• PDF

Natal di tengah krisis

Penilaian Pengunjung: / 2
TerjelekTerbaik 
  • Kamis, 30 April 2009 15:39
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 3205 kali
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan". (Yeremia 29:11)

 

            Saat akhir tahun tiba, setiap umat manusia selalu bergembira menyambut tahun yang baru, padahal tanpa disadari umur kita semakin tua. Pusat belanja tidak  pernah sepi apalagi para pelaku bisnis berusaha merebut keuntungan sebanyak mungkin.

Promosi di sana-sini terlihat, mulai dari pemotongan harga 30% hingga 70%. Selain itu kita juga dapat menikmati semaraknya gemerlapan lampu-lampu yang berwarna-warni, itu pertanda setiap umat manusia merasa turut bersuka-cita dengan perayaan natal. Tiket pesawat tiba-tiba saja menjadi mahal, padahal harga minyak pada turun, semua ini akibat dari dampak perayaan natal. Namun di sisi lain ada banyak pegawai toko yang begitu sibuk melayani pelanggan tanpa disadari toko tempat mereka kerja sebentar lagi bakal ditutup, karena bosnya bakal bangkrut akibat dampak krisis ekonomi secara global, Itu berarti pula sebentar lagi mereka akan kehilangan pekerjaan. Lalu bagaimana orang-orang ini dapat turut merasakan suka-cita natal itu? Pertanyaan ini sangat sulit dijawab secara logika manusia, oleh sebab itu kita mesti mengetahui sesunguhnya makna natal itu.  

            Sejarah mencatat bahwa Tuhan Yesus lahir di kandang binatang, ia lahir dari keluarga tukang kayu yang  miskin.  Dengan kondisi yang miskin tentu kita dapat menduga bagaimana keadaaan keluarga Yesus waktu itu. Memang benar tempat penginapan itu penuh, namun seperti jaman ini jikalau ada orang kaya yang hendak menempati ruangan tersebut ia sanggup membayar mahal sekaligus menyingkirkan yang lebih miskin walaupun sesungguhnya ada orang lain yang  telah memesan tempat itu terlebih dahulu. Namun kenyataan yang kita lihat adalah Bayi Yesus itu justru lahir di kandang hewan. Ia lahir begitu sederhana, dan dengan demikian ingin membuktikan kepada dunia bahwa keselamatan dari Tuhan Yesus bukan barang mahal secara materi, tetapi lebih dari itu ia harus mahal secara rohani walaupun secara manusia kandang merupakan tempat yang hina. Namun kondisi ini harus rela dialami oleh Maria dan Yusuf, karena di tempat inilah Juruselamat harus lahir untuk menaklukkan dunia yang penuh kesombongan itu.

            Sudah bukan rahasia lagi bahwa dunia saat ini sedang mengalami berbagai krisis, termasuk juga negara super power seperti Amerika Serikat. Hal ini membuktikan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak boleh berharap kepada dunia. Kekayaan, dan kekuasaan apapun yang ada di dunia ini akan hancur, karena sifatnya tidak kekal. Amsal 16:25 "Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut". Kesombongan, tinggi hati justru mendahuli kehancuran seperti penulis Amsal mengatakannya. Amsal 16:18 "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan". Hanya orang-orang yang bermurah hati, merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Kemiskinan bukan berarti gagal, namun justru melalui kemiskinan seseorang akan betul-betul menghargai apa artinya perjuangan. Melalui kemiskinanlah maka seseorang itu bertekad supaya menjadi kaya, dan hanya orang yang pernah miskin saja yang dapat menyelami perasaan dan kehidupan orang miskin.

            Philip Yencey dalam bukunya mengutip apa yang dituliskan oleh Monica Hellwig tentang kemiskinan. Monica mengatakan orang miskin itu membutuhkan penebusan dan senantiasa bergantung pada orang lain. Orang miskin tidak bergantung pada kekayaan atau harta, karena mereka memang tidak memilikinya. Orang miskin tidak merasa dirinya terlalu penting, berbeda dengan orang kaya yang merasa diri hebat. Orang miskin itu tidak mengandalkan persaingan tetapi justru kerja sama yang baik. Orang miskin memiliki kesabaran, karena mereka sudah terlatih mengalami kesulitan, sangat beda dengan orang kaya yang  selalu melakukan berbagai aktifitas dengan penuh instant. Oleh sebab itu mereka tidak sungkan menyogok para pejabat tinggi guna memperlancar dan mempercepat segala urusannya. Orang miskin bila mendengar berita kabar baik akan merasa suka-cita, beda dengan orang kaya, seakan-akan mereka tidak butuh kabar tersebut. Oleh sebab itu maka kita jangan heran para malaikat meyampaikan berita suka-cita itu pertama kali kepada para gembala yang miskin dan mereka boleh merasakan suka-cita yang besar sekali. Beda dengan Herodes yang mendengar kabar tersebut, ia menjadi marah dan merasa terusik bahkan ia hendak membunuh bayi Yesus itu.

            Bagaimana dengan kondisi anda saat ini? Apakah di saat krisis seperti ini anda tetap merasakan aman karena harta kekayaan anda masih banyak? Ingatlah sahabat, kekayaan bukan merupakan jaminan atas segala-galanya. Walaupun untuk hidup di dunia ini kita butuh uang, namun jangan salah; kita juga membutuhkan keselamatan itu. Apa artinya kita kaya-raya namun kita tidak memiliki jalan pada saat kita mengakhiri hidup ini. Krisis boleh melanda seluruh penjuru dunia, namun Tuhan Yesus justru hadir ke duani ingin mengangkat kita dari krisis ini. Sebenarnya krisis di dunia kali ini tidak ada arti apa-apa bila dibandingkan dengan seseorang yang kehilangan keselamatan dan ia sedang merangkak ke neraka yang mana di sana krisisnya bersifat kekal. Kisah Para Rasul 4:12 "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Makanya selagi kesempatan itu masih ada maka raihlah suka-cita itu melalui Natal yang kita peringati di mana Tuhan Yesus benar-benar lahir dalam kehidupan kita. Lukas 2:11 mencatat "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud". Itu berarti hari ini juga Ia telah lahir bagi anda dan saya.

 

Lynnwood, 22 Desember 2008
Dengan salju yang masih turun di luar jendela

 

Saumiman Saud


--------------------------------------
Rom 8:28 "And we know that to them that love God all things work together for good, even to them that are called according to his purpose".

Kunjungi juga situs :
http://www.gii-usa.org atau
http://www.glorianet.org/  atau
http://www.saumimansaud.org 

Bagi anda yang hendak join dengan milis 5MENIT2AYAT silahkan kirim email kosong ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Please doakan untuk rencana menerbitkan buku-buku via Lentera Kehidupan literatur, ada satu judul Di Balik Topeng Orang Percaya sedang proses.

Oh ya, jika anda kebetulan berkunjung/sekolah/pindah di San Francisco or San Jose; jangan sungkan mampir ke Gereja Injili Indonesia San Jose. Atau supaya lebih jelas email ke: Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya . Kebaktian di dalam Bahasa Indonesia hari Minggu jam 10.00 am
Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."