• PDF

Prakteknya Man...na

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:28
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
  • Sudah dibaca: 2840 kali
Duh Tuhan itu kayaknya mo beri pelajaran komplit yach. Waktu menulis “Kasih Itu Aktif” gw dapet kejadian seperti begini. Waktu 2 minggu lalu seorang teman kerja, sebut saja namanya Busu, menelponku memberitahu bahwa seorang temanku lain bernama Z mendadak sakit dan Busu bertanya bisa engga aku menggantikan kerja si Z untuk hari itu. Karena pas hari itu hari day-off ku, jadi gw jawab ok no problemo.

Pas hari gajian gw coba periksa cek gw. Ternyata cek yang kuterima tidak bertambah. Hari dimana pas gw kerja buat gantiin teman gw Z, nggak ada di cek. Maka gw minta info di kantor perusahaan. Setelah diperiksa ulang oleh admin, dia mengatakan bahwa hari itu gw ngga kerja, jadi memang ngga ada di cek. Gw jadi heran kan kenapa bisa demikian? Singkat cerita setelah mengusut selama 3 hari, gw tau jawabannya.

Seseorang telah mengubah jam kerja gw! Siapa? Busu! Busu seorang teman kerja yang cukup dekat denganku. Kita sering keluar makan bareng. Nonton bareng. Putrinya dan putriku juga sering main sama-sama. Cukup dekat kan? Aku juga cukup percaya padanya. Meski dia mengaku sekarang menjadi seorang Kristen KTP (dulunya sih aktif katanya, tetapi melalui banyak peristiwa dia sekarang hanya sebagai Kristen tempel aja)

Nah setelah mengetahui si Busu yang melakukan penggantian itu (dan tanpa memberitahu aku juga) aku cukup kaget juga. Kenapa? Ada apa gerangan sampai dia tega banget berlaku seperti itu padaku? Aku pun cukup bertanya-tanya. Dan sebagai manusia normal, tensi hati ini jadi panas. Timbul pikiran jelek dalam otak. Lalu aku pun mencoba menelpon dia untuk minta keterangan dari dia, apa yang terjadi. Tiga hari aku menelpon di telpon genggamnya - nada masuk - tetapi tidak ada yang mengangkatnya.

Pikiran jelek semakin merasukku. Tega banget deh dia kerjain temennya sendiri. Selama tiga hari kadang waktu kerja terpikir si Busu, kemana gerangan. Di tempat kerja, dia menghindar menemuiku. Ini kan tanda-tandanya dia mo berbuat jelek sama gw. Beberapa pikiran melintas di kepala untuk memberi pelajaran bagi si Busu. (biasa kan manusia normal pasti begitu kan reaksinya)

Nah, Tuhan itu emang ajaib, koq pas bisa aku membaca buku “Perang Kata” yang disebutin tentang bahwa kasih itu aktif. Maka aku pun merenung juga. Gihmana sebagai seorang Kristen aku harus bertindak dalam sikon seperti ini. Lalu Tuhan juga beri inspirasi. Kenapa koq aku melalui ‘cobaan’ ini. Sebenarnya waktu ini adalah waktu yang tepat untuk mendemonstrasikan akan kasih Kristus pada si Busu.

Setelah berdoa, aku memutuskan aku tidak akan memberi ‘pelajaran’ padanya atau membalasnya. Melainkan aku akan mengajak dia berbicara dengan kasih. Mencoba berbicara dengan baik-baik. Mencoba menyadarkan Busu. Aku pun juga siap jika dia akan ‘ngemplang’ ato mengambil duitku. Toh aku nggak bisa apa-apa.

Persoalannya bukan masalah tentang duitnya, tetapi aku lebih condong kepada etika dia. Bagaimana kita sudah lama berteman kurang lebih 5 tahun, dia masih mau menipuku? Apa tidak ada cara lebih baik jika dia sedang kesulitan keuangan, dia datang berbicara baik-baik kepadaku dan meminjam uang dariku misalnya, daripada harus melakukan sesuatu yang tidak baik? Tentu aku kasihan kepadanya, karena dia sudah melakukan ‘penipuan’ terhadaku juga dia berani mengganti jumlah jam kerjaku, yang seharusnya itu adalah tugas manajer keuangan kita. Dia bukan saja mempunyai masalah denganku tetapi juga dengan perusahaanku. Aku pun lebih mendoakan Busu daripada mengutukinya.

Kejadian ini seakan mengingatku kembali, apa yang kutulis juga harus dapat ku lakukan. Bukan azal ngomong aza gitu maksudnya. Mungkin Tuhan mau aku melakukan apa yang sudah kutulis. Pertamanya tentu engga gampang, emang hati yang masih panas bisa memaafkan orang yang mencelakakan elo?

Hari keempat setelah aku menelpon Busu tanpa ada jawaban. Aku hanya mendiamkan saja. Tentu hal ini merupakan sebuah masalah bagiku. Dan pelajaran yang kudapat darinya bahwa Tuhan dapat mengijinkan suatu masalah untuk menjadi berkat bagi kita. Biar kita semakin dewasa ketika menghadapi masalah. Dimana seringkali banyak orang menghadapi masalah mereka hanya menatap pada masalah itu sendiri. Tetapi sebagai seorang yang beriman, ketika kita menghadapi masalah biarlah mata kita tidak hanya pada masalah, melainkan lebih difokuskan pada Yesus Tuhan kita.

Kita berserah, menyerahkan masalah kita pada Kristus. Tidak sedikit orang yang hanya menatap pada masalah; timbul kekuatiran, ketakutan yang semakin kronis, stres, dipresi dan timbul pengambilan keputusan pribadi. Kadangkala akan mengakibatkan jalan keluar yang fatal. Dan akhirnya adalah pelarian (maksudnya bukan olahraga lari) seperti narkotik, minum-minuman keras. Masalah satu belum diselesaikan timbul masalah lainnya dan lainnya.

Aku percaya Tuhan menggerakkan hati Busu. Pada hari kelima tak kuduga Busu datang menemuiku (padahal selama empat hari itu dia menghindar). Dan lucunya (memang) dia tak pernah menyinggung tentang masalah itu tetapi dia menyatakan bahwa ada kesalahan pada ceknya (kayaknya nilainya kelebihan, dia beralasan demikian) entah dia hendak menutupi kesalahannya. Aku hanya mengiyakan dan mengatakan padanya bahwa ada yang salah juga pada cekku.Dan aku minta waktu berbicara dengannya, kuutarakan padanya bahwa dia melakukan sesuatu yang tidak baik. Dia sih kaget juga kayaknya (kaget mungkin koq aku bisa tahu). Maka dengan beribu-ribu alasan dia bercerita mengapa dia berbuat demikian hingga dia juga menitikkan air matanya. (semoga itu air mata sesungguhnya, bukan air mata kena bawang bombai)

Aku hanya menyatakan bahwa apapun alasannya, Tuhan tahu hati seseorang. Manusia tidak dapat bersembunyi dari hadapan Allah. Aku juga mengingatkan dia untuk membereskan masalah ini dengan menghadap manajer keuangan kami. Sebagai seorang pria sejati harus berani menghadapi konsekuensi apa yang telah diperbuatnya. Dan aku mengajaknya berdoa, supaya dia berani dan kuat menghadapi hidup ini dengan pertolongan Tuhan.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."