• PDF

Karya Agung di Balik Layar - (Markus 2:1-12)

Penilaian Pengunjung: / 11
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:36
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 16266 kali
Anda mungkin mulai menebak apa yang akan dibicarakan mengenai “Karya di balik layar” ini? Orang yang berada di balik layar sesungguhnya tidak popular, sebab mereka jarang bahkan tidak pernah terihat. Namun bukan berarti mereka tidak penting. Justru yang tidak kelihatan itu sangat berperan dan penting. Sebuah mobil mewah tidak ada arti apa-apanya bila mesin yang tidak kelihatan itu rusak. Markus 2:1-12 mengisahkan bahwa Yesus telah mengakhiri perjalanan dari Sinagoge menuju ke Kapernaum. Berita bahwa Yesus hendak kembali ke rumah ini rupanya tersebar ke seluruh kota (1:29, rumah Simon dan Andreas). Dengan demikian orang berduyun-duyun datang ke rumah itu – mereka begitu haus untuk mendengar berita kabar baik yang hendak diajarkan Tuhan Yesus.

Di antara sekian banyak orang yang penuh antusias hendak melihat Yesus itu rupanya ada empat ornag yang sedang membawa teman mereka yang lumpuh. Tatkala mereka tiba di rumah itu penuh sesak, tidak ada jalan masuk, maka mereka sepakat dan berinisiatif naik ke atas rumah dan membuka atapnya, sehingga mereka dapat menurunkan temannya itu. 

Apa keistimewaan dari ke empat orang itu? Ada empat karakteristik positip yang kita temukan dari mereka. Coba kita lihat satu per satu, di antaranya adalah: 1. Adanya kepedulian terhadap sesama 2. Adanya semangat dan kerja-sama 3. Adanya keyakinan dan tekad yang sama 4. Adanya prioritas yang sama.

1. Adanya kepedulian terhadap sesama

Tidak egois adalah karakteristik dari ke empat orang itu. Membawa teman yang sakit lumpuh kepada Tuhan Yesus dengan menerobos kerumunan ornag banyak dan menurunkannya melalui atas atap itu berarti adanya penyangkalan diri, karena secara otomatis mereka kehilangan kesempatan menerima berkat Tuhan. Hal ini sama seperti orang yang merelakan bangku yang ditempatinya untuk orang lain. Bersedia untuk tidak nyaman, kondisi ini tidak banyak orang sanggup melakukannya. Kepedulian akan sesama terasa sangat indah tatkala seseorang tidak memperhitungkan pengorbnanan yang telah dilakukannya. Namun sebaliknya apabila seseorang memperhitungkan pengorbanan yang dilakukannya karena ia pernah akibat menolong seseorang, maka berkatnya akan hilang begitu saja; demikian juga keindahannyapun tidak ada lagi. Apa artinya bila anda pernah menolong seseorang, namun engkau menggembar-gemborkannya pada ornag lain. Itu sama dengan ada orang kaya yang mengangap diri dermawan, lalu tatkala ia memberikan sumbangan dengan sengaja membayar para wartawan supaya namanya tercantum besar-besar di Surat Kabar.

Jika kita hubungkan dengan konteks gereja, contohnya cukup sederhana, ibarat seorang guru Sekolah Minggu atau Pelatih Koor yang terlanjunr ngomong pada murid-muridnya “ Hai anak-anak, apakah kalian tidak tahu bahwa saya tidak digaji sesenpun untuk mengajar kalian? Saya ini seorang dosen, jika saya mengajar di kampus atau tempat sekuler, maka saya akan mendapat honor sekian dolar?” Apabila kalimat ini benar-benar terucapkan, tentu berkatnya akan mengalir ke orang lain. Pelayanannya telah mendatangkan rasa sungut, bukan suka-cita. Bagi ke empat ornag itu, salah satu modal yang terlihat bahwa mereka memiliki rasa kepedulian pada sesama seacara pasti adalah, apa yang dikerjakan mereka tidak dengan bersungut-sungut dan hitung-hitugan.

2. Adanya semangat dan kerjasama

Di dalam sebuah team kerja, semangat saja tidak cukup tanpa dibarengi kerjasama yang baik. Oleh sebab itu ke empat orang harus memiliki rasa belas kasihan dan rasa kepeduliaan yang sama. Terus terang saja, tidak gampang ditemukan dalam kondisi yang buntu, namun semangat dan kerja sama tetap berkobar. Kesuksesan di sini tidak akan tercapai bila hanya satu atau dua orang yang memegang tandu, sementara yang lain berpangku tangan. Kesuksesan itu juga tidak akan tercapai bila ke empat orang itu tidak memiliki kerjasama, sebab bila ada salah seorang saja bersikeras hendak ke arah kanan, sementara semuanya menuju ke kiri, tentu akan terjadi kekeacauan. Semangat dan kerjasama menciptakan suatu keharmonisan dari team ini untuk mencapai tujuan yang diharapkan. 

Kebenaran di atas sungguh nyata bila kita bandingkan dengan Keluaran 17:11 “Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek”. Saat itu Musa memerintahkan Yosua melawan orang Amalek. Tatkala Musa mengangkat tangan, maka ornag-orang Israel menjadi kuat, namun jika tangan Musa diturunkan, maka orang Amalek akan lebih kuat. Ayat 12 mencatat, suatu saat tangan Musa itu penat, maka Harun dan Hur bekerja sama menopang tangannya; jadi dalam hal ini diperlukan semangat dan kerjasama sehingga tercipta kesatuan yang makin kuat dan bersemangat. 

Jaman sekarang bukan lagi saatnya kita berperan sendiri (one man show), sudah waktrunya orang-orang lain dilibatkan dan mendukung. Pelayanan di gereja akan berhasil jika setiap anggota jemaat satu dengan yang lain saling bekerja sama dan saling mendukung. Kita berkumpul bersama-sama itu merupakan suatu permulaan, namun tahap selanjutnya kita perlu kerja-sama, barulah tercipta apa yang disebut dengan kemenangan itu. Sekuat dan sesemangat apapun seseorang, namun bila tidak diduikung oleh orang lain, maka suatu saat pasti akan rubuh. Seperti ijuk sapu lidi, jika hanyasatu ijuk maka gampang sekali kita patahkan, seberpi menghancurkan kerupuik, namun bila ijuk-ijuk itu berkumpul menjadi satu sapu lidi, maka tidak gampang lagi dipatahkan.

3. Adanya keyakinan dan tekad yang sama.

Keyakinan bahwa hanya Yesus dapat mengurus teman mereka ini diperlukan adanya kepercayaan dan tekad yang bulat. Ke empat orang itu bisa saja putus asa, apalagi ketika menghadapi jalan buntu karena kerumunan orang di rumah itu yang menghalangi jalan masuk. 

Seorang mantan juara tinju James J. Carbett dari San Francisco ketika ditanya tentang apa rahasianya untuk menang dalam kejuaran tinju, maka ia menjawab “Bertarunglah satu ronde lagi”. Lalu ia menambahkan bahwa saat kita lelah dan terasa tidak kuat lagi, kembali “Bertarunglah satu ronde lagi”. Tekad bulat seperti ini akan membawa kita kepada kemenangan. 

Bagaimana dengan kita? Keyakinan haruslah dibarengi dengan tekad, apalagi di dalam team yang memerlukan kerja sama, maka tekadnya juga harus sama. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa di dalam sebuah team, kekutaannya justru terletak pada pribadi yang paling lemah. Bila ada rekan kita yang lemah, kita bukan menajuhi dan menjatuhkannya, tetapi justru kita patut dan harus mebawanya bangkit kembali.

4. Adanya prioritas yang tegas dan sama

Jalan buntu, namun tidak menutup kemungkinan untuk ke empat orang ini berputus asa. Satu-satunya jalan yang harus mereka tempuh adalah naik ke atas atap. Bentuk rumah orang Palestina pada waktu itu memungkinkan orang untuk naik ke atas atapnya. Karena biasanya ada semacam lubang untuk sinar masuk ke dalam rumah. Resiko yang diambil oleh ke empat orang ini cukup besar, namun bagi mereka tentu lebih berharga nyawa teman ini yang sakit. Itu sebabnya mereka lebih memprioritaskan kesembuhan temannya, ketimbang rasa malu, dan juga kemungkinan merusak rumah orang lain.

Anak-anak Tuhan kadang salah menempatkan prioritas di dalam hidupnya. Kadang hobby lebih diprioritaskan ketimbang Tuhan. Tidak jarang kita mendengar gara-gara pertandingan tinju , sepak bola atau sinetron; seseorang rela tidak ke gereja pada hari minggu. Karya di balik layar dari ke empat orang ini menghasilkan buah yang luar biasa, temannya yang lumpuh itu sembuh. Kesembuhan itu merupakan prioritas, ia lebih berarti dari segala pengorbanan yang mereka telah mereka lakukan. 

Apa yang bisa kita pelajari hari ini? Keberhasilan seseorang tidak terletak pada pribadi orang itu saja, biasanya juga ikut serta mereka yang telah mengambil bagian berkorban banyak di balik layar. Memang tidak semua ornag yang dibalik layar itu memiliki sikap yang baik, ada orang-orang tertentu justru bertopang tangan di sana dan membuat kerusuhan dan kekacauan dengan segala gossip dan bumbunya. Orang seperti ini adalah orang yang paling jahat dan tidak bertangung jawab di dunia.

Hari ini mungkin nama anda tidak popular? Orang-orang tidak mengenal anda. Orang-orang juga tidak pernah memuji anda. Karena anda adalah orang yang bekerja di balik layar, tidak dilihat orang. Padahal anda biasanya ke gereja lebih awal dan pulangnya paling akhir, karena harus membereskan semuanya terlebih dahulu. Pelayanan anda mungkin di dapur, bagian kebersihan, perlengkapan atau bagian dekorasi, yang semuanya tidak dilihat orang. Beda dengan mereka yang berjabatan pengurus, ketua, bendahara atau seksi acara. Namun perlu diingat, tanpa orang-orang yang dibalik layar seperti anda ini, semua keberhasilan itu tidak akan ada. Oleh sebab itu jangan sekali-kali menganggap diri anda remeh, dan jangan sekali-kali meremehkan mereka yang kurang popular ini. Mari, jangan berhenti berkarya yang mulia dan agung di balik layar ini. AMIN.

Lynnwood, Medio Mei 27

--------------------------------------
Rom 8:28 "And we know that to them that love God all things work together for good, even to them that are called according to his purpose".

Kunjungi juga situs :
http://www.gii-usa.org atau
http://www.glorianet.org/  atau
http://www.saumimansaud.org 

Bagi anda yang hendak join dengan milis 5MENIT2AYAT silahkan kirim email kosong ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Please doakan untuk rencana menerbitkan buku-buku via Lentera Kehidupan literatur, ada satu judul Di Balik Topeng Orang Percaya sedang proses.

Oh ya, jika anda kebetulan berkunjung/sekolah/pindah di San Francisco or San Jose; jangan sungkan mampir ke Gereja Injili Indonesia San Jose. Atau supaya lebih jelas email ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Kebaktian di dalam Bahasa Indonesia hari Minggu jam 10.00 am
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
yulius  - LUAR BIASA   |112.215.36.xxx |19-09-2012 01:14:02
THANKS ATAS TULISAN INI BEGITU LUAR BIASA MENYENTUH HATI SAYA....
TUHAN
MEMBERKATI...
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."