• PDF

Campur Tangan Orang Tua Dalam Berpacaran

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 14:33
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 5123 kali

Ada orang tua yang yang tidak mau tahu terhadap pergaulan anak-anaknya, ia berkata bahwa jaman sekarang adalah jaman modern, biarlah anak-anak menentukan masa depan sendiri. Kalimat yang diucapkan ini boleh benar, boleh juga tidak, mengapa? Sebab orang tua yang beginian dianggap orang tua jaman sekarang, yang mengerti sekali akan kondisi kehidupan anak anak-anaknya, namun dipihak lain, ortu yang demikain adalah ortu yang kurang bertanggung jawab, sebab menjadi ortu adalah tugas seumur hidup.


Memang kalau kaum muda yang tinggal bersama ortu, kegiatan pacarannya masih terpantau, walaupun mungkin ortu anda sibuknya seabrek, dibanding mereka yang sekolah di ibu kota bahkan di Luar Negeri, mereka semua terlepas dari pantauan ortu, mau melakukan apa saja ngak masalah, dan tidak ada yang melarang. Kalau bersama ortu , untuk pergi menonton misalnya, mesti lapor pada ortu dan waktu pulangnya juga sudah ditetapkan, tidak boleh melewati jam 22.00 malam misalnya, namun yang tinggal kost di ibu kota atau Luar Negeri, mau jungkir balik, pulang malam , tengah malam ataupun ngak pulang , tidak ada yang peduli. Bayangin saja, tentu risikonya lebih besar kalau tanpa ada keterlibatan orang tua sama sekali.

Saya yakin semua orang tua itu sayang pada anak-anaknya, mereka tidak bakal menjerumuskan anak-anaknya pada hal-hal yang keliru atau kesengsaraan. Tadi di depan kita telah menyinggung bahwa orang yang jatuh cinta itu kadang matanya dibutakan oleh cinta, oleh sebeb itu tugas orang tua untuk memelekkannya. Memang ada orang tua yang punya motivasi jelek, kalau pacar anaknya orang kaya, maka semuanya tidak dipersoalkan, rasanya lancar seperti jalan toll. Namun kalau sang pacar itu miskin (kere), mobil tak punya, sepeda motornya juga sudah butut, nah ini, surat ijinnya untuk berpacaran sulit sekali keluar. Banyak sekali prosedurnya. Kadang karena masalah kekayaan ini, banyak orang tua juga tertutup matanya, sehingga mengambil keputusan yang konyol, membuat si anak sengsara didalam perkawinannya. Ternyata kekayaan tidak dapat menjamin kebahagiaan, yang berbahagia justru saling mencintai itu.

Di lain pihak kaum muda yang sedang asyik berpacaran itu , sudah lupa segalanya. Sering kali ia tidak menemukan kejelekkan dari pasangannya, karena begitu kuatnya kekuatan cinta, telah membuat apa saja yang dilakukan oleh pacarnya itu selalu baik. Nah, kadang untuk hal ini sering terjadi pertengkatan antara anak dan ortu. Pacar yang suka bohong, masih dibela-belain, ngak apa-apalah , demi kesenangan kita, orang tua dibohongi pun ngak soal. Bayangkan saja, baru dalam tahap pacaran, sang “calon mertua” pun sudah berani dibohong, itu sebabnya jangan heran ntar kalau sudah menikah, sang isteri akan dibohongi juga, siapa takut!!. Bagi pria perokok dan pecandu Alkohol dan diskotik, apabila sang wanita yang sudah kebelet cinta ama dia, masih ngebela-belain juga, ngak apa-apa sesekali minum asal ngak sampe mabok, lagi pula yang diminum itu hanya beer yang ngak bakalan bikin mabok. Nah setelah menikah, apa yang terjadi, tahu sendirilah.

Saya pernah mendengar kesaksian seorang ibu dua anak, dia katakan bahwa sewaktu pacaran suaminya itu memang sudah mempunyai sifat buruk, selain perokok berat, Alkohol juga sering ke diskotik. Masih untunglah kalo berjudi ia tidak suka. Namun sesudah menikah apa lacur, si suami makin menjadi-jadi, hampir setiap malam minggu pergi minum dan diskotik, mula-mula sang isteri diajak, namun karena udah punya anak maka tidak diajak lagi. Sering kali pulang dengan mabuk tak menentu, dan suka main tangan memukul sang isteri. Berkali-kali terjadi hal ini, hingga akhirnya sang suami punya WIL (Wanita Idaman Lain = simpanan), barulah dengan keberanian dan terpaksa si isteri minta cerai, walaupun kedua putra semata wayang itu harus dipelihara oleh pihak suami, ia tidak persoalkan lagi, ia tidak tahan di madu. Inilah akibatnya, karena mata orang yang sedang dilanda asmara udah dibutain waktu itu. Nasihat ortupun kagak peduli.

Sekali lagi kita tidak dapat mengabaikan peranan orang tua dalam hal pacaran anak-anaknya, walaupun saya tidak setuju kalau orang tua mesti memaksakan kemauan mereka untuk anaknya, sebab yang berpacaran kan bukan orang tua dan yang bakal menikah juga bukan mereka. Sangat heran sekali, orang tua itu kadang memiliki insting yang melebihi anak-anak muda, mereka seakan-akan sudah mengetahui masa depan mereka, walaupun tidak semuanya benar, itu sebabnya restu merka sejauh mungkin jangan diabaikan. Kadang juga pilihan dan persetujuan orang tua itu bisa salah, kemungkinan besar karena kelihaian dari sang pacar bermain sandiwara sehingga mengelabui mereka.

Ada seorang tokoh di dalam Alkitab yang bernama Simson (Hakim-Haklim 14: 1 - 4), waktu itu Simson melihat seorang gadis Filistin di Timma. Kemudian ia pulang meberitahukan hal ini kepada orang tuanya. Hal ini baik, karena ternyata Samson masih menghargai orang tuanya didalam hal mencari pasangan. Namun yang disesalkan adlah ia tidak menuruti nasihat orang tuanya.

Menikah itu diperhitungkan oleh semua orang secara umum adalah satu kali, walaupun ada orang yang berkali-kali, yang berkali-kali pasti ada ketidak beresannnya. Oleh karena hanya satu kali maka perlu memilih dan menyeleksi yang terbaik, makanya campur tangan orang yang lebih tua apalagi orang tua kita, dijamin tidak merugikan. Permisi Tanya ya? Anda pacaran sudah direstui orang tua belum? Atau masih sembunyi-sembunyi? Yang sembunyi-sembunyi, percayalah suka-cita dan damai sejahteranya pasti terganggu. Sabarlah, hingga mereka merestui selama orang tua kita tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Usahakan jangan mengabaikan campur tangan mereka dalam berpacaran.


******************************************

*) Alumni Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), Malang, saat ini melayani di Gereja Injili Indonesia San Jose, California USA. penulis buku MENGENAL DIA LEBIH DALAM terbitan Kairos 2004 Jogjakarta dan DINAMIKA KEHIDUPAN ORANG PERCAYA terbitan Yasinta, 2004 Jakarta. Buku selanjutnya yang sedang dalam proses penerbitan Juli 2005 ini oleh penerbit Kairos Jogjakarta, berjudul  PENDETAKU DICACI & DIPUJI

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."