• PDF

Misteri

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:13
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1929 kali
Bagi sebagian orang, membaca novel atau kisah-kisah misteri terasa begitu asyik. Sepanjang cerita, mereka begitu menikmati rasa penasaran yang berloncatan di benak mereka. Para penikmat cerita misteri itu pun berpikir keras untuk menjawab teka-teka yang dimainkan oleh sang pengarang. Sampai akhirnya kepuasan pun membuncah-buncah tatkala mereka tiba pada penghujung bacaan itu. Akhirnya permainan telah usai. Misteri pun terjawab tuntas. Mereka pun masygul akan kepiawaian sang pengarang yang telah meramu cerita nan cantik, sampai-sampai jawaban atas teka-teki itu tak terjawab, kecuali mencari kuncinya di pasal yang terakhir.

Bagi saya Perjanjian Lama ialah sebuah misteri yang agung. Terutama bila itu berhubungan dengan ritual pengampunan dosa. Tatkala bangsa Israel melakukan dosa-dosa tertentu, mereka harus mempersembahkan korban dengan jenis dan cara yang telah ditetapkan oleh Allah (Im.1-7). Semua ritual persembahan korban telah diatur dengan amat rinci oleh Tuhan. Lalu, apa maksudnya semua ritual korban itu? Mengapa ketika berdosa, bangsa Israel harus menyembelih hewan dan mempersembahkan itu kepada Tuhan? Mengapa penyesalan dan pertobatan saja tidaklah cukup?

Itulah yang saya sebut dengan misteri, karena setiap kali bangsa Israel melakukannya, mereka tidak mengerti maksud semua itu. Namun, bagi kita yang hidup di jaman ini misteri itu telah terjawab. Kunci jawaban misteri nan agung itu tak lain adalah Kristus sendiri (Ibr. 7:26-27). Ritual korban menyimpan arti bahwa kendati sang pendosa telah menyesali dosa dan bertobat, hukuman dosa tetap harus dijalankan. Dan arti yang kedua ialah hukuman atas sang pendosa dapat digantikan oleh pihak lain, dalam hal ini oleh hewan-hewan yang disembelih dan dipersembahkan kepada Tuhan.
Namun, korban hewani itu tidaklah sempuna. Korban-korban itu tidak bisa menghapus dosa (Ibr. 10:4). Hanya ada satu korban yang sempurna yang dapat menghapus dosa, yaitu Kristus sendiri. Kristus telah memberikan diri-Nya sendiri sebagai korban yang sempurna saat Ia mati di atas kayu salib. Dalam diri Kristus-lah seluruh keadilan Allah ditumpahkan. Yesus telah menjadi korban ganti kita untuk menanggung murka Allah agar kita dibebaskan dari hukuman kekal. Di dalam diri Kristus juga kasih Allah yang agung itu dinyatakan secara total. Kasih yang rindu menyelamatkan umat manusia yang berdosa. Supaya semua orang yang percaya kepada Yesus diselamatkan. (
Pancha Wiguna Yahya)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."