Peter Purwanegara

Lahir dan dibesarkan di Surabaya. Seusai sekolah menengah atas melanjutkan pendidikannya di Vancouver, Canada di fakultas administrasi. Pelayanan di gereja lokal sejak kecil. Bakat menulis dikenalnya semenjak sekolah menengah pertama disalurkan ke beberapa media rohani lokal. Saat ini tinggal di Vancouver, Canada, bekerja pada surat kabar lokal dan melanjutkan belajar paruh waktu dalam bidang periklanan. 

Selain hobinya menulis (dan membaca); aktifitas luar ruang, design grafis, fotografi, tennis dan olahraga serta warna biru menjadi kesukaan bapak muda berputri satu ini. Mottonya cukup sederhana, "Never say I Can't" dan "Be Creative" serta ayat Alkitab favoritnya, "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa engkau Kuutus, haruslah engkau pergi." (Yeremia 1:7).

  • PDF
  • Cetak

Sisanya untuk Tuhan

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:45
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Pada suatu hari aku diajak oleh seorang teman, sebut saja Andy, yang kebetulan dia adalah seorang manajer dari sebuah perusahaan donat terkenal di Canada sini. Banyak juga pengetahuan yang aku peroleh dari tur keliling pabriknya tersebut. Sampai akhirnya aku melontarkan suatu pertanyaan, "Bagaimana dengan donat yang telah diproduksi tetapi tidak laku dijual, apa dibuang begitu saja?"

Selanjutnya: Sisanya untuk Tuhan

  • PDF
  • Cetak

Adam dan Steve

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:44
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Kalau kita membuka Alkitab bahasa Inggris pada Kejadian 2:22 mengatakan, “Then the LORD God made a woman from the rib he had taken out of the man, and he brought her to the man. The man said, 'This is now bone of my bones and flesh of my flesh; she shall be called 'woman,' for she was taken out of man.' For this reason a man will leave his father and mother and be united to his wife, and they will become one flesh.” Lalu Kejadian 3:20, “Adam named his wife Eve, because she would become the mother of all the living.” (NIV)

Selanjutnya: Adam dan Steve

  • PDF
  • Cetak

Tertawa Itu Mahal

Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:44
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara

Tertawa itu mahal? Memang harga tertawa itu berapa? Apa semua jenis tertawa itu sama harganya? Tertawa yang 'elegan' sama yang ‘cengengesan’ apakah beda?

Saya pernah membaca surat kabar kira-kira bulan Maret tahun 2002 yang lalu, terbetik kabar pelawak Sol Soleh yang dulu pernah bergabung dengan Bagyo Cs bersama Diran dan Darto, meninggal dunia di Jakarta. Lalu belum lama juga setelah itu terdengar kabar, teman Sol Soleh yakni Darto yang satu-satunya dari empat pelawak dari kelompok Bagyo Cs yang masih hidup (tahun 2002), mengalami Stroke dan hidupnya kembang kempis tanpa penghasilan. Nafkah hidupnya hanya berasal dari penjualan barang-barang di rumahnya.

Selanjutnya: Tertawa Itu Mahal

  • PDF
  • Cetak

Selebriti Kristen

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 29 April 2009 17:43
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Suka atau tidak suka, orang Kristen adalah minoritas di dalam masyarakat ini. Dan seperti minoritas lainnya, kita akan mencari sosok pahlawan dimana seseorang Kristen yang mempunyai prestasi dan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Seringkali hal itu kita jumpai, dalam bidang olahraga, seni atau hiburan; diantara mereka adalah artis Kristen yang bermain di film layar perak. Tetapi sayangnya seringkali sosok pahlawan itu tidak jelas. Tidak dapat bersinar terang. Dunia bisnis jarang sekali dapat menerima kehadiran orang Kristen yang tampak imannya pada Tuhan Yesus.

Selanjutnya: Selebriti Kristen

  • PDF
  • Cetak

Inulogi

  • Rabu, 29 April 2009 17:35
  • Ditulis oleh Peter Purwanegara
Di Indonesia, nama Inul Daratista sudah banyak dikenal orang, penyanyi dangdut yang menghebohkan penampilannya dan sampai sekarang masih menghebohkan dengan berita-berita pro dan kontra larangan tampil oleh seniman dangdut lainnya di media massa. Dan tidak sedikit masyarakat Indonesia yang membela Inul untuk melanjutkan karirnya.

Pada mulanya saya sih nggak pernah dengar nama Inul kecuali hanya karena rajin membaca berita-berita di tanah air melalui dunia maya. Dan kebetulan saya sempat berkoresponden dengan seorang teman di tanah air yang ikut memberi komentar bahwa Inul Daratista seorang artis dangdut umur 23 tahun asal Pasuruan, Jawa Timur, sedang naik daun sekaligus menghebohkan dengan gaya ‘ngebor’nya yang kurang pantas untuk dilihat.

Selanjutnya: Inulogi

Selanjutnya...

Halaman 12 dari 15