• PDF

Kompas Menerobos Gerbang 2006

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 14:35
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 1671 kali
Cepat sekali waktu berlalu, saya masih ingat tatkala dunia memperingati pergantian tahun 1999 menjadi 2000, yang mana di tahun itu, sambutannya luar biasa. Pesta mercon dan kembang api yang mahal, pesta dansa-dansa, acara-acara di televisi, berita-berita di media masa, pemutaran kaleidoskop yang berulang-ulang, semua ditujukan untuk menyambut tahun yang disebut abad milenium itu. Namun saat ini sudah kita lewati lima tahun, dan kita sudah masuk pada tahun ke enam.

Seperti biasanya apabila memasuki tahun yang baru sering kali orang-orang memiliki komitmen dan cita-cita yang baru pula. Namun sering cita-cita dan komitmen itu lenyap berjalan dengan kesibukan kita sehari-hari. Sepertinya tanpa disiplin tersendiri maka semua yang kita cita-citakan itu akan tinggal cita-cita, kalau tidak dibarengi dengan tekad menjalaninya. Lalu pada akhir tahun barulah menyesali mengapa tidak mempergunakan kesempatan itu dengan baik. Penyesalan selalu datangnya terlambat, dan hal ini sering kali membuat si korban menjadi putus pengharapan.

Saya kurang tahu apa yang menjadi cita-cita anda di tahun 2006 ini? Yang pasti kita harus berani menghadapi kenyataan. Betapapun sulitnya tahun demi tahun, kita pasti akan menghadapinya. Itu sebabnya rasanya untuk menerobos gerbang 2006 itu tidak terasa sulit, masalahnya adalah ketika kita telah masuk ke dalamnya, barulah kita akan menghadapi berbagai masalah dan kesulitan. Tuhan tidak berjanji bahwa langit selalu biru, kadang mendung bahkan hujan deras, angin badai dan banjir. Namun Tuhan berjanji, ia akan bersama-sama kita di dalam segala badai dan banjir, Ia akan memberikan kita kekuatan.

Penutup tahun 2005 diwarnai dengan hadiah bunyi "mercon" eh salah bukan mercon, tetapi "bom" di Palu, dan berbagai ancaman teroris sehingga bapak Presiden Indonesia juga terancam dan merasa perlu dikawal oleh Intelijen. Di media masa muncul tulisan yang berjudul, saya takut tinggal di negeri sendiri, sungguh riskan bukan? Sebelumnya negeri pertiwi juga diwarnai dengan berbagai unjuk rasa akibat kenaikan BBM, dampaknya berbagai penderitaan yang dialami berbagai lapisan masyarakat. Sekilas kita merasa prihatin melihat bahwa di tahun 2005 telah terdapat berbagai kesulitan, namun semua itu sudah berlalu dan dapat dijalani dengan baik. Saya tidak tahu lagi gimana perasaan kita yang saat ini menyanyi lagu “Indoensia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya, sejak dahulu dipuja-puja bangsa”. Benarkah dengan berbagai kejadian ini negara kita masih dipuja-puja? Tidak heran, bagi orang-orang yang tidak memiliki pegangan yang kuat, mereka akan hidup penuh kekuatiran dan rasa takut.

Beberapa orang yang saya kenal, di tahun 2005 ini menjalani pergumulan berat di dalam hidup, ia dipecat dari pekerjaan, keluarganya bermasalah, sakit-penyakit yang menyebabkan ia harus dioperasi, putus cinta dan sebagainya. Namun semua kesulitan itu juga sudah berlalu, dan Tuhan tetap melindungi mereka hingga hari ini. Semua itu terjadi karena Tuhan yang kita percaya itu tidak pernah meninggalkan kita. Benar, Ia tidak pernah meninggalkan kita (Ibrani 13:5b ayat favorit saya). Tuhan tidak pernah memberikan batu kepada mereka yang minta roti. Seorang penulis mengatakan Tuhan tidak mengambil emas dari kita lalu menggantikannya dengan perak, tetapi sebaliknya ia akan memberikan emas kepada kita menggantikan perak yang di tangan kita.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita bukan berarti kita bebas dari segala kesulitan, kadang kita perlu diuji, biar sungguh-sungguh sebagai manusia kita bersandar sepenuhnya kepadaNya saja. Tatkala menghadapi berbagai kesulitan, sering kali manusia tergoda mencari jalan pintas, sandarannya mulai beralih kepada manusia atau yang lain, uang, pangkat, para pengawal, paranormal dan bahkan diri sendiri. Padahal kalau kita telusuri, semua sandaran yang di luar Tuhan itu merupakan berhala, dan ternyata kuasanya hanya bersifat sementara.

Hari ini gerbang 2006 sudah kita terobos, masalahnya adalah bagaimana kita menjalaninya, semua ini terlepas pada pribadi kita. Kalau penyerahan kita secara total dan sandaran kita secara menyeluruh kepadaNya saya percaya kita akan berjalan dengan baik, walaupun tidak semulus apa yang kita harapkan. Justru dengan ketidak-mulusan inilah maka kelihatannya hidup itu lebih indah tidak monoton dan kita harus selalu bergantung pada Tuhan. Di tahun yang baru Tuhan tidak menjamin akan lebih baik dari tahun sebelumnya, tetapi kenyataannya kita harus menginjaknya, dan tanpa ada pilihan lain. Namun setiap kesulitan yang semakin berat, dan apabila kita diberi kesanggupan untuk menghadapi itu berarti kita diberikan kekuatan yang besar.

Daud sangat memahami persoalan ini, itu sebabnya di dalam Mazmur 23 ia menuliskan bahwa Tuhan sebagai Gembala yang walaupun di dalam perjalanan hidup itu ada lembah bayang-bayang maut, bahaya dan kengerian, namun tidak ada ketakutan sedikitpun. Baginya karena Tuhan selalu menyertai. Seperti yang tertulis di dalam 2 Timotius 1:7, ketakutan itu bukan berasal dari Tuhan, dengan demikian sebagai orang-orang yang telah dimenangkan oleh Tuhan, mereka harus berani menghadapi hidup ini dengan segala konsekuensinya. 

Sudah siapkah kita melangkah setapak lagi? Sekali lagi, kalaupun kita ngotot tidak mau melangkah, waktu itu tetap harus berjalan. Itu artinya siap atau tidak, jawabannya adalah haruslah siap. Yang penting kita jangan sampai salah melangkah. Supaya tidak salah melangkah kita perlu arah, dan Tuhan kita akan menunjukkan arah itu, asal kita mau patuh dan taat padaNya. Seperti Musa dan rombongan tatkala di padang belantara menuju Kanaan, mereka tidak ada peta dan kompas, namun Tuhan melalui tiang api dan tiang awan sebagai kompas perjalanannya. Masalahnya kita mau taat atau tidak pada kompas itu?

*) Penulis adalah seorang rohaniwan yang berdomisili di San Jose, penulis buku dan juga mengisi tulisan  dibeberapa media masa dan media internet.
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."