• PDF

Mengrahasiakan Rahasia

Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
  • Senin, 01 Juni 2015 14:39
  • Ditulis oleh Saumiman Saud
  • Sudah dibaca: 5507 kali

"Rahasia adalah rahasia, artinya tidak diceritakan pada siapapun, tatkala anda menceritakan pada orang lain maka hal itu bukan merupakan rahasia lagi." Makanya kita sering dibohongi oleh para ahli, mereka menulis buku: 10 Rahasia Menjadi Sukses, padahal isinya membeberkannya pada orang lain; seharusnya isi buku "Rahasia menjadi Sukses" adalah kosong, karena prinsip rahasia adalah orang lain tidak perlu tahu. Jikalau rahasia yang sudah diketahui banyak orang, namanya rahasia umum atau tidak begitu beda dengan gosip. Jadi jikalau kita temukan judul: “Rahasia berumur Panjang”, “Rahasia Melangsingkan Badan”, dan lain-lain, semua itu bohong, sebab bukan rahasia lagi; karena si penulis bakal menceritakannya. Lebih tepat jika dia katakan: 10 Hal Bagaimana Berumur Panjang, 20 Cara Melangsingkan Badan, dan sebagainya.

Tidak jarang kita mendengar percakapan orang atau yang kita percakapkan sendiri kalimat yang berbunyi: "Sudah tidak menjadi rahasia lagi". Nah kalau sudah tidak menjadi rahasia lagi, tetapi cara penyampaiannya kepada orang lain masih memakai cara bisik-bisik seakan-akan takut orang dengar atau mengetahuinya; kadang juga memakai bahasa isyarat. Gosip berarti suatu kejadian yang terjadi opada orang lain dan awalnya dirahasiakan namun ketahuan dan menjadi bahan cerita kesana-kemari.

Gosip berbeda dengan fitnah, jikalau fitnah itu sesuatu kegiatan atau perilaku yang tidak dilakukan seseorang namun diceritakan seperti dilakukan oleh orang tersebut. Fitnah itu bisa dibuat menjadi cerita dengan berbagai motivasi yang tidak baik, mungkin adanya dendam, iri hati, sakit hati merasa dirugikan dan sebagainya, Siapa saja yang mendapat fitnahan itu tentu sangat meyesakkan hati dan rasa sakit, itu sebabnya ada istilah fitnah lebih kejam dari pembunuhan, namun bukan berarti "bebas membunuh", ntar salah lagi.

Hal-hal yang merupakan rahasia hanya cukup diketahui oleh sendiri atau satu kelompok tertentu, cara penyampaiannya pun mestinya tidak perlu di ruang terbuka apalagi dengan cara berbisik; karena dengan cara demikian akan membuat orang-orang yang di sekitar mendengar merasa bersalah dan salah tingkah. Rahasia adalah rahasia, jikalau sudah diceritakan pada orang lain maka bukan rahasia lagi, walaupun mungkin anda meminta orang tersebut tidak menceritakannya. Istilah rahasia terjamin belum tentu terjamin, yang ada malah rahasia terbongkar. Di jaman sosial media ada banyak kejadian yang tadinya dianggap rahasia, dengan cepat bisa terungkap dan tersebar kemana-mana. Kejadiannya di luar negeri terhitung detik sudah diketahui di Indonesia; jadi jikalau lawan bicara kita bukan orang yang seratus persen bisa dipercaya, maka rahasia kita lebih baik dipendam dari pada menceritakannya pada orang lain, cukuplah ceritakan pada Tuhan saja.

Sebagai orang percaya, Tuhan memiliki sebuah rahasia yang masih misteri, Dia tidak pernah mengatakan tepatnya kapan Dia akan datang kembali; tetapi dengan iman kita yakin Dia pasti datang. Oleh sebab itu maka kita hanya berharap dengan penuh pengharapan, sambil berjaga-jaga agar hidup kita selalu berjalan ke arah-Nya.

 

The Cornerstone, Okt 2014

Komentar-komentar
Tambah Baru Cari
Tulis komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Masukkan kode anti-spam yang terbaca pada gambar di atas!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."