Peter Purwanegara

Lahir dan dibesarkan di Surabaya. Seusai sekolah menengah atas melanjutkan pendidikannya di Vancouver, Canada di fakultas administrasi. Pelayanan di gereja lokal sejak kecil. Bakat menulis dikenalnya semenjak sekolah menengah pertama disalurkan ke beberapa media rohani lokal. Saat ini tinggal di Vancouver, Canada, bekerja pada surat kabar lokal dan melanjutkan belajar paruh waktu dalam bidang periklanan. 

Selain hobinya menulis (dan membaca); aktifitas luar ruang, design grafis, fotografi, tennis dan olahraga serta warna biru menjadi kesukaan bapak muda berputri satu ini. Mottonya cukup sederhana, "Never say I Can't" dan "Be Creative" serta ayat Alkitab favoritnya, "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa engkau Kuutus, haruslah engkau pergi." (Yeremia 1:7).

  • PDF
  • Cetak

Sepuluh Menit Pertama

  • Rabu, 29 April 2009 18:20
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Anda pernah mendengar promosi film yang mengatakan “Aksi dimulai pada menit pertama.” Artinya pada saat film dimulai anda dapat merasakan ketegangan atau ‘terlibat’ secara emosi.

Jika anda pernah menonton film-film aksi semacam James Bond, True Lies dan Speed, maka anda dapat memperhatikan bahwa film seperti demikian dimulai dengan aksi yang akan membuat anda berdebar tegang. Beda dengan film horor atau drama yang harus dibangun dari mula; perlahan akan mengajak penonton “terlibat’ secara emosi dan pada paruh film berikutnya akan terlihat konflik yang memuncak.

Selanjutnya: Sepuluh Menit Pertama

  • PDF
  • Cetak

Penumpang Malam (2)

  • Rabu, 29 April 2009 18:20
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Miki tercengang ketika mendengar cerita yang keluar dari mulut si gadis. “Aku selalu ingat, ketika aku masih kecil Mama selalu menyanyikan lagu ini dan aku tiduran di pangkuannya. Mama selalu bercerita tentang hidupnya yang selalu bergantung kepada Tuhan…..” 

“Tetapi ketika aku mulai remaja aku selalu memberontak untuk melawan nasehat Mama. Aku tak peduli ketika Mama sampai menangis karena aku bertengkar dengannya. Aku sekarang hanya ingin bertemu dengannya.” cerita si gadis disela tangisnya.

Selanjutnya: Penumpang Malam (2)

  • PDF
  • Cetak

Penumpang Malam

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:19
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Menjelang tengah malam, hujan masih turun dengan derasnya. Miki mengendarai mobilnya dengan lebih perlahan dari biasanya. Bukan hanya disebabkan jalanan licin, tetapi juga untuk jarak pandang ke depan cukup terbatas. Seperti biasa karena pekerjaan yang menumpuk maka Miki terpaksa pulang lebih lambat. Jalan bebas hambatan yang Miki lalui semakin sepi saja. Sayup-sayup terdengar lagu-lagu rohani terdengar dari sebuah stasiun radio Kristen.

Pandangan Miki hanya tertuju ke arah depan jalanan sambil sesekali melihat rintik-rintik hujan yang
menghinggap di kaca depan mobil. Perasaan tubuhnya capek banget, sehingga seakan isi kepala terasa kosong. Sesekali Miki menguap sambil meraba wajahnya untuk merasakan udara dingin.

Selanjutnya: Penumpang Malam

  • PDF
  • Cetak

Dicari: Penjilat

  • Rabu, 29 April 2009 18:19
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Dicari seorang Penjilat pengalaman, pria wanita sama saja, umur tidak terbatas, pembawaan menarik, berambisi, mencapai tujuan dengan segala cara, ulet mau berkembang, yes man, bersedia bekerja luar dan dalam kantor, bersedia lembur dan mudah bergaul. Gaji dan fasilitas sangat memuaskan. Pelamar harap mengirimkan CV lengkap ke alamat kantor kami.

Percaya atau tidak ternyata kriteria menjilat ini telah menjadi rahasia umum. Kalau Anda bekerja di
sebuah perusahaan dan anda tidak menjilat kepada atasan anda maka pekerjaan anda tidak akan langgeng. Tentu itu adalah konsep orang dunia, demikian kita berkata. Tetapi pada nyatanya, berapa banyak orang Kristen pun ikut ambil bagian dalamnya.

Selanjutnya: Dicari: Penjilat

  • PDF
  • Cetak

Michael Learns to Evangelize

  • Rabu, 29 April 2009 18:18
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Bangun Miki! Bangun! Jangan tidur melulu. Mentang-mentang namamu Michael lalu mendengarkan lagu-lagu Michael Learns to Rock yang mendayu-dayu itu dan akhirnya membuat kamu tertidur.

After sometimes I've finally made up my mind. She is the girl and I really want to make her mine.
I'm searching everywhere to find her again To tell her I love her.

Selanjutnya: Michael Learns to Evangelize

Selanjutnya...

Halaman 6 dari 15