• PDF

Pergeseran Makna Natal

Penilaian Pengunjung: / 5
TerjelekTerbaik 
  • Rabu, 23 Desember 2009 14:02
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 8321 kali

Tatkala kita diundang menghadiri pesta ulang tahun, tentu fokus sosok manusia yang mendapat perhatian khusus adalah yang berulang tahun itu. Beliau akan disalami, diberi hadiah, dipeluk, dicium, diajak ngobrol, difoto, dikerjai, pokoknya seratus persen pusat perhatiannya ditujukan kepadanya. Alangkah lucu bin janggal bila yang berulang tahun itu absen pada hari itu, para tamu pasti kecewa dan penuh tanda tanya.  Perayaan Natal juga demikian, sering kali karena kesibukan mempersiapkan acaranya,  maka Tuhan Yesus telah dikesampingkan. Kalau  demikian apa maknanya Natal itu?

Kata Christmas (Natal) berasal dari kata “Cristes Maesse”, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Sering kali di dalam kartu natal kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh Gereja Kristen kuno, yakni di dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Yesus). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kebanyakan orang Kristen memperingati Hari Natal pada tanggal 25 Desember.

Jika kita memperingati hari kelahiran Yesus, namun tanpa Yesus-Nya kan aneh, namun kenyataannya hal ini banyak terjadi. Ketika Natal dirayakan yang ada hanya hura-hura, makan-makan, bahkan pesta mabuk-mabuk, padahal sesungguhnya di dalam Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kelahiran Yesus merupakan kelahiran seorang raja yang membawa Damai Sejahtera (Shalom).

Kelahiran Yesus merupakan kelahiran yang ajaib dan sudah dinubuat sejak dahulu kala oleh para nabi. Yesus yang lahir itu adalah Mesias yang diurapi dan juga disebut sebagai Imanuel atau Allah menyertai kita. Di dalam Mikha 5:1 juga sudah disebutkan bahwa Mesias itu akan lahir di kota Betlehem dan itu digenapi tatkala Yesus lahir. Para ahli Taurat dan imam-imam segera saja memberitahukan peristiwa ini kepada raja yang berkuasa pada waktu itu yakni Herodes perihal kelahiran Mesias ini.

Selain itu di dalam Kejadian 49:10 juga disebutkan bahwa Mesias itu dilahirkan sebelum pemerintahan Yahudi dihancurkan. Sedangkan nabi Daniel, di dalam Daniel 9:25 mencatat bahwa enam puluh sembilan kali tujuh masa akan berlalu sebelum Mesias disingkirkan - dan pada waktu itu telah ditunjukkan sampai tuntas pada kematian Kristus. Walaupun pendapat ini masih merupakan perdebatan, namun sangat disetujui oleh kebanyakan orang sarjana. Jadi dari sini kita melihat bahwa sejak dari Perjanjian Lama sudah dinubuatkan tentang kelahiran Mesias itu, baik tempatnya, waktu, garis keturunan serta cara Yesus dilahirkan.   Dengan demikian seandainya ada perayaan Natal yang  tanpa Yesus tentu menjadi suatu perayaan yang hampa.

Apa bedanya perayaan Natal yang dilakukan oleh orang-orang di luar gereja dengan perayaan Natal orang-orang percaya? Satu-satunya perbedaan yang paling mencolok adalah Tuhan Yesus itu sendiri. Bagi orang di luar  sana perayaan Natal telah terjadi pergeseran maknanya. Mereka mengartikan Natal sebagai sebagai bisnis, Obral dan diskon, politik atau hura-hura,disco, karaoke. Bahkan belakang ini mereka telah mengubah makna dari Holy Day (hari Kudus) , menjadi Holiday (Hari Libur). Namun bagi orang percaya semestinya perayaan Natal adalah suatu perayaan yang memproklamirkan ke dunia bahwa Tuhan Yesus lahir ke dunia ini, dan Dia diutus untuk meyelamatkan umat manusia dari dosa.

Semenjak Adam dan Hawa tidak taat kepada Tuhan, dengan alasan ular yang menggoda mereka memakan buah pengetahuan baik dan jahat, maka Allah sudah memutuskan hubungan dengan mereka. Tidak tanggung-tanggung, manusia yang berdosa itu divonis bakal mati. Namun ternyata Allah tidak dapat melawan natur-Nya yang penuh Kasih itu, sehingga IA tidak langsung menghukum manusia itu dengan kematian.  Diam-diam IA merancang suatu rencana dahsyat, yakni menyelamatkan manusia yang berdosa itu.

Allah itu seperti Bapa kita,  yang tidak rela mencelakakan anak-anaknya. Bagaimanapun bejatnya manusia masih ada kesempatan yang terbuka bagi mereka untuk menyelamatkan diri. Itulah sebabnya maka tidak dalam   Yohanes 3 : 16 menuliskan "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal". Hidup manusia begitu terbatas di dunia ini, ia butuh suatu "oknum" yang mempunyai kuasa tidak terbatas untuk menyelamatkan mereka. Dunia merupakan tempat tumpangan (transit)  sementara bagi umat manusia, sehingga suatu hari  mesti meninggalkannya. Masalahnya adalah, pada saat manusia itu ditentukan harus meninggalkan dunia ini, lalu ia melangkah ke mana? Banyak orang tidak tahu mau ke mana, mengapa? Karena Tuhan Yesus tidak ada di dalam kehidupannya.Yohanes 14 :6 mencatat  "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".   Jelas sekali Yesus memengang peranan penting di dalm hidup kita ini, tanpa Dia maka kita akan binasa.   Itu sebabnya mengapa begitu pentingnya kehadiran Tuhan Yesus di dalam  Natal yang kita rayakan itu.

Berita Natal adalah berita sukacita, sebab malaikat memproklamirkan Kabar kesukaan, sehingga semua ornag bernyanyi memuji-muji dan memuliakan Tuhan. Bayi Yesus saat ini tidak ada di lagi  kandang domba, karena waktu dan keadaan serta proses yang berlalu.  Yesus telah bertumbuh menjadi dewasa dan mati menebus dosa-dosa kita di atas kayu salib serta bangkit kembali pada hari ketiga. Yang paling penting adalah tatkala peristiwa Natal ini, Tuhan Yesus juga lahir di dalam hati kita masing-masing,sehingga memperbaharui hidup kita.

Apalah artinya perayaan Natal, kalau kita tidak pernah mengalami kasih dari Kristus?  Sering kali di luar sana orang-orang mencoba untuk mendiskreditkan orang-orang percaya, hal ini disebabkan karena tanggal kelahiran Yeus tidak pernah kita dapatkan di dalam Alkitab.   Namun dari beberapa hasil penyelidikan diperoleh keterangan bahwa kelahiran Yesus itu bersamaan dengan peristiwa sensus penduduk yang diadakan oleh Kaisar Agustus (bandingkan dengan Lukas 2 :1-7), pada saat itu raja Herodes sedang berkuasa.

Secara tradisi, orang-orang percaya jarang merayakan ulang tahun, dan perayaan ulang tahun itu biasanya dirakan oleh mereka yang kafir. Gereja purba lebih sering merayakan peristiwa kemenangan Yesus yakni Paskah, sebab sejak jaman nenek moyang perayaan Paskah sudah sangat populer. Barulah sekitar abad ke 3 orang-orang Kristen di Mesir merayakan  Natal, itupun tanggalnya bukan 25 Desember.  Pada abad ke 4 gereja di Roma baru mulai merayakan Natal pada akhir abad ke 4, yaitu memakai tanggal 25 Desember, dan itu berlangsung sampai hari ini.

Terlepas dari segala perdebatan yang ada, maka sebagai orang-orang percaya yang sejati, kita tidak begitu mementingkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal patokan keharusan kelahiran Yesus, yang paling penting bagi kita adalah tatkala memperingati Natal kita diingatkan bahwa Tuhan Yesus pernah lahir di dunia ini. Dan yang tidak kala pentingnya adalah Yesus itu juga lahir di dalam hati serta hidup kita setiap hari, sehingga ada damai sejahtera yang abadi. Yesus yang lahir ke dunia ini bukan sembarang manusia, IA adalah Allah yang menjadi Manusia. Tugas kedatangan-Nya ke dunia ini adalah menyelamatkan manusia, IA harus menempuh kematian di atas kayu salib atas dosa-dosa kita, naik ke surga dan menawarkan hidup kekal kepada kita, yakni hidup bersama-sama Tuhan Yesus di surga untuk selama-lamanya. Suatu tawaran yang sangat berharga sekali. Inilah makna Ntal yang sejati.  Apakah anda sudah mengalaminya?

 

*) Penulis adalah alumni Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, hamba Tuhan Gereja Injili Indonesia yang saat ini bertugas di  Seattle, Washington, USA. Beliau dapat dihubungi via email  Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
H.Ibus  - makna natal   |180.248.235.xxx |31-07-2012 17:44:28
setalah saya membaca judul makna natal. memang benar apa yang di katakan
oleh penuli, sekarang ini banyak orang salah memahami pengertian
dari natal itu sendiri. karna kebanyak orang merayakan natal dengan
bersenang-senang tanpa mengerti arti dari natal itu sendiri. saya berdoa
kepada Tuhan kiranya Tuhan mengubah pengertian yang salah.  http://http://
henry hutabarat   |141.0.8.xxx |15-09-2012 16:23:15
shaloom.. saya mau bertanya apakah betul yesus yg adalah isa as bagi kaum
muslim di sebut imam mahdi.. dan apakah muslim juga mengakui ke Tuhanan yesus
atau isa as di dalam islam. apakah perbedaan yg menonjol antara islam dan
kristen dalam di dalam hal kitab masing - masing agama.. lalu pentingkah kita
sebagai kaum nasrani melakukan / menjalankan natal sebagai hari raya.
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."