Peter Purwanegara

Lahir dan dibesarkan di Surabaya. Seusai sekolah menengah atas melanjutkan pendidikannya di Vancouver, Canada di fakultas administrasi. Pelayanan di gereja lokal sejak kecil. Bakat menulis dikenalnya semenjak sekolah menengah pertama disalurkan ke beberapa media rohani lokal. Saat ini tinggal di Vancouver, Canada, bekerja pada surat kabar lokal dan melanjutkan belajar paruh waktu dalam bidang periklanan. 

Selain hobinya menulis (dan membaca); aktifitas luar ruang, design grafis, fotografi, tennis dan olahraga serta warna biru menjadi kesukaan bapak muda berputri satu ini. Mottonya cukup sederhana, "Never say I Can't" dan "Be Creative" serta ayat Alkitab favoritnya, "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa engkau Kuutus, haruslah engkau pergi." (Yeremia 1:7).

  • PDF
  • Cetak

Tragedi Nicole

  • Rabu, 29 April 2009 18:25
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Di Amrik Utara, berita Anna Nicole Smith cukup menghebohkan. Bukan karena dia seorang legenda. Tetapi karena keruwetan setelah mantan kelinci Playboy itu meninggal dunia. Dan apa yang telah diwariskannya?

Mengapa Anna Nicole Smith koq disebut tragedi? Habis semenjak dia muda hidupnya ingin bebas merdeka (umur 17 tahun minggat dari rumah orang tuanya yang sering menyiksanya). Dikatakan oleh sang ibu bahwa Nicole sudah menggunakan narkotika. Setahun lebih kemudian menikah dengan pacarnya. Dengan usaha kerjanya dari pelayan restoran hingga penari telanjang, dari bintang majalah Palyboy hingga menjadi istri milyuner minyak J Howard Marshall II. Dari mendapatkan harta warisan yang berlimpah hingga hidup mewah. Akhirnya apa yang didapatnya? Kesenangan? (Sementara) Kebahagiaan? Hingga meninggalnya Nicole diceritakan oleh suaminya (yang sah atau tidak sah kurang diketahui – Howard Stern) Nicole dalam keadaan stres berat.

Selanjutnya: Tragedi Nicole

  • PDF
  • Cetak

Smack Down, Gun Down, Choke Yourself

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:24
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Kalau di Indo yang lalu terdengar kabar gonjang ganjing karena pertunjukkan Smack Down yang menjadi kambing hitam dari beberapa kecelakaan yang dialami oleh penontonnya. Mungkin saja pertunjukkan tersebut masih baru bagi penonton lokal, sehingga menimbulkan kegairahan untuk meniru-niru. Dan akibatnya fatal, anak-anak yang meniru para idolanya, mengalami cedera bahkan sampai tewas. Menyedihkan? Tentu saja. Gara-gara salah pertunjukkan tersebut? Atawa yang menonton belum siap mental? Atau salah si A, si B.....masih panjang daftar untuk mempersalahkan pihak yang lain.

Selanjutnya: Smack Down, Gun Down, Choke Yourself

  • PDF
  • Cetak

MVP

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:24
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Di Amerika, di liga olahraga yang amatir sampai yang profesional sering dilakukan pemilihan Pemain Paling Berharga (Most Valuable Player) atau yang kita kenal sebagai Pemain Terbaik dalam sebuah turnamen olahraga beregu.

Apa sih maksudnya MVP atau Pemain Paling Berharga itu? Menurut kamus umum, MVP adalah pemain yang menunjukkan performa terbaiknya dalam sebuah turnamen atau dari sebuah klub olahraga. Ciri performa pemain yang terbaik bukan saja menunjukkan permainannya di lapangan tetapi dapat menjadi pemimpin, dapat menjadi pengaruh timnya, menjadi pendorong timnya, bukan saja menjadi pemimpin tetapi dapat menjadi teman yang mengerti keadaan yang lain, tidak egois, menjadikan timnya lebih percaya diri, seakan-akan tanpa dirinya tim tersebut tidak dapat berjalan dengan baik.

Selanjutnya: MVP

  • PDF
  • Cetak

Kemenangan Untuk Kristus

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:23
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Untuk kedua kalinya Maria menghela nafas sambil memandang foto Surya, suaminya yang telah meninggal dunia. Dada Maria masih terasa sesak. Bukan saja karena mengingat Surya yang telah tiada tetapi dia juga teringat perkataan Joshua, putranya tadi siang, sewaktu pulang dari sekolah. “Ma, saya butuh uang lima ratus ribu untuk biaya kostum pertandingan 17 Agustus nanti.” Maria hanya tidak menyangka bahwa pemberitahuan Joshua begitu tiba-tiba rasanya. Dia mengingat bahwa kalau tidak salah empat bulan yang lalu Joshua meminta uang satu juta untuk membeli sepatu sepak bola.

Selanjutnya: Kemenangan Untuk Kristus

  • PDF
  • Cetak

Di Persimpangan

  • Rabu, 29 April 2009 18:23
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Senin pagi hari sebelum aku memulai pekerjaan rutinku, tiba-tiba intercom di dalam kantor berbunyi. “Pak Niki, pak Subaja ingin menemui bapak sekarang juga di kantornya.” Deg! Hatiku langsung berdebar-debar. Pasti ada sesuatu yang penting sehingga atasanku, pak Subaja, memanggilku untuk berbicara sepagi ini. Suara Rini sang sekretaris yang lemah lembut itu tidak membuatku semakin santai, tetapi membuat degup jantungku makin kencang.

Selanjutnya: Di Persimpangan

Selanjutnya...

Halaman 4 dari 15