Peter Purwanegara

Lahir dan dibesarkan di Surabaya. Seusai sekolah menengah atas melanjutkan pendidikannya di Vancouver, Canada di fakultas administrasi. Pelayanan di gereja lokal sejak kecil. Bakat menulis dikenalnya semenjak sekolah menengah pertama disalurkan ke beberapa media rohani lokal. Saat ini tinggal di Vancouver, Canada, bekerja pada surat kabar lokal dan melanjutkan belajar paruh waktu dalam bidang periklanan. 

Selain hobinya menulis (dan membaca); aktifitas luar ruang, design grafis, fotografi, tennis dan olahraga serta warna biru menjadi kesukaan bapak muda berputri satu ini. Mottonya cukup sederhana, "Never say I Can't" dan "Be Creative" serta ayat Alkitab favoritnya, "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa engkau Kuutus, haruslah engkau pergi." (Yeremia 1:7).

  • PDF
  • Cetak

Tak Selamanya Langit Kan Selalu Biru

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:18
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Telepon genggamku berdering dengan mengalunkan lagu “Bapa yang Kekal”. Dan kulihat nomer penelpon pada kaca monitor. Eric yang menelpon menyatakan dia sudah siap untuk dijemput.

Kini aku bukan lagi menjemput Eric yang kukenal pada lima tahun yang lalu. Eric yang sekarang adalah beda. Dia bukan lagi pemuda tinggi gagah yang tampan, yang digandrungi oleh para cewek, dengan sedan BMW seri limanya. Eric sekarang adalah sahabatku yang spesial. Dan aku makin mengasihinya.

Selanjutnya: Tak Selamanya Langit Kan Selalu Biru

  • PDF
  • Cetak

Ini Aku, Utuslah Aku

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:17
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Masih teringat 26 Desember 2004, aku masih dalam gereja mengikuti kebaktian Minggu dan pada saat doa syafaat diumumkan bahwa ada bencana gempa bumi tsunami di Asia Tenggara hingga Selatan yang telah memakan korban sekitar seribu jiwa. Dan aku berpikir bencana tersebut tidak akan begitu parah seperti bencana-bencana alam lainnya. Ternyata dugaan tersebut salah.

Semakin hari berita yang dimuat dalam media massa begitu menggetarkan hati. Dan ketika melihat tayangan berita yang ada dapat mengharu birukan pemirsa di rumah. Di stasiun televisi lokal, berita bencana Aceh pada minggu pertama merupakan berita utama wajib tonton.

Selanjutnya: Ini Aku, Utuslah Aku

  • PDF
  • Cetak

Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau

  • Rabu, 29 April 2009 18:17
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Bulan Februari 2005 yang lalu masih ramai dibicarakan tentang Tenaga Kerja Indonesia yang terutama di negara Malaysia yang hendak dipulangkan kembali ke Indonesia. Maka hampir setiap hari berita tersebut didengung-dengungkan, khususnya di media kotak kaca.

Ketika terbang dari Singapura ke Surabaya, betapa banyaknya TKI, yang juga bersamaan terbang dengan kami, dan suasana di dalam pesawat terbang pun menjadi ramai dengan terdengarnya percakapan dalam bahasa Indonesia, wah kayak pasar, selutuk seorang penumpang di sebelah saya.

Selanjutnya: Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau

  • PDF
  • Cetak

Habis Hujan Terbitlah Pelangi

  • Rabu, 29 April 2009 18:16
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
"Paman." panggilku.
Tak ada sahutan. Pria yang kupanggil sepertinya tidak
mengetahui kehadiranku. Aku berdiri disebelahnya. Ku
dengar helaan nafasnya. Dia memandang ke langit yang
mendung, kemudian dialihkan pandangannya ke arah
tumpukan puing bangunan.

Selanjutnya: Habis Hujan Terbitlah Pelangi

  • PDF
  • Cetak

LONCENG NATAL BERBUNYI

Penilaian Pengunjung: / 6
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 18:16
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Betapa sedihnya ketika mendengar lonceng Natal
berbunyi. Karena lonceng itu bukan membunyikan arti
sebenarnya, arti Natal yang sebenarnya. Tetapi lonceng
itu mengingatkan manusia untuk bersiap-siap
berbelanja, bersiap berhura-hura dan melupakan diri,
melupakan masalah manusia sementara.

Selanjutnya: LONCENG NATAL BERBUNYI

Selanjutnya...

Halaman 7 dari 15