Katrina Pasti Berlalu

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Katrina mulai merias wajahnya di depan cermin. Gaunnya yang berwarna hijau kebiruan sangat kontras dengan bedak putih di wajahnya dan pewarna mata yang berwarna biru serta pewarna bibir yang merah. Dia hendak berpergian. Mengunjungi sahabat karibnya. Dia hendak mengabarkan suatu peringatan bagi sahabatnya tersebut yang telah hidup dan bekerja di Amerika. Dia hanya mendengar bahwa hidup temannya tersebut telah jauh dari Tuhan, bergelimang dosa dan hanya hidup berpesta
pora. Menyedihkan sekali. Maka itu Katrina perlu mengingatkan temannya.

23 Agustus 2005, Pusat Penyelidikan Badai Topan Amerika Serikat mendapatkan tanda bahwa adanya badai topan yang melewati kepulauan Bahama.
24 Agustus 2005, Tanda-tanda badai topan dikenal sebagai Badai Topan Katrina.
25 Agustus 2005, Ditengarai Katrina sudah sampai di Florida dengan Kategori 1, dan menimbulkan 11 orang meninggal dunia.
26 Agustus 2005, Katrina telah sampai di Teluk Meksiko. Para pejabat Amerika yang menangani Bencana Alam mengadakan rapat. Mereka memperkirakan Katrina tidak akan bertindak lanjut, tetapi yang akan menyusul datang yakni badai topan Cindy yang terkenal lebih ganas daripada Katrina.
27 Agustus 2005, Katrina bertambah murka dan menjadi kategori 3. Walikota New Orleans Ray Nagin mengumumkan evakuasi kota dengan membawa persediaan makanan dan minum selama 3 hari dan mengungsi ke senayan olahraga Superdome. Gubernur Kathleen Babineaux Blanco meminta Presiden Bush untuk mengumumkan bencana nasional bagi negara bagian Louisiana dengan tindakan Stafford Act (pertolongan penyediaan rumah, konseling, pekerjaan dan modal usaha kecil).
28 Agustus 2005, Katrina tambah menjadi-jadi mencapai kategori 4. Pelayanan Ramalan Cuaca Amerika memperkirakan akan terjadi kerusakan berat yang diakibatkan oleh Katrina. Jam 1 siang Katrina mencapai kategori 5 (kategori yang paling merusakkan) dengan kecepatan angin sekitar 255 km/per jam.
29 Agustus 2005, Banjir yang diakibatkan Katrina mencapai 3 meter. Presiden Bush mengumumkan bencana nasional bagi negara bagian Louisiana, Mississippi dan Alabama.
30 Agustus 2005, Delapan puluh persen New Orleans telah tergenangi oleh air. Hal ini dikarenakan letak New Orleans kira-kira 3,5 meter dibawah permukaan laut. Dan karena begitu kuatnya badai Katrina yang membawa air laut masuk ke New Orleans sampai bendungan yang dibuat, sudah tidak sanggup lagi menahan air laut. Kejahatan pun mulai timbul ditengah-tengah penderitaan manusia yang mengalami bencana alam. Pencurian, perampokan dan pemerkosaan terjadi. Maka tepatlah sudah pepatah yang mengatakan sudah jatuh tertimpa tangga. Belum lagi pertolongan untuk bahan makanan minuman hingga tempat tinggal yang datang terlambat (karena salah pengertian dalam komunikasi) membuat para penduduk setempat harus benar-benar bersabar menghadapi bencana tersebut.

Penderitaan yang lainnya adalah, ketika para penduduk di Amrik sudah terbiasa dengan segala ketersediaan dan keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari, maka sekarang mereka tidak mempunyai apa-apa, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak mempunyai tujuan yang pasti dan hari depan mereka penuh dengan tanda tanya yang sangat besar. Sampai mereka pun tidak dapat berpikir apa-apa lagi selain hanya menyelamatkan diri dari bencana alam tersebut.

Sebuah koran lokal menuliskan berita utamanya yang cukup menarik “Apakah kita siap ?” Jika bencana alam seperti yang dialami oleh penduduk Amrik di New Orleans terjadi di sekitar lingkungan kita? Kelihatannya bencana alam yang terjadi adalah sepele. Angin ribut yang menyebabkan banjir. Tetapi ketika banjir yang terjadi setinggi 2-3 meter, hal itu bukan sepele lagi. Kehidupan manusia terancam bahaya. Maka tidak berlebihan banyak penduduk yang meninggal dunia karena bencana tersebut.

Ketika dalam pengungsian seorang kepala pasukan tentara Amrik mengatakan bahwa kehilangan harta benda hanya sementara dan dapat dicari kembali. Tetapi kehilangan nyawa adalah selama-lamannya. Kepala pasukan tentara itu mungkin orang Kristen atau bukan, tetapi Alkitab telah mencatat bahwa apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya. Dalam bencana alam yang membuat manusia kehilangan harta bendanya, nyawa terlebih penting. Dan sangat berharga di mata Allah.

Bagaimanapun siapnya manusia menghadapi bencana, manusia hanya terbatas. Manusia bukan saja memerlukan pertolongan secara fisik terlebih itu manusia memerlukan pertolongan jiwanya. Manusia yang jatuh dalam dosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Maka manusia memerlukan pertolongan dari Tuhan. Pertolongan dari Yesus yang telah menyediakan pengampunan dan keselamatan.

Kiranya Katrina bukan saja bencana yang merusakkan tetapi terlebih dari itu ada suatu pelajaran yang dapat dipetik oleh kita semua. Terutama bagi orang yang mengalami bencana. Kita mendoakan orang-orang yang mengalami bencana, supaya mereka dapat dihibur, dikuatkan, diperbaharui dalam pengharapan dan menyerahkan masa depan mereka kedalam tangan Tuhan. 

Ketika semua pengharapan sirna. Hanya kesakitan yang kau rasa. Ketika tak ada tempat untuk berteduh. Ingatlah satu hal, ada Sahabat yang selalu disisimu. Menemani, menghibur, menguatkan dan peduli padamu. Panggil namanya Yesus Kristus.

Vancouver, 30 September 2005


Peter Purwanegara
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
diaaaraaa  - makaasiih   |114.126.158.xxx |11-03-2010 02:56:29
makasih udh bwt blog ini ak pke blog ini bwt bikin slide...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."