• PDF

MVP

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:24
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
  • Sudah dibaca: 3701 kali
Di Amerika, di liga olahraga yang amatir sampai yang profesional sering dilakukan pemilihan Pemain Paling Berharga (Most Valuable Player) atau yang kita kenal sebagai Pemain Terbaik dalam sebuah turnamen olahraga beregu.

Apa sih maksudnya MVP atau Pemain Paling Berharga itu? Menurut kamus umum, MVP adalah pemain yang menunjukkan performa terbaiknya dalam sebuah turnamen atau dari sebuah klub olahraga. Ciri performa pemain yang terbaik bukan saja menunjukkan permainannya di lapangan tetapi dapat menjadi pemimpin, dapat menjadi pengaruh timnya, menjadi pendorong timnya, bukan saja menjadi pemimpin tetapi dapat menjadi teman yang mengerti keadaan yang lain, tidak egois, menjadikan timnya lebih percaya diri, seakan-akan tanpa dirinya tim tersebut tidak dapat berjalan dengan baik.

MVP sering dikaitkan bukan saja perilaku pemain di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan alias bagaimana perilaku hidupnya sehari-hari. Karena dengan julukan MVP yang dimiliknya sering seorang pemain dapat menjadi contoh teladan bagi orang lain. Tidak sedikit pemain yang ingin menjadi MVP, tentu ada maksud di baliknya; yakni setelah menjadi MVP, ia akan lebih terkenal dan lebih banyak mendapat penghasilan atau mendatangkan duit.

Bagaimana dengan kekristenan? Apakah diperlukan MVC? Most Valuable Christian? Bukankah banyak orang Kristen sendiri yang mengutamakan melihat kehidupan orang Kristen lainnya menjadi panutan. Ada ungkapan yang mengatakan “Seeing is Believing”. Kalau sudah melihat dengan mata sendiri baru percaya, begitu kira-kira artinya. Atau ada banyak pernyataan seperti, “Saya akan percaya kalau dia memang sudah bertobat dan berubah.”

Jika ada Most Valuable Christian/Orang Kristen yang Bernilai (Berharga)/orang Kristen Terbaik, apakah ada pula Orang Kristen yang Tak (atau kurang) Berharga? Kiranya sebutan itu tidak berlaku dalam kekristenan. Memang tak dipungkiri bahwa ada orang-orang tertentu dalam gereja yang mempunyai ‘talenta’ karisma yang dapat membangun semangat pengurus gereja lainnya. Ada pemimpin pujian yang luar biasa dapat menguasai suasana puji-pujian dengan begitu berapi-api. Ada pemain musik yang begitu hebatnya permainannya sehingga dapat membawa jemaat memuji Tuhan dengan begitu semangat. Ada pengurus gereja atau pendeta yang begitu hebat ber-orator bahkan tanpa melihat ayat-ayat dalam Alkitab, dia sudah hafal luar kepala. Talentanya untuk berbicara, untuk menyampaikan Firman Tuhan begitu mempesona. Kotbah dua jam tidak terasa lama. Ada pengurus gereja yang mempunyai karunia menyembuhkan penyakit, yang dapat membangun atau mendorong semangat jemaat yang telah jatuh untuk bangun kembali. Inikah orang-orang yang patut disebut dengan Most Valuable Christian?

Bagi penganut faham ‘seeing is believing’ mungkin benar. Tetapi sayangnya Tuhan tidak pernah melihat penampilan luar manusia. Prestasi manusia. Kehebatan manusia. Kejeniusan manusia. (karena semua itu kan pemberian Tuhan, bukan?) Tuhan hanya melihat hati manusia. Manusia melihat penampilan manusia. Mungkin orang-orang kaya yang memberi segepok uang persembahan di bait Allah adalah MVC. Tetapi Tuhan Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Lukas 21:3, 4)

Tidak sedikit ‘the most valuable christian’ adalah orang-orang kaya, yang diangkat menjadi pengurus gereja. Sebagai petinggi gereja. Karena ada sebab akibatnya. Lalu masa kagak ada most valuable christian di gereja? Arti gereja yang adalah sekumpulan orang yang telah dipilih dari dunia ini (sebenarnya sudah mencerminkan bahwa kita ini adalah most valuable christian bagi Tuhan). Gereja tidak perlu meniru-niru dunia untuk menyemarakan program gereja, ada pemilihan most valuable christian. Christian idol. Christian beauty. Dan lain sebagainya. Itu adalah produk dunia.

Adakah orang kristen yang paling bernilai dalam gereja? Apakah dia seperti Bill Gates, untuk menghitung uangnya saja tak selesai dalam satu hari. Atau seorang kristen yang paling berkarisma dan mempunyai multi talenta. Dari yang bisa berbahasa lidah, bahasa asing, menyembuhkan penyakit tanpa resep dokter, sampai memimpin ratusan ribu jemaat seperti gereja mega (mega church). Tetapi sayang bagi Tuhan semua itu tidak ada artinya.

Murid-murid Tuhan Yesus juga pernah mempermasalahkan MVP atau MVC ini, “Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." Lukas 9:46.

Tentu Tuhan Yesus tidak menggambarkan bahwa jika seseorang disebut sebagai MVP dia harus menjadi ‘not most valuable person’. Tetapi orang yang biasanya disebut MVP tidaklah sombong. Dia seorang yang tulus dan rendah hati. Dengan demikian orang-orang di sekitarnya yang mengenalnya akan menyebut dia sebagai MVP.

Bagi Tuhan tidak membeda-bedakan apakah dia seorang MVP atau MVC, karena Allah hanya berkenan kepada seorang Kristen yang setia dan takut pada-Nya. Mentaati perintah-perintah Firman-Nya. Selalu rindu untuk berada didekat-Nya. Menjadi saluran berkat, melayani dan teladan bagi sesamanya.

Vancouver, Januari 31, 2007



Peter Purwanegara

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."