Pancha W. Yahya

Dilahirkan di Semarang, pada tanggal 8 Febuari 1976 dari pasangan Alm. Hanoto Jahja dan Tanti Widjaja. Dan pada tahun 2001, menikah dengan Sumanti Jonatan, S.Th.

Pendidikan:
1. SD Kristen 1 Semarang lulus tahun 1988
2. SMP PL Domenico Savio Semarang lulus tahun 1991
3. SMA Negeri 3 Semarang lulus tahun 1994
4. Sarjana Theologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang lulus tahun 2000

Pekerjaan:
Pernah menjadi pengerja di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
Jl. Jatinegara Barat III/2A dari th. 2000 - 2005, sekarang sedang menjalani
studi lanjut di SAAT Malang

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Doa yang Salah!

  • Rabu, 29 April 2009 14:12
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Banyak orang kristen enggan bila diminta untuk memimpin doa. Alasan-alasan yang mereka kemukakan antara lain: malu atau grogi. Alasan yang lain adalah mereka takut salah berdoa. 

Sebetulnya adakah doa yang salah? Bagaimana doa yang salah itu? Apakah doa kita dikatakan salah bila kita kurang tepat menyebutkan nama atau hal ikwal yang akan kita doakan? Apakah doa dikatakan salah bila kita menggunakan kata-kata yang kurang indah atau puitis? Atau doa kita salah bila kata-katanya tidak cukup panjang? Sebetulnya salah atau tidaknya sebuah doa tidak tergantung pada panjang-pendek, puitis-biasanya sebuah doa. Tetapi yang menjadi batu ujian bagi sebuah doa adalah motivasi. Ada dua hal yang menjadi standar untuk mengukur benar tidaknya motivasi sebuah doa.

Selanjutnya: Doa yang Salah!

  • PDF
  • Cetak

Doa Puasa vs Puasa Doa

  • Rabu, 29 April 2009 14:11
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Jujur saja, kita lebih sering “puasa doa” alias tidak berdoa daripada kita berdoa dengan berpuasa! Bahkan banyak di antara kita yang belum pernah berdoa puasa. Omong-omong tentang doa puasa, sebetulnya apa sih tujuan kita berdoa puasa? Apakah doa dengan puasa lebih afdol daripada doa sonder puasa? Apakah puasa menjadi alat bagi kita untuk membuat Tuhan kasihan pada kita dan akhirnya Ia “terpaksa” mengabulkan doa-doa kita? 

Secara prinsip ada dua tujuan berdoa puasa.

Selanjutnya: Doa Puasa vs Puasa Doa

  • PDF
  • Cetak

Bertekun di dalam Doa

Penilaian Pengunjung: / 15
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 14:10
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Sebuah slogan berbunyi, “Doa adalah nafas hidup orang kristen.” Mengapa slogan itu tidak berbunyi, “Doa adalah makanan atau minuman rohani orang kristen”? Sebuah penelitian mengatakan, bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makanan (hanya dengan minum) selama kurang lebih 40-60 hari tergantung daya tahan dan lemak yang ada di dalam tubuhnya. Dan manusia dapat bertahan hidup tanpa minum sekitar tiga hari. Tetapi manusia hanya bisa bertahan paling lama 8 menit saja, jika manusia tidak bernafas.

Selanjutnya: Bertekun di dalam Doa

  • PDF
  • Cetak

Berani (Menjalani) Hidup Bersama-sama

  • Rabu, 29 April 2009 14:09
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Belum genap satu minggu setelah berita bunuh diri yang dilakukan oleh seorang anak SD dimuat, koran-koran kembali “dihiasi” dengan berita serupa. Eriani Andriani, seorang perempuan yang sedang hamil 4 bulan, nekat menggantung diri dalam kamar mandinya. Daripada dililit hutang sebesar 2,9 juta rupiah ia lebih memilih melilit lehernya sendiri sampai tewas. Peristiwa-peristiwa bunuh diri, yang menurut saya amat tragis itu, membuat saya tergerak untuk mengulas kembali topik mengenai bunuh diri.

Paulus Wirutomo, sosiolog UI, menyampaikan beberapa hasil survey tentang tindakan bunuh diri di dunia.

Selanjutnya: Berani (Menjalani) Hidup Bersama-sama

  • PDF
  • Cetak

Pasukan Berani Hidup

  • Rabu, 29 April 2009 14:09
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Sebuah harian ibukota beberapa hari lalu memuat sebuah berita yang sangat mengejutkan. Seorang murid SD (12 tahun) mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dan penyebab bunuh diri itu adalah ia tidak dapat membayar biaya ekstra kulikuler sebesar Rp. 2500 yang diminta oleh gurunya. Betapa tragisnya keadaan masyarakat kita! Sebetulnya kasus di atas hanyalah gunung es dari kasus bunuh diri lain yang ada. Data yang dihimpun menunjukkan kepada kita akan adanya pertambahan jumlah pelaku bunuh diri di kota Jakarta. Sepanjang tahun 2002 sedikitnya (karena masih banyak kasus bunuh diri lain yang tidak tercatat) dicatat ada 75 kasus kasus bunuh diri di kota Jakarta. Tetapi dalam paruh tahun 2003 (Januari – Juni) saja dicatat sedikitnya ada 67 kasus bunuh diri. Berarti ada peningkatan jumlah kasus bunuh diri yang cukup signifikan di kota metropolitan Jakarta.

Selanjutnya: Pasukan Berani Hidup

Selanjutnya...

Halaman 21 dari 27