Pancha W. Yahya

Dilahirkan di Semarang, pada tanggal 8 Febuari 1976 dari pasangan Alm. Hanoto Jahja dan Tanti Widjaja. Dan pada tahun 2001, menikah dengan Sumanti Jonatan, S.Th.

Pendidikan:
1. SD Kristen 1 Semarang lulus tahun 1988
2. SMP PL Domenico Savio Semarang lulus tahun 1991
3. SMA Negeri 3 Semarang lulus tahun 1994
4. Sarjana Theologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang lulus tahun 2000

Pekerjaan:
Pernah menjadi pengerja di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
Jl. Jatinegara Barat III/2A dari th. 2000 - 2005, sekarang sedang menjalani
studi lanjut di SAAT Malang

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

INRI

  • Rabu, 29 April 2009 13:40
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Identitasnya tidak jelas. Namanya tidak diketahui. Jangankan namanya, atau siapa orangtuanya, kebangsaannya pun tidak kita kenal. Meskipun demikian, keberadaannya disebutkan dalam semua Injil dengan reputasi yang jelas. Seorang penjahat. Ia adalah salah satu penjahat yang disalib bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Meskipun pada awalnya ia turut mencemooh Tuhan Yesus bersama-sama dengan penjahat yang disalibkan bersamanya serta para prajurit dan orang banyak, tapi hidupnya diakhiri dengan happy ending. Akhirnya ia bertobat dan mengucapkan sebuah kalimat kepada Tuhan Yesus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.”

Selanjutnya: INRI

  • PDF
  • Cetak

Mengapa Petrus, Bukan Yudas?

Penilaian Pengunjung: / 3
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 13:39
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Banyak orangtua kristen menamai anak mereka dengan nama “Petrus atau Peter.” Tapi sangat jarang saya menemukan seorang yang bernama “Yudas.” Mengapa demikian? Apakah karena arti nama Yudas tidaklah baik? Tentu saja tidak, karena arti nama Yudas tidak kalah bagusnya dibanding dengan Petrus. Kalau Petrus berarti “batu karang”, Yudas berarti “pujian bagi Tuhan.” Sebuah nama yang indah bukan? Tentu saja ada alasan lain yang membuat para orangtua enggan menamai anak mereka Yudas, tapi apa ya alasannya? Aha…! Saya tahu sekarang! Banyak orangtua tidak menamai anak mereka Yudas supaya anak mereka tidak mengikuti jejak Yudas Iskariot yang mengkhianati gurunya. 

Selanjutnya: Mengapa Petrus, Bukan Yudas?

  • PDF
  • Cetak

Arti Memikul Salib

Penilaian Pengunjung: / 14
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 13:39
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Seorang ibu menyampaikan keluhannya kepada pendeta, “Pak Pendeta, saya menghadapi masalah yang sangat berat. Suami saya baru saja dipecat oleh perusahaannya, dan anak saya masih belum juga terlepas dari jeratan narkoba meskipun telah berulang kali keluar masuk panti rehabilitasi. Saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, memang ini salib yang harus saya pikul.”

Benarkah penderitaan yang dialami oleh ibu itu adalah salib yang harus dipikulnya?

Selanjutnya: Arti Memikul Salib

  • PDF
  • Cetak

Bagaimana Anda Mengenal Salib?

  • Rabu, 29 April 2009 13:39
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Sekarang salib telah menjadi begitu populer. Salib tidak hanya tergantung pada altar gereja-gereja, dan rumah-rumah umat kristiani tetapi juga pada leher bermacam insan di dunia. Salib tidak hanya menjadi aksesori bagi para kaum nasrani saja, tetapi juga orang-orang lain misalnya artis Madonna yang sensasional atau bahkan para penyanyi aliran musik rock yang identik dengan kebrutalan dan pemberontakan. Salib tidak lagi sekedar menjadi simbol agama tetapi telah menjadi bagian dari mode. Tidak ada orang yang tidak mengenal salib.

Selanjutnya: Bagaimana Anda Mengenal Salib?

  • PDF
  • Cetak

Cacat Dosa

  • Rabu, 29 April 2009 13:38
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Banyak orang kristen lebih merasa terganggu bila berat badannya naik daripada kalau melakukan dosa. Atau banyak wanita kristen lebih senewen bila rambutnya semakin memutih atau kulit wajahnya mulai berkeriput daripada kalau mereka berbuat dosa. Mengapa demikian? 

Seandainya dosa yang kita lakukan membuahkan perubahan-perubahan yang negatif pada tubuh kita, tentu ceritanya akan lain. Misalnya, sewaktu kita berbohong, seketika itu juga hidung kita akan bertambah panjang seperti Pinokio,

Selanjutnya: Cacat Dosa

Selanjutnya...

Halaman 26 dari 27