Pancha W. Yahya

Dilahirkan di Semarang, pada tanggal 8 Febuari 1976 dari pasangan Alm. Hanoto Jahja dan Tanti Widjaja. Dan pada tahun 2001, menikah dengan Sumanti Jonatan, S.Th.

Pendidikan:
1. SD Kristen 1 Semarang lulus tahun 1988
2. SMP PL Domenico Savio Semarang lulus tahun 1991
3. SMA Negeri 3 Semarang lulus tahun 1994
4. Sarjana Theologia dari Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang lulus tahun 2000

Pekerjaan:
Pernah menjadi pengerja di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
Jl. Jatinegara Barat III/2A dari th. 2000 - 2005, sekarang sedang menjalani
studi lanjut di SAAT Malang

Dapat dihubungi langsung di Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

  • PDF
  • Cetak

Faekhuna’a

  • Rabu, 29 April 2009 17:03
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Faekhuna’a adalah nama sebuah dusun di kecamatan Afulu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Sebab prasarana jalan yang buruk, dusun ini hanya dapat didatangi dengan berjalan kaki, mengendarai sepeda atau paling banter sepeda motor. Dusun ini begitu “terpencil” hingga sampai saat ini belum tersentuh oleh jaringan listrik. Beberapa warga yang “mampu” dapat membeli generator sekadar untuk menerangi rumah mereka saat gelap.

Selanjutnya: Faekhuna’a

  • PDF
  • Cetak

Pengungsi

  • Rabu, 29 April 2009 17:00
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Tsunami yang mengempas Asia Selatan pada akhir tahun 2004 lalu, menyisakan sedikitnya tiga juta orang pengungsi (Tempo, 3-9 Jan 2005). Dari seluruh pengungsi itu, yang terbanyak ialah dari negara Sri Lanka dengan jumlah lebih dari satu setengah juta jiwa. Orang-orang yang tak berumah itu kini tergabung ke dalam barisan puluhan juta para pengungsi lain yang tersebar di penjuru bumi. Sebagian besar dari para pengungsi itu ialah pengungsi karena perang. Sisanya mengungsi karena mengalami perlakuan keji di tempat asalnya, dan sebagian lagi mengungsi karena bencana alam.

Selanjutnya: Pengungsi

  • PDF
  • Cetak

Kalender

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 16:59
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Kalender adalah usaha manusia membagi waktu ke dalam hari, bulan dan tahun untuk mempermudah kelangsungan hidupnya. Pada awalnya kalender dibuat supaya manusia dapat menentukan masa bercocok-tanam dan memudahkan berdagang. Makanya kata kalender berasal dari kata Latin kalendarium yang berarti “catatan pembukuan utang” atau “buku catatan bunga pinjaman.” Sedang kata kalendarium berawal dari sebuah kata dalam bahasa Latin kalendae yang berarti “hari pertama dalam satu bulan Romawi”, yaitu hari saat diumumkannya hari-hari berjualan, panen, perayaan-perayaan dan kegiatan-kegiatan lain selama sebulan ke depan.

Selanjutnya: Kalender

  • PDF
  • Cetak

Bencana

  • Rabu, 29 April 2009 16:59
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Kalender 2004 ditutup dengan lembaran kelam. Bertubi bencana menyatroni ibu pertiwi.  Mulai dari tergelincirnya pesawat Lion Air JT 0538 di Bandara Adi Soemarmo, Solo yang memakan korban 26 orang. Lalu, satu heli TNI AL terjengkang di sungai Siriwo, 80 kilometer arah Utara kota Nabire pada 22 Desember 2004.  Dua hari kemudian satu lagi heli TNI AU jatuh di Wonosobo, Jawa Tengah.  Jumlah korban yang tewas pada kedua bencana itu adalah 18 orang.

Selanjutnya: Bencana

  • PDF
  • Cetak

Pencuri Natal

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 16:59
  • Ditulis oleh Pancha W. Yahya
Adalah Grinch, makhluk hijau mengerikan dengan sekujur tubuh penuh bulu. Pada awalnya Grinch hidup di tengah-tengah para Who di desa Whoville. Namun karena penampilannya yang aneh ia sering diejek dan ditertawakan oleh teman-temannya. Puncaknya, tatkala seluruh penduduk Whoville merayakan natal, Grinch dipermalukan oleh seluruh teman kelasnya. Akhirnya Grinch menyingkir dari Whoville. Ia tinggal seorang diri di puncak gunung sebelah Utara desa Whoville. Selama berpuluh tahun, Grinch mengurung diri dan tak menampakkan diri kepada siapa pun. Satu hal yang amat dibenci oleh Grinch ialah “Natal.”

Selanjutnya: Pencuri Natal

Selanjutnya...

Halaman 8 dari 27