• PDF

Lampu

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:18
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1575 kali

Tatkala berkendara sepeda motor di pagi atau siang hari, beberapa kali saya melihat pengendara sepeda motor lain menyalakan lampu mereka. Mereka itu tidak sengaja menyalakan lampu karena mereka bukanlah para pelayat yang melakukan konvoi mengantar jenazah ke TPU. Mereka juga bukan orang-orang yang memperingati hari AIDS se-dunia yang biasanya diisi dengan penyalaan lampu kendaraan bermotor dari pk. 11.00-13.00 WIB. Mereka itu tak sengaja membiarkan lampu sepeda motornya menyala. Sewaktu mereka mematikan mesin sepeda motor mereka pada sore atau malam sebelumnya mereka lupa memadamkan lampunya. Alhasil pada keesokan hari tatkala mesin sepeda motor dinyalakan, lampu sepeda motor itu pun menyala.

Setiap kali saya mengendarai sepeda motor di pagi atau siang hari dan melihat lampu sepeda motor orang lain menyala, saya secara refleks mengecek apakah lampu sepeda motor saya masih menyala. Dengan segera saya memeriksa tombol pengatur lampu, apakah sudah dalam kondisi off. Mengapa saya bertindak refleks demikian? Semua itu ada ceritanya. Begini ceritanya, suatu siang saya sedang berkendara sepeda motor dan memboncengkan seorang teman. Entahkah mengapa, siang itu ada beberapa sepeda motor berpapasan dengan kami dengan lampu yang menyala. Melihat hal itu, saya pun tidak tahan untuk berkomentar, “Heran ya, hari ini banyak bener orang yang lupa matiin lampunya. Payah, masa begitu saja mereka lupa!” Belum lama menyeletuk, saya tak sengaja melihat speedometer, dan… ya ampun ternyata lampu sepeda motor saya masih menyala! Dengan segera saya matikan lampu itu, sebelum teman yang membonceng mengetahuinya. Ah, betapa malunya saya – meski teman saya tak tahu lampu sepeda motor saya masih menyala – berkomentar tentang kealpaan orang lain padahal saya juga melakukan hal yang sama.

Nah, sejak saat itu setiap kali saya berkendara sepeda motor di pagi atau siang hari dan saya melihat sepeda motor lain lampunya menyala, saya langsung mengecek apakah lampu sepeda motor saya telah mati atau belum. Lucunya, kebiasaan itu pun masih terjadi meski saat saya mengendarai mobil. Dari peristiwa itu saya belajar, saat melihat orang lain bersalah, seharusnya saya tidak mengomentarinya. Namun saya terlebih dahulu harus memeriksa diri. Jangan-jangan saya juga melakukan kekeliruan yang serupa. Dan saya pun menjadikan kesalahan orang lain sebagai sarana untuk lebih mawas diri. (Pancha W. Yahya)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."