• PDF

Jika Anda Merasa Sakit Hati

Penilaian Pengunjung: / 10
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:32
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 8533 kali

Seandainya kita tidak mempunyai perasaan lagi atau kebal, maka apapun yang dilakukan orang terhadap kita tentu responnya biasa saja. Namun karena kita manusia yang normal, oleh sebab itu bila ada sikap seseorang yang kelewatan (kebangetan) terhadap kita maka kita akan merasa sakit hati.

Sakit hati itu adalah sikap yang wajar dan dapat muncul secara mendadak, biasanya karena ulah dan tingkah laku orang lain terhadap kita atau sebaliknya. Berbagai sebab yang mengakibatkan kita sakit hati, antara lain karena kita merasa tidak dihargai, kita merasa dikesampingkan atau diremehkan, dihina serta hendak dihancurkan. Sakit hati itu dapat timbul tanpa harus kita disakiti atau dilukai, kita tidak harus dipukul juga. Namun dari sikap dan perlakukan serta kata-kata yang disampaikan dengan cara menyindir dan kritik dapat membuat kita merasa sakit hati. Sakit hati itu akan lebih cepat terasa lagi bila yang memperlakukannya itu adalah orang-orang yang kita atau pernah kasihi.

Orang yang sakit hati tentu akan mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidur  tidak nyenyak dan makan tidak enak. Pemazmur mengatakan di dalam Maz 31:9-10 “orang yang sakit hati akan merasa sangat susah dan merana” Sakit hati juga dapat merampas sukacita dan selera hidup kita, dengan demikian orang yang sedang sakit hati akan terlihat di wajahnya selalu cemberut dan hidupnya menderita dan pekerjaannya agak berantakan. Oleh sebab itu jika kita coba mengkaji ulang, sebenarnya kita akan merasa sangat rugi jika kita harus mengalami sakit hati, sementara orang yang menyakiti kita itu tidak tahu-menahu atau bahkan saat ini sedang bersenang-senang dan berpesta pora.

Konon cerita ada dua orang sahabat karib yang sedang mengembara. Mereka berjalan menuju ke padang belantara, masuk hutan keluar hutan, masuk desa keluar desa. Suatu hari kedua sahabat itu bertengkar, dan akhirnya terjadi perkelahian. Salah seorang tiba-tiba menempeleng wajah sahabatnya. Sahabat yang ditempeleng itu tidak membalasnya, namun ia merasa sakit hati. Lalu ia menulis tulisan di atas pasir, bunyinya demikian “Hari ini sahabat baikku menempeleng aku”, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan lagi.

Di tengah perjalanan karena sengat terik matahari membuat mereka haus dan lapar. Itu sebabnya mereka berhenti di tepi sungai untuk menyantap makanan. Tatkala sahahat yang ditempeleng itu pergi ke sungai mengambil air, tiba-tiba ia terpeleset ke dalam sungai dan ia tidak bisa berenang. Ia menjerit minta tolong, dan sahabatnya dengan sigap dan cekatan terjun ke sungai menolong dan menyelamatkannya dari maut. Setelah siuman, ia menulis lagi tulisan di atas sebuah batu, bunyinya demikian “Hari ini sahabatku yang baik menyelamatkan aku”

Si sahabat yang tadinya menempeleng dan menyelamatkan ini bertanya-tanya, kenapa sahabatnya tadi menulis di atas pasir, sekarang menulisnya di atas batu? Kemudian sahabat itu menjawab demikian “Jika ada orang yang menyakitimu, cukuplah kita tulis di atas pasir saja, sebab sebentar akan datang angin kencang, hujan deras dan ombak air melenyapkan tulisan itu, sehingga engkau segera melupakannya. Namun jika ada orang berbuat baik kepadamu, tulislah di atas batu, supaya kalau ada angin kencang hujan dan badai menerpa, tulisannya tidak pernah akan hilang dan kamu akan ingat selalu kebaikannya”

Pelajaran ini sangat berharga bagi kita yang sedang sakit hati, biarlah kita tulis di atas pasir, supaya semua itu cepat dihanyutkan dan hilang, dengan demikian kita segera melupakannya. Namun maslahnya badai itu tidak sering datang, dan gempa juga muncul sekali-kali, bahkan tatkala gempa di Jakarta baru-baru ini banyak orang yang tidak mengetahuinya. Tetapi sesulit apapun juga, marilah kita fokus untuk lebih utama mengingat kebaikan orang lain, jangan selalu ingat kejahatannya, sehingga kita tidak perlu merasa sakit hati. Hidup kita ini singkat, semestinya kita maju terus, karena hari-hari berjalan tanpa berhenti, namun jika kita mandek hanya karena “sakit hati” akibat ulah orang-orang yang tidak berguna, maka kita sendiri yang menjadi korban.

Memang tidak gampang melupakan peristiwa yang meyakitkan, apalagi hal itu dilakukan oleh sekelompok orang-orang yang kita pernah kasihi dan hendak mencelakakan kita serta menghancurkan masa depan kita. Daud sendiri pernah mengalaminya, bayangkan saja anak kesayangannya Absalom berontak dan hendak mengkudetanya (lihat 2 Samual 15:1-15). Saya yakin secara manusia ia merasa sakit hati, namun Daud tidak menaruh dendam ataupun pembalasan terhadap anaknya. Inilah perintah Daud kepada seluruh anak buahnya "Demi aku, bersikaplah lunak terhadap Absalom yang masih muda itu." Dan seluruh pasukan mendengar ketika raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukannya (2 Samual 18:5). Demikian juga tokoh Tuhan Yesus, sebenarnya Ia berhak sakit hati, karena ia dicambuk, dicemooh, ditampar, dipukul dan sebagainya, bahkan murid-Nya sendiri mengkhianati-Nya. Namun apa yang dilakukan Tuhan Yesus , Ia justru mengatakan kepada Allah supaya mengampuni semua orang-ornag yang menyakitinya. Luar biasa bukan!

Dalam sebuah talk show yang digelar di sebuah radio swasta di Jakarta yang ditulis kembali oleh Amelia Devina dalam blognya, beliau menulis bahwa Antonio Dio Martin seorang pakar EQ di Indonesia mengatakan bahwa “orang lain itu bisa menyakiti kita hanya kalau mendapat ijin dari kita. Apapun sikap dan perlakuan orang sebenarnya hanya sebatas perkataan belaka sampai kita sendiri memaknainya. Sering kali kita merasa sakit hati atas perkataan orang lain, namun justru dengan perkataannya itu sebenarnya merupakan suatu peringatan awal supaya kita tidak melakukan hal yang salah. Jadi menghadapi masalah seperti ini kita semestinya membangun harga diri supaya kita tidak merasa sakit hati, dan kalaupun itu terjadi kita berusaha tidak membalas dengan hal-hal yang merugikan atau mencelakakan orang lain. Kemenangan itu sudah ada di tangan terlebih dahulu bila kita membalas perlakukan jahat dengan kebaikan. Hal yang lain adalah, apa yang diucapkan orang lain mestinya merupakan suatu refleksi singkat dalam kehidupan kita, supaya kita memiliki kesempatan belajar menjadi manusia yang lebih baik. Kalaupun motivasi dan tujuannya hendak menghancurkan kita, maka berdasarkan pengalaman hidup kita akan lebih baik jika kita tidak membalasnya. Tokoh Musa mengalami pengalaman kemenangan dalam hal ini, tatkala ia dikata-katai oleh Miriam dan Harun, ia tidak membalasnya. Saya yakin sebagai manusia yang normal dan berperasaan pada waktu itu Musa pasti merasa sakit hati. Namun satu kemenangan hidup yang dapat kita lihat di sini adalah hingga Miriam dihukum Tuhan dengan penyakit kusta pun, Musa tetap berdoa agar ia disembuhkan. Musa tidak membalas sakit hatinya, namun Tuhan sendiri yang menyatakan pembalasan.

Sudah waktunya hidup kita bebas dari rasa sakit hati, walaupun kemungkinan besar bekas-bekas luka itu masih ada; namun yang penting kita sudah sembuh. Jangan biarkan lingkungan atau orang-orang sekitar merampas kesukacitaan dan semangat hidup kita.  

Berikut ini ada tips mengobati sakit hati yang saya kutip dari Harian Kompas 6 Desember 2004, isinya antara lain: jika kita merasa sakit hati biarlah kita coba singkirkan perasaan yang tidak menyenangkan itu, tetapi pikirkan keberhasilan kita. Selanjutnya pergilah ke tempat yang menyenangkan dan temui sahabat karib yang bersedia mendengar unek-unek kita. Bila ada hal yang tetap mengganjal lalukanlah secara monolog misalnya, dengan menulis buku harian, namun jangan salah sangka, bukan menulis tulisan seperti ini. Bila persoalan itu begitu menekan dan harus menangis, maka menangislah hingga rasa sakit hati itu mereda. Pada saat itu kita coba mengingat kembali kebaikan orang yang menyakiti kita, karena sejahat-jahatnya seseorang pasti ada kebaikannya. Pelan-pelan mencoba melupakan, saya tambahkan minta pertolongan Tuhan untuk melupakannya. Tanyakan pada diri sendiri apakah dalam kondisi netral tatkala kita menilai apa yang diperbuat orang lain? Selamat tinggal sakit hati.



--------------------------------------
Rom 8:28 "And we know that to them that love God all things work together for good, even to them that are called according to his purpose".

Kunjungi juga situs :
http://www.gii-usa.org atau
http://www.glorianet.org/ atau
http://www.saumimansaud.org 

Bagi anda yang hendak join dengan milis 5MENIT2AYAT silahkan kirim email kosong ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Please doakan untuk rencana menerbitkan buku-buku via Lentera Kehidupan literatur, ada satu judul Di Balik Topeng Orang Percaya sedang proses.

Oh ya, jika anda kebetulan berkunjung/sekolah/pindah di San Francisco or San Jose; jangan sungkan mampir ke Gereja Injili Indonesia San Jose. Atau supaya lebih jelas email ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Kebaktian di dalam Bahasa Indonesia hari Minggu jam 10.00 am
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
pimz'  - waw ...   |118.96.98.xxx |15-01-2010 14:34:05
waw , keren sekalii . boleh tau siapa yang membuat nya ??
mai  - bijaksana sekali   |110.138.213.xxx |30-09-2010 23:15:27
maap ya org non kristen pa boleh tauu lebih banyak tentang hal ini trus da g'
almt email yg bs d'jak konsultasi mslh2 spt ni klo da tlg krmn yaaaa
Anonymous   |182.3.92.xxx |14-08-2011 08:15:56
yudi restuni   |180.246.151.xxx |31-12-2011 21:49:50
nurzian anggrainy sabihi  - sakit hati   |222.124.179.xxx |20-01-2012 19:47:28
ya,,,,!!!!!!!!!!!
allah knp kta p cowok sandiri menduakan ku emang kita p salah
apa sampe dia ba bekeng p kta b gitu,,,,
kong knp nn tidak b tunangan dengan
orang lain cuma dengan kta p sahabat sandiri.....!!!
bagini am klu m ba
tunangan itu lebih baik m jomlo dri pada m ba tunagan in yg m dapa cuma sakit
hati yg tidak ad alasan,,,,,!!!!!!!!!!!


tolong kase
akan tips sakat hati dong saya tunggu ya......~~~~~~~~~~~~~
ira herlina  - patah hati   |125.162.63.xxx |22-04-2012 20:41:42
tuhan, jika seandainya dia memang bukan untukku . jangan engkou biarkan rasa
sakit ini semakin tumbuh dan ajari aku untuk selalu mengurangi rasa cinta yang
dulu pernah ada . ijinkan aku untuk mencintai orang yang ira sayang dan orang
yang menyayangi ira , amin
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."