkan potret bayi mereka yang menggemaskan.  Remaja-remaja gembira kalau potret mereka yang penuh gaya dan ekspresi dilihat orang. Biasanya para ABG ini mengabadikan aksi mereka di studio-studio foto, atau di kotak potret (foto box) yang kini menjamur di mal-mal.  Sedang orang dewasa suka menunjukkan potret perjalanan wisata (ke luar atau di dalam negeri) mereka atau pun potret cucu-cucu mereka nan lucu-lucu.

     Mengapa orang suka melihat potret? Itulah pertanyaan yang hinggap di pikiran saya sekian lama.  Apa yang menarik pada sebuah potret sehingga orang antuasias mengamatinya? Mungkin karena potret mengandung kehidupan hingga orang menyukainya.  Apa saja yang hidup akan selalu menarik untuk diamati.  Tapi yang mati - pohon imitasi, hewan tiruan, boneka - semirip apa pun dengan yang asli, tak semenarik aslinya karena mereka mati.  Potret adalah momen hidup yang diabadikan dalam sebuah gambar.

     Sadar atau tidak sebenarnya kita menebar potret pada banyak orang.  Hanya itu bukan potret yang tercetak atau terpampang pada ponsel kita. Itu adalah potret kehidupan.  Yaitu momen hidup kita yang terlihat banyak orang.  Itulah tindak tanduk, sikap, dan tutur kata kita yang teramati orang. Tinggal sekarang potret semacam apa yang akan kita bagi pada orang. Potret yang coreng moreng dengan segala kealpaan dan kebusukan? Atau potret indah yang menebar keluhuran akhlak dan suri teladan?

  (Pancha Wiguna Yahya)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."