• PDF

Gereja yang Jatuh

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:26
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
  • Sudah dibaca: 3598 kali
Seorang anak menemukan kura-kura kesayangannya terbalik, diam, dan bergeming. Melihat itu ia amat terpukul. Segera ia menghambur pada ayahnya.  Sambil menangis, diceritakannya ikhwal kura-kura itu kepada sang ayah. “Sudahlah, tidak usah menangis lagi,” kata ayahnya.  “Nanti ayah buatkan acara penghiburan yang terindah.  Ayah bikin peti berbalut sutera, nisan berukirkan nama kura-kuramu.  Lalu,  kita taburkan bunga-bunga atas pusaranya.”  Tangisan anak itu pun mereda.  “Ayo, kita siapkan upacara itu.” ujar sang ayah lagi.  Cepat-cepat anak itu kembali ke tempat kura-kuranya, namun binatang itu tak ada di sana.  Setelah lama ia dan sahabatnya mencari, ditemukan kura-kura itu lagi asyik berenang-renang di kolam rumahnya.  Anak itu berkata kepada temannya, “mari, kita bunuh dia!”

              Rupanya, anak itu telah lupa hal pertama—perasaan terhilang karena kura-kura yang dicintainya mati—demi sebuah kesenangan diri dan sensasi.  Gereja pun sering berlaku demikia, setidaknya yang dilakukan gereja Efesus.  Kalau kita membaca Wahyu 2:1-7, di sana terbentang fakta-fakta bahwa gereja Efesus adalah gereja yang sangat baik dan bertumbuh.  Yesus pun memuji  tiga hal mengenai gereja Efesus.  Pertama, pekerjaannya (baca: pelayanannya).  Jemaat ini dipuji karena telah berjerih payah, tekun, dan tidak mengenal lelah (ay. 2-3).  Kedua, doktrin yang solid dan kokoh.  Gereja Efesus mampu mempertahankan ajaran yang benar dari pengaruh ajaran sesat dari dalam (rasul-rasul palsu, ay.2), maupun dari luar (pengikut-pengikut Nikolaus, ay.6),  Ketiga, kesabarannya menderita karena Kristus.  Di kota Efesus yang terdapat kuil dewi Diana (Artemis)—yang merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia—orang Kristen adalah minoritas di tengah-tengah para penyembah berhala.  Mereka seringkali mengalami perlakuan buruk karena iman mereka.  Namun mereka sabar menderita karena Kristus.  Sampai di sini,  tak salah bila kita mengatakan gereja Efesus adalah gereja yang hebat.  Gereja itu dinamis dan penuh semangat, pengajarannya kuat juga tahan dalam penderitaan.

Namun sayang, Tuhan Yesus mencela gereja Efesus, karena melupakan yang esensi yaitu kasih yang mula-mula. Mereka melakukan hal-hal hebat itu tanpa kasih.  Yang menggerakkan mereka giat melayani bukan kasih.  Mungkin diri, sensasi atau prestasi.  Mereka amat getol mempelajari doktrin, membangun bangunan pengajaran yang kuat, tetapi bangunan itu kosong, sepi dan mati sebab tidak ada kasih dalamnya.  Mereka sabar menanggung penderitaan karena Yesus tetapi mendorong itu bukan kasih pada Kristus.  Mereka telah jatuh dalam jurang yang dalam, seperti kata Firman Tuhan, “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh” (ay. 5).   

Rick Warren, di dalam bukunya yang berjudul Pertumbuhan Gereja Masa Kini, berkata bahwa banyak gereja telah mengganti hal yang utama yaitu visi yang benar dengan hal(-hal) lain.  Pertama, visi yang benar diganti dengan tradisi.  Menurutnya, gereja-gereja yang sudah lama cenderung terikat oleh berbagai tradisi seperti peraturan, ketetapan, dan tata cara ibadah, sehingga menganggap kehendak Allah kurang penting.  Beberapa gereja cenderung berkata, “kami selalu melakukannya begini, kami tidak pernah melakukan cara itu sebelumnya.”  Kedua,  visi yang benar terganti oleh uang.  Menurutnya, gereja yang demikian selalu diliputi dengan pertanyaan, “berapa biaya yang dibutuhkan?”  Perdebatan yang sengit dalam gereja seperti ini selalu berkisar pada penetapan anggaran.  Padahal menurut Warren, uang itu memang penting tetapi tidak lebih penting dibanding dengan apa yang Allah kehendaki gereja itu lakukan.  Ketiga, visi yang benar diganti dengan program.  Gereja yang seperti ini selalu memfokuskan para program-program yang wah, tanpa bertanya apakah program-program itu merupakan panggilan utama gereja.  Keempat, visi yang benar digantikan dengan gedung.  Gereja seperti ini membelanjakan uang lebih banyak untuk membangun dan merawat gedung dibanding untuk pelayanan.

Gereja-gereja yang dijelaskan oleh Rick Warren telah menggantikan hal utama dengan hal-hal lain yang kurang penting.  Mereka itu sama dengan jemaat Efesus yang kelihatannya hebat, namun sesungguhnya telah jatuh.  Gereja Anda, bagaimana? (Pancha W. Yahya)

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."