• PDF

Instan

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:19
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 1650 kali
Haree genee masih repot-repot...?” Begitu kira-kira ujar anak muda jaman sekarang. Memang betul, di jaman serba maju ini hampir semua hal bisa kita lakukan dengan cara yang mudah sekaligus cepat, alias instan. Untuk mereguk kenikmatan dan kesenangan kita tak perlu lagi berusaha keras dan menunggu begitu lama. Misalnya, suatu malam Anda kepingin minum kopi. Untuk itu Anda tak perlu lagi membeli biji kopi, menggiling lalu memasaknya di dalam air mendidih. Masukkan saja beberapa sendok kopi instan ke dalam cangkir, lalu tuang air panas dari kran dispenser. Aduk sebentar, dan... secangkir kopi nikmat telah siap menemani lembur Anda. Mau masak opor ayam? Tak usah Anda berbelanja daging ayam, kelapa dan bumbu-bumbu lainnya. Anda tinggal meluncur dengan mobil otomatis (sehingga kaki Anda tak usah jadi pegal karena terus menginjak pedal kopling) ke supermarket terdekat. Lalu belilah sebungkus opor ayam instan di sana. Rendam saja opor ayam instan itu dalam air panas selama lima menit, lalu opor lezat itu siap disantap.

Hal-hal instan macam itu tak hanya dapat ditemukan dalam dunia makanan dan minuman, namun juga merambah ke bagian hidup yang lain seperti komunikasi, karier, teknologi, otomotif dan bidang-bidang lain. Misalnya untuk menjadi seorang selebritis Anda tak perlu meniti karier dari bawah, jatuh bangun selama bertahun-tahun. Kini tinggal ikut kontes idol-idolan atau kompetisi reality show, jika Anda beruntung, dalam hitungan bulan Anda akan langsung jadi bintang. Dalam soal komunikasi, Anda dapat bersurat dengan teman di benua lain dengan memencet tuts-tuts papan tombol dan dalam sekian detik surat Anda telah sampai di rumah teman Anda. Kini, semua yang serba instan itu telah menjadi budaya.

Namun sayang budaya instan tak selalu berbuah kebaikan. Misalnya, budaya mau cepat dan mudah tak jarang membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkannya. Juga menurut sebuah penelitian, diperoleh fakta bahwa sebagian besar generasi muda RRC sekarang memiliki mental lembek, gampang menyerah, mudah putus asa karena dimanjakan budaya serba enak dan instan. Kondisi mental yang seperti itu dikhawatirkan menjadikan banyak di antara mereka akan kandas ketika meniti karier. Budaya instan juga merasuk ke dalam spiritualitas Kristen. Kini tak banyak orang Kristen yang bersusah payah membangun rumah iman mereka berdasar Firman dan doa. Alhasil tatkala “tsunami” kehidupan menerpa, iman instan mereka pasti luluh lantak, tak berbekas. (Pancha W. Yahya)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."