• PDF

Berkorban

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:15
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 2333 kali
Orang-orang Kristen yang terlibat aktif dalam pelayanan gereja bukanlah orang-orang yang nggak ada kerjaan alias pengangguran. Lalu mereka mencari-cari kesibukan dengan melayani di gereja. Sebaliknya, mereka ini adalah orang-orang yang sibuk bahkan super sibuk. Di tengah kesibukan yang teramat padat dalam dunia kerja dan keluarga, mereka rela memberikan pikiran-waktu-tenaga untuk pekerjaan Tuhan. Tak jarang mereka pun merogoh kocek mereka untuk mendukung pelayanan. Boleh dikatakan mereka telah berkorban banyak untuk Tuhan.

Tapi – seandainya kita merenungkan sedalam-dalamnya – benarkah orang-orang kristen yang melayani telah berkorban banyak untuk Tuhan? Kalau kita menyitir ucapan C.T. Studd, pendiri Yayasan Misi OMF, “kalau Kristus adalah Tuhan dan Ia mati bagiku maka tidak ada pengorbanan yang terlalu besar bagi-Nya” sesungguhnya pelayanan kepada Tuhan itu bukanlah pengorbanan yang besar. Bahkan sudah seharusnyalah kita melayani sebab kita ini hamba (baca: budak) Tuhan yang telah ditebus dan menjadi milik-Nya (1 Kor. 6:20; 1 Pet. 1:18-19).

Sesungguhnya bukan kita yang berkorban bagi Tuhan, namun sebaliknya Tuhanlah yang telah berkorban dengan melibatkan kita dalam pelayanan-Nya. Mengapa demikian? Allah adalah Pribadi yang sempurna. Ketika Allah melakukan pekerjaan-Nya ia melakukan dengan tanpa cela. Alhasil, buah karya-Nya pun sempurna adanya. Tengoklah alam semesta ini! Bumi dan planet-planet yang setia mengitari matahari pada orbit mereka, binatang-binatang darat-laut-udara dengan segala keunikannya, dan manusia makhluk yang paling mulia dari semua ciptaan. Mereka semua adalah ciptaan yang sempurna dari tangan Allah yang sempurna. 

Seandainya Allah mencari para asisten untuk membantu melakukan pekerjaan-Nya, kira-kira orang-orang seperti apa yang dicari-Nya? Tentulah orang-orang yang sempurna. Ya! Mereka harus sempurna dalam kepandaian, ketrampilan, kreatifitas, pengetahuan, dan etos kerja. Dan jika demikian, pasti tak ada orang yang dapat memenuhi kualifikasi itu karena tak ada seorang pun yang sempurna.

Namun, syukur kepada Tuhan, karena Ia yang sempurna rela melibatkan kita yang penuh kekurangan ini di dalam pekerjaan-Nya. Anugerah ini seharusnya mendorong kita untuk melayani Dia lebih baik lagi, bahkan memberi yang terbaik dari yang kita miliki, tanpa merasa kita telah berkorban bagi-Nya. (Pancha W. Yahya)
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."